• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pengembalian Amplop Tak Hapus Pidana, KPK Verifikasi Laporan Menhut Raja Juli
06 Juli 2026
KPK Geledah Rumah Kadisbun Kuansing Hingga Larut Malam, Penyidik Bawa Koper Hitam Dikawal Polisi Bersenjata
05 Juli 2026
Breaking News: KPK Geledah Rumah Kadis Perkebunan Kuansing Malam Ini, Dijaga Polisi Bersenjata Laras Panjang
05 Juli 2026
Sehari Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Kuansing Sempat Umumkan Festival Perjodohan 4.700 Janda
05 Juli 2026
LSM Desak KPK Telusuri Aset Bupati Non-Aktif Kuansing, Diduga Sembunyikan Kebun Sawit Miliaran Rupiah
05 Juli 2026

  • Home
  • Opini

Dibakar Tak Hangus

Redaksi

Senin, 11 Mei 2026 13:38:42 WIB
Cetak

 

Oleh: Hendrianto.

NAMANYA keren: penertiban. Polisi datang. Gerak cepat. Rakit PETI dibakar. Asap membumbung. Foto-foto diambil. Laporan selesai.

Tapi di Kuansing, ada istilah unik. "Dibakar tapi tak hangus."

Ajaib? Tidak juga. Ini teknis. Namanya: Bakar Sayang.

Dua hari lalu saya duduk di tepian Danau Kebun Nopi. Ngobrol dengan salah satu pemilik rakit. Dia buka kartu. Blak-blakan soal bagaimana mesin emas ini tetap "hidup" meski sudah dipanggang api.

"Yang dibakar itu asbuknya, Bang," katanya lirih.

Asbuk itu papan penyaring. Bukan jantung mesin. Caranya simpel: tumpuk bahan yang mudah terbakar di atas asbuk. Lalu sulut api. Begitu api membesar, polisi pergi. Tugas dianggap tuntas.

Masalahnya, asbuk itu kayu. Seringnya basah. Api cuma menjilat permukaan. Begitu polisi hilang dari pandangan, api dipadamkan. Asbuk cuma hitam sedikit. Masih bisa dipakai lagi. Begitu petugas balik ke kantor, mesin menderu lagi.

Kenapa tidak dibakar mesinnya? Di situlah seninya. Pemilik rakit bisa pingsan kalau mesin yang dihajar.

Membangun satu unit rakit PETI itu bukan main-main.

Untuk ukuran "keong 8", modalnya besar. "Paling tidak 80 sampai 100 juta. Itu harga bekas," bisik si pemilik rakit tadi. Kalau barang baru? Bisa bikin geleng-geleng kepala.

Hasilnya pun tidak semanis bayangan orang. Satu rakit biasanya dapat 3 sampai 4 gram emas per hari. Setelah dipotong solar dan operasional, bersihnya cuma Rp300 ribu sampai Rp600 ribu.

Coba hitung. Kalau untungnya segitu, kapan balik modal 100 juta? Bisa ratusan hari. Itu kalau lancar. Kalau mesin yang dibakar petugas, itu kiamat kecil bagi mereka. Jeroan mesin harus ganti semua.

Biaya servisnya saja bisa tembus Rp40 juta.
"Tapi mau bagaimana lagi, Bang? Kami juga ingin hidup," lanjutnya pelan. Ada nada pasrah yang dalam.

Para penambang ini sebenarnya lelah. Lelah kucing-kucingan. Lelah waswas setiap kali mendengar suara deru mobil petugas. Mereka sadar: pekerjaan ini ilegal. Melanggar aturan. Merusak alam. Tapi perut tidak bisa kompromi dengan pasal-pasal.

Mimpi mereka sederhana saja: ingin nyaman bekerja. Mereka sangat mengharapkan solusi dari pemerintah. Ingin punya payung hukum yang jelas agar tidak perlu ada lagi sandiwara "Bakar Sayang".

Sebab, lapangan pekerjaan di Kuansing tidak sedang baik-baik saja. Selama ini ada anggapan semua orang di sini kaya karena sawit. Itu keliru. Tidak semua orang Kuansing punya kebun sawit yang luas. Banyak yang hanya punya tenaga. Banyak yang hanya punya harapan.

Mau bertani? Lahan makin terbatas. Mau kerja kantoran? Lowongan tak sebanding dengan jumlah orang. Pilihan paling nyata—dan paling berisiko—ya turun ke sungai. Beradu nasib dengan lumpur dan merkuri.

Jika pemerintah hanya datang membawa korek api dan bensin, masalah tak akan selesai. Rakit dibakar hari ini, besok rakit baru muncul lagi. Karena masalahnya bukan pada kayu asbuk itu. Masalahnya ada pada piring yang kosong di rumah.

Di Kuansing, api memang panas. Tapi kadang, api tahu mana yang harus hangus dan mana yang harus disayang.

Sementara itu, para penambang tetap menunggu: kapan pemerintah datang membawa solusi, bukan membawa korek api. (***) 
 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

Sentuhan Kak Ida, Radar Suhardiman, dan Mimpi Batik Kuansing Menyapa Dunia

Etika dalam Genggaman: Mengapa Warga Biasa Perlu Belajar Jurnalisme Dasar

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

Sentuhan Kak Ida, Radar Suhardiman, dan Mimpi Batik Kuansing Menyapa Dunia

Etika dalam Genggaman: Mengapa Warga Biasa Perlu Belajar Jurnalisme Dasar

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 KPK Diminta Usut Dugaan Kejanggalan Kelulusan Istri Ketiga Bupati Nonaktif Suhardiman Amby
  • 2 KPK Geledah Rumah Kadisbun Kuansing Hingga Larut Malam, Penyidik Bawa Koper Hitam Dikawal Polisi Bersenjata
  • 3 Breaking News: KPK Geledah Rumah Kadis Perkebunan Kuansing Malam Ini, Dijaga Polisi Bersenjata Laras Panjang
  • 4 Sehari Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Kuansing Sempat Umumkan Festival Perjodohan 4.700 Janda
  • 5 LSM Desak KPK Telusuri Aset Bupati Non-Aktif Kuansing, Diduga Sembunyikan Kebun Sawit Miliaran Rupiah
  • 6 Benteng Roboh, Injury Time Juprizal
  • 7 KPK Buru Aktor Pengumpul Duit Koperasi dalam Kasus Suap Bupati Kuansing
  • 8 Kasus Korupsi di Kuansing Diduga Berbuntut Panjang, 8 Sektor Basah Masuk Radar Penyelidikan
  • 9 Sebut Kasus Amplop Bupati Kuansing Masuk Gratifikasi, LSM: Seharusnya Lapor KPK, Bukan Dikembalikan
Terkini +INDEKS

DPRD Pekanbaru Minta Pemko Segera Lantik Ketua RT dan RW Terpilih

06 Juli 2026
Penyelamatan Aset Bersejarah, LKD Pekanbaru Minta OPD Segera Amankan Arsip Statis
06 Juli 2026
KPK Beruntun Geledah Sejumlah Lokasi di Kuansing, Telusuri Aliran Dana Suap Suhardiman Amby
06 Juli 2026
Daftar Ulang SMP Negeri Pekanbaru Mulai 6 Juli, Proses Dipastikan Bebas Biaya
06 Juli 2026
Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Tata Kelola Dokumentasi Hukum dari Kanwil Kemenkumham Riau
06 Juli 2026
Evolusi Skutik Sporti Terbaru, Capella Honda Riau Resmi Hadirkan New Honda Vario Evo 160 di Riau
06 Juli 2026
Pemprov Riau Matangkan Verifikasi Kelayakan 4.863 Rumah Penerima Renovasi Swadaya
06 Juli 2026
DPRD Riau Desak Pemerintah Provinsi Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Jalan
06 Juli 2026
Usut Aliran Uang Kasus Korupsi Abdul Wahid, KPK Buru Keterangan Ajudan Pangdam
06 Juli 2026
Pengembalian Amplop Tak Hapus Pidana, KPK Verifikasi Laporan Menhut Raja Juli
06 Juli 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved