Tiga Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap, 192,71 Gram Barang Bukti Diamankan
Ketiga pelaku dan barang bukti diamankan polisi.
RIAUIN.COM - Tiga pengedar sabu dan pil ekstasi dibekuk aparat Satresnarkoba Polresta Pekanbaru di dua lokasi berbeda, Selasa (27/8/2024).
Dari tangan ketiga tersangka masing-masing berinisial GM, EP serta M petugas mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 192,71 gram.
Kasatnarkoba Polresta Pekanbaru AKP Bagus Faria menyebutkan, pengungkapan ini bermula ketika tim mendapatkan informasi terkait adanya aktivitas mencurigakan di sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Nuri, Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.
"Sekitar pukul 21.30 WIB, tim langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan kakak beradik berinisial GM dan EP," ujar Bagus, Sabtu (31/8/2024).
Dari hasil penggeledahan di kamar pelaku, petugas menemukan barang bukti berupa tiga bungkus plastik kecil berisi sabu dengan berat kotor 3 gram, tiga unit timbangan digital, serta dua unit telepon genggam.
Berdasarkan hasil interogasi, GM dan EP mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang pelaku lain berinisial M.
Mendapatkan informasi tersebut, aparat kepolisian segera melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku M di sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Rawa Bening Ujung, Kota Pekanbaru.
"Dalam penggeledahan di rumah pelaku M, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti empat bungkus plastik sedang dan kecil berisi sabu, serta beberapa paket pecahan pil ekstasi berwarna biru dan kuning," tambah AKP Bagus.
Selain itu, petugas juga menemukan 61 kapsul yang berisi serbuk diduga ekstasi, timbangan digital, ratusan plastik bening klip merah, serta satu unit telepon genggam. Seluruh barang bukti tersebut disembunyikan M di atas plafon rumahnya.
Akibat perbuatannya, GM dan EP dijerat Pasal 114 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 132 UU narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.
Sementara itu, pelaku M terancam hukuman lebih berat yaitu Pasal 114 ayat 2 dan/atau Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 132 UU narkotika dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup atau minimal 6 tahun.
Tambah Bagus, hingga kini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan lainnya dalam kasus ini.
"Kami akan terus mengembangkan kasus ini hingga semua pelaku dapat tertangkap," pungkasnya.(nal/antara).
Berita Lainnya
KPK Beruntun Geledah Sejumlah Lokasi di Kuansing, Telusuri Aliran Dana Suap Suhardiman Amby
Usut Aliran Uang Kasus Korupsi Abdul Wahid, KPK Buru Keterangan Ajudan Pangdam
Sembunyikan Sabu di Balik Pagar Seng, Dua Pengedar di Jalan SM Amin Pekanbaru Dibekuk
Menhut Siap Diperiksa KPK Terkait Dugaan Rasuah Kawasan Hutan Kuantan Singingi
Kejari Pelalawan Limpahkan 7 Berkas Korupsi Pupuk Subsidi Bunut ke PN Pekanbaru
Ketua DPRD Kuansing Menghilang Pasca OTT KPK, Sekretariat Dewan Gembok Ruang Kerja Pimpinan
KPK Beruntun Geledah Sejumlah Lokasi di Kuansing, Telusuri Aliran Dana Suap Suhardiman Amby
Usut Aliran Uang Kasus Korupsi Abdul Wahid, KPK Buru Keterangan Ajudan Pangdam
Sembunyikan Sabu di Balik Pagar Seng, Dua Pengedar di Jalan SM Amin Pekanbaru Dibekuk
Menhut Siap Diperiksa KPK Terkait Dugaan Rasuah Kawasan Hutan Kuantan Singingi
Kejari Pelalawan Limpahkan 7 Berkas Korupsi Pupuk Subsidi Bunut ke PN Pekanbaru
Ketua DPRD Kuansing Menghilang Pasca OTT KPK, Sekretariat Dewan Gembok Ruang Kerja Pimpinan