Sehari Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Kuansing Sempat Umumkan Festival Perjodohan 4.700 Janda
Bupati Kuansing Dr Suhardiman Amby saat ditahan KPK
Laporan: Hendrianto.
RUAUIN.COM.— Hanya berselang sehari sebelum ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby sempat menuai sorotan publik setelah mengumumkan rencana menggelar festival kebudayaan yang dikemas sebagai ajang perjodohan massal ribuan janda di wilayahnya.
Dalam pengumuman tersebut, Suhardiman menyatakan bahwa pemerintah daerah akan mengumpulkan ribuan perempuan berstatus janda dalam sebuah acara khusus, yang kini justru terancam batal menyusul proses hukum yang menjerat dirinya.
Rencana festival kebudayaan itu disampaikan Suhardiman saat memberikan sambutan di depan para tamu undangan dalam acara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 44 Provinsi Riau di Teluk Kuantan yang berlangsung baru-baru ini.
Di hadapan publik, ia memaparkan agenda yang dijadwalkan bertempat di Baserah pada 14 Agustus 2026 mendatang.
"Nanti bakal ada festival kebudayaan di Baserah pada tanggal 14 Agustus 2026 mendatang. Ini ajang perjodohan," ujar Suhardiman di sela-sela sambutannya.
Suhardiman menjelaskan, agenda kebudayaan tersebut dirancang secara spesifik dengan melibatkan ribuan janda di Kabupaten Kuansing sebagai peserta utama.
Mereka diminta untuk mengenakan pakaian dengan warna seragam yang telah ditentukan demi mempermudah proses pencarian pasangan.
"Sebanyak 4.700 janda-janda akan berbaju pink. Yang mau ikut, silakan pakai baju pink," kata dia menambahkan.
Namun, di tengah pemaparan rencana tersebut, suasana formal acara keagamaan sempat beralih riuh ketika Suhardiman melontarkan seloroh bernada gurauan mengenai kondisi fisik para janda yang akan dihadirkan.
Ia menggunakan analogi barang impor untuk menggambarkan status para perempuan tersebut di hadapan para hadirin.
"Janda-janda itu masih seperti barang seken dari Singapura. Masih bagus, tidak terlalu hancur," selorohnya yang kemudian disambut tawa oleh sebagian tamu undangan yang hadir.
Pernyataan yang menyamakan martabat perempuan dengan komoditas barang bekas tersebut kini memicu polemik meluas di tengah masyarakat, tepat ketika komitmen kepemimpinannya berakhir di tangan penyidik lembaga antirasuah.
Selang satu hari setelah pidato kontroversial itu, Suhardiman resmi ditangkap oleh KPK atas dugaan kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Kuansing belum memberikan keterangan resmi mengenai keberlanjutan Festival Kebudayaan Baserah pasca-penahanan sang bupati.
Di sisi lain, KPK masih terus melakukan pemeriksaan intensif terkait kasus hukum yang menjerat Suhardiman di Jakarta. (***)
Berita Lainnya
Kasus Korupsi di Kuansing Diduga Berbuntut Panjang, 8 Sektor Basah Masuk Radar Penyelidikan
Pemprov Riau Bergerak Cepat, Kepala BKPP Muradi Ditunjuk Jadi Plh Sekda Kuansing
Babak Baru OTT Kuansing: Menhut Buka Suara, LSM Desak KPK Seret Aktor Belakang Layar
Kas Daerah Kuantan Singingi Serat, Pembayaran Gaji 13 ASN dan Upah Perangkat Desa Tersendat
KPK Tahan Bupati dan Sekda Kuansing, Usut Suap Land Cruiser hingga Suap Pelepasan Kawasan Hutan
Operasi KPK di Kuansing, Zulwisman: Pelayanan Dasar Masyarakat Tak Boleh Terganggu
Kasus Korupsi di Kuansing Diduga Berbuntut Panjang, 8 Sektor Basah Masuk Radar Penyelidikan
Pemprov Riau Bergerak Cepat, Kepala BKPP Muradi Ditunjuk Jadi Plh Sekda Kuansing
Babak Baru OTT Kuansing: Menhut Buka Suara, LSM Desak KPK Seret Aktor Belakang Layar
Kas Daerah Kuantan Singingi Serat, Pembayaran Gaji 13 ASN dan Upah Perangkat Desa Tersendat
KPK Tahan Bupati dan Sekda Kuansing, Usut Suap Land Cruiser hingga Suap Pelepasan Kawasan Hutan
Operasi KPK di Kuansing, Zulwisman: Pelayanan Dasar Masyarakat Tak Boleh Terganggu