• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pesta Pacu Jalur Berakhir, Warga Teluk Kuantan Dikepung Sampah
24 Agustus 2026
Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
24 Agustus 2026
Sengit di Empat Besar: Siapa Melenggang ke Grand Final?
23 Agustus 2026
Penentuan Jawara Sejati Tepian Narosa: Bintang Emas Cahaya Intan vs Alam Cahayo Tuah Nagoghi
23 Agustus 2026
Pacu Jalur 2026: 7 Jalur Amankan Tiket Perempat Final, Bintang Emas Cahaya Intan Melaju via Bye
23 Agustus 2026

  • Home
  • Opini

Dibakar Tak Hangus

Redaksi

Senin, 11 Mei 2026 13:38:42 WIB
Cetak

 

Oleh: Hendrianto.

NAMANYA keren: penertiban. Polisi datang. Gerak cepat. Rakit PETI dibakar. Asap membumbung. Foto-foto diambil. Laporan selesai.

Tapi di Kuansing, ada istilah unik. "Dibakar tapi tak hangus."

Ajaib? Tidak juga. Ini teknis. Namanya: Bakar Sayang.

Dua hari lalu saya duduk di tepian Danau Kebun Nopi. Ngobrol dengan salah satu pemilik rakit. Dia buka kartu. Blak-blakan soal bagaimana mesin emas ini tetap "hidup" meski sudah dipanggang api.

"Yang dibakar itu asbuknya, Bang," katanya lirih.

Asbuk itu papan penyaring. Bukan jantung mesin. Caranya simpel: tumpuk bahan yang mudah terbakar di atas asbuk. Lalu sulut api. Begitu api membesar, polisi pergi. Tugas dianggap tuntas.

Masalahnya, asbuk itu kayu. Seringnya basah. Api cuma menjilat permukaan. Begitu polisi hilang dari pandangan, api dipadamkan. Asbuk cuma hitam sedikit. Masih bisa dipakai lagi. Begitu petugas balik ke kantor, mesin menderu lagi.

Kenapa tidak dibakar mesinnya? Di situlah seninya. Pemilik rakit bisa pingsan kalau mesin yang dihajar.

Membangun satu unit rakit PETI itu bukan main-main.

Untuk ukuran "keong 8", modalnya besar. "Paling tidak 80 sampai 100 juta. Itu harga bekas," bisik si pemilik rakit tadi. Kalau barang baru? Bisa bikin geleng-geleng kepala.

Hasilnya pun tidak semanis bayangan orang. Satu rakit biasanya dapat 3 sampai 4 gram emas per hari. Setelah dipotong solar dan operasional, bersihnya cuma Rp300 ribu sampai Rp600 ribu.

Coba hitung. Kalau untungnya segitu, kapan balik modal 100 juta? Bisa ratusan hari. Itu kalau lancar. Kalau mesin yang dibakar petugas, itu kiamat kecil bagi mereka. Jeroan mesin harus ganti semua.

Biaya servisnya saja bisa tembus Rp40 juta.
"Tapi mau bagaimana lagi, Bang? Kami juga ingin hidup," lanjutnya pelan. Ada nada pasrah yang dalam.

Para penambang ini sebenarnya lelah. Lelah kucing-kucingan. Lelah waswas setiap kali mendengar suara deru mobil petugas. Mereka sadar: pekerjaan ini ilegal. Melanggar aturan. Merusak alam. Tapi perut tidak bisa kompromi dengan pasal-pasal.

Mimpi mereka sederhana saja: ingin nyaman bekerja. Mereka sangat mengharapkan solusi dari pemerintah. Ingin punya payung hukum yang jelas agar tidak perlu ada lagi sandiwara "Bakar Sayang".

Sebab, lapangan pekerjaan di Kuansing tidak sedang baik-baik saja. Selama ini ada anggapan semua orang di sini kaya karena sawit. Itu keliru. Tidak semua orang Kuansing punya kebun sawit yang luas. Banyak yang hanya punya tenaga. Banyak yang hanya punya harapan.

Mau bertani? Lahan makin terbatas. Mau kerja kantoran? Lowongan tak sebanding dengan jumlah orang. Pilihan paling nyata—dan paling berisiko—ya turun ke sungai. Beradu nasib dengan lumpur dan merkuri.

Jika pemerintah hanya datang membawa korek api dan bensin, masalah tak akan selesai. Rakit dibakar hari ini, besok rakit baru muncul lagi. Karena masalahnya bukan pada kayu asbuk itu. Masalahnya ada pada piring yang kosong di rumah.

Di Kuansing, api memang panas. Tapi kadang, api tahu mana yang harus hangus dan mana yang harus disayang.

Sementara itu, para penambang tetap menunggu: kapan pemerintah datang membawa solusi, bukan membawa korek api. (***) 
 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Mobil Mogok

Surat Bermaterai Desi

Kesehatan Mental dan Neurodivergen: Tantangan Sebenarnya Bukan Sekadar Stigma

Lulusan Memilih Pekerjaan: Antara Realitas Pasar dan Sikap 'Menuntut'

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Mobil Mogok

Surat Bermaterai Desi

Kesehatan Mental dan Neurodivergen: Tantangan Sebenarnya Bukan Sekadar Stigma

Lulusan Memilih Pekerjaan: Antara Realitas Pasar dan Sikap 'Menuntut'

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pemko Pekanbaru Bebaskan Lahan Kantor Camat Bukit Raya untuk Atasi Macet Kaharuddin Nasution
  • 2 Hadirkan BTS Baru di Jorong Lariang, Telkomsel Buka Akses Konektivitas dan Peluang Digital bagi Masyarakat
  • 3 Pesta Pacu Jalur Berakhir, Warga Teluk Kuantan Dikepung Sampah
  • 4 Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
  • 5 Alam Cahyo Tuah Nagoghi Rebut Tahta Tepian Narosa, Tumbangkan Juara Bertahan Bintang Emas Cahaya Intan
  • 6 Sengit di Empat Besar: Siapa Melenggang ke Grand Final?
  • 7 Penentuan Jawara Sejati Tepian Narosa: Bintang Emas Cahaya Intan vs Alam Cahayo Tuah Nagoghi
  • 8 Pacu Jalur 2026: 7 Jalur Amankan Tiket Perempat Final, Bintang Emas Cahaya Intan Melaju via Bye
  • 9 Panitia Pacu Jalur 2026 Kantongi Catatan Pelanggaran, Sanksi Adat dan Perbup Menanti
Terkini +INDEKS

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

26 Agustus 2026
Polres Pelalawan Bagikan 1.000 Masker untuk Warga Terdampak Asap Karhutla di Pangkalan Kerinci
26 Agustus 2026
Maknai Kemerdekaan di Jalan Raya, Capella Honda Riau Bagikan Tips #Cari_Aman Berkendara
26 Agustus 2026
Polresta Pekanbaru Bongkar Lapak Narkoba di Kawasan Rawan, Dua Orang Ditangkap
26 Agustus 2026
Polda Riau Tambah 2 Tersangka Karhutla, Korporasi Masih Nihil
26 Agustus 2026
Syarat Beasiswa Pekanbaru 2027 Diperketat, Pemko Tambah Indikator Akreditasi Kampus
26 Agustus 2026
KI Riau Kejar Peningkatan Indeks Keterbukaan Informasi, SDM PPID Bakal Dibenahi
26 Agustus 2026
Tembus 33 Ton Garam, Satgas Riau Kembali Gempur Asap Karhutla Lewat Udara
26 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Gelar Salat Istisqa Serentak di 15 Kecamatan
26 Agustus 2026
Kualitas Udara Memburuk, Disdik Bengkalis Liburkan Aktivitas Belajar di Sekolah Empat Hari
26 Agustus 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved