• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Riau dan Sumbar Usul Tol Pekanbaru–Padang Lintasi Kuantan Singingi
20 Agustus 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Kuansing: Ex-Legislator Jefriadi Ditangkap Jadi Pemodal
19 Agustus 2026
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
19 Agustus 2026
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
19 Agustus 2026
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
17 Agustus 2026

  • Home
  • Opini

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

Redaksi

Kamis, 18 Juni 2026 17:53:37 WIB
Cetak

Rapat pembahasan pemekaran SOTK baru

 

Oleh: Hendrianto

BAYANGKAN sebuah rumah tangga. Utang warung sebelah belum lunas. Gaji pembantu berbulan-bulan dicicil. Uang sekolah anak menunggak.

Lalu, tiba-tiba si kepala bapak pulang ke rumah membawa kabar gembira. Beliau memutuskan untuk menambah asisten rumah tangga baru. Tujuh orang sekaligus.

Istrinya pasti langsung mengelus dada. Atau, kalau tensinya sedang tinggi, piring bisa terbang ke arah jendela. Kondisi dompet sedang defisit, tapi kelakuan malah makin melilit.

Cerita di atas bukan fiksi. Itu kenyataan nyata yang terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Rabu siang kemarin, suasana di gedung DPRD Kuansing mendadak hangat. Agak gerah, sebenarnya. Ada sidang paripurna. Agendanya adalah mendengarkan pandangan fraksi-fraksi soal usulan dari pemerintah daerah.

Pemkab Kuansing rupanya sedang punya syahwat besar. Mereka ingin memekarkan organisasi perangkat daerah (OPD). Mengubah Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Dinas-dinas yang sudah gemuk mau dibelah-belah lagi.

Dinas Pendidikan dipecah. Dinas Sosial dipisah. Satpol PP dan Damkar didekatkan ke pintu perceraian. Totalnya, ada tujuh dinas baru yang mau dilahirkan dari rahim birokrasi.

Rencana itu terlihat gagah di atas kertas, penuh dengan istilah regulasi.

Tapi, parlemen rupanya tidak sedang ingin diajak bermimpi di siang bolong. Fraksi PAN dan Fraksi Nasdem-PKS langsung berdiri di garis depan. Memasang barikade. Mereka menolak. Tegas. Tanpa basa-basi.

Firman Rendiansyah, juru bicara Fraksi PAN, maju ke podium. Bicaranya runut tapi menusuk. Beliau tidak hanya pakai perasaan, tapi langsung menyodorkan angka-angka riil. Ini yang bikin ngeri.
Ketika tujuh OPD ini merdeka, otomatis bakal lahir 50 jabatan struktural baru.

Ada kepala dinas baru, kepala bidang baru, sampai kepala seksi baru. Fasilitasnya pun otomatis baru, mulai dari mobil dinas hingga meja kursi empuk yang harganya tidak murah.

Dampaknya sudah bisa ditebak. Angka belanja pegawai Kuansing yang sekarang sudah Rp 611 miliar, bakal melonjak jadi Rp 789 miar di tahun 2027. Itu artinya, hampir 40 persen APBD Kuansing habis hanya untuk menggaji orang-orang di dalam kantor bupati. Rakyat hanya kebagian peran sebagai penonton iring-iringan mobil dinas pejabat baru.

Firman menyebut eksekutif gagap memetakan prioritas. Itu bahasa halusnya untuk mengatakan pemerintah daerah tidak tahu diri.

Saat ini Kuansing masih memelihara hobi lama, yaitu tunda bayar. Kewajiban keuangan daerah belum lunas. Hak-hak pegawai PPPK, PPPK paruh waktu, hingga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) masih sering tersendat.

Utang ke pihak ketiga menumpuk, tetapi pemerintah malah sibuk menambah meja kerja baru. Ini persis seperti orang yang kelaparan tetapi memaksakan diri mencicil iPhone terbaru demi gengsi, walau perutnya berbunyi keroncongan.

Urusan birokrasi pasca-pemekaran ini juga sangat melelahkan. Efendi, jubir Nasdem-PKS, mengingatkan soal rumitnya masa transisi. Mengurus perpindahan aset, memindahkan personel, hingga mengubah stempel itu butuh waktu berbulan-bulan.

Selama masa sibuk pindahan rumah itu, pelayanan publik pasti akan terbengkalai. Anggaran habis terserap untuk hal-hal administratif yang tidak ada hubungannya dengan urusan perut rakyat.

Padahal, ada Perpres Nomor 1 Tahun 2025 yang mengamanatkan efisiensi total. Semangat zaman sekarang itu adalah birokrasi yang ramping. Kaya fungsi, miskin struktur. Kuansing justru memilih jalan memutar dengan prinsip miskin uang, kaya struktur.

Hari Kamisnya, giliran Wakil Bupati H. Muklisin yang naik panggung. Beliau melempar senyum optimis khas pejabat. Pemkab tetap yakin aturan ini bakal disahkan oleh DPRD Kuansing.

Alasannya sangat normatif, yaitu melaksanakan amanat regulasi pusat dan menyelaraskan Asta Cita Presiden. Ditambah lagi sebuah argumen yang agak ajaib, bahwa dinas baru ini nanti yang akan kreatif mencari duit untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 250 miliar.

Logika ini yang sukses membuat orang di warung kopi tersedak gorengan. 

Menambah dinas baru untuk menaikkan PAD adalah logika yang terbalik. Itu sama saja dengan membeli tujuh kendaraan baru dengan harapan salah satunya bisa dipakai menarik penumpang demi membayar cicilannya.

Pengeluaran untuk gaji dan operasional itu nilainya sudah pasti keluar sejak hari pertama, sementara pendapatannya masih berupa potensi yang belum jelas wujudnya. Kalau potensinya meleset, daerah akan mengalami kerugian dua kali lipat.

Masyarakat Kuansing hari ini tidak memerlukan papan nama dinas baru di pinggir jalan. Mereka memerlukan jalanan yang mulus tanpa lubang, obat-obatan yang tersedia di puskesmas, serta fasilitas sekolah yang layak untuk anak-anak mereka.

Menggemukkan birokrasi di tengah dompet yang sedang kempes adalah bentuk salah urus anggaran yang sangat fatal.

DPRD sudah membunyikan peringatan keras. Dua fraksi menolak total, lima fraksi lainnya memberi catatan merah. Bola sekarang sepenuhnya berada di tangan eksekutif.

Pemerintah daerah harus memilih antara terus memaksakan diri tampil mewah dengan uang pinjaman, atau mulai belajar mengukur bayang-bayang dengan badan.

Hidup miskin itu tidak memalukan, yang memalukan adalah berpura-pura kaya atas beban orang lain. (***) 
 

(Penulis merupakan jurnalis di riauin.com)


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Mobil Mogok

Surat Bermaterai Desi

Kesehatan Mental dan Neurodivergen: Tantangan Sebenarnya Bukan Sekadar Stigma

Lulusan Memilih Pekerjaan: Antara Realitas Pasar dan Sikap 'Menuntut'

Surat Terbuka Hj. Arnida

Jalan Panjang Kemandirian Pers Kita

Mobil Mogok

Surat Bermaterai Desi

Kesehatan Mental dan Neurodivergen: Tantangan Sebenarnya Bukan Sekadar Stigma

Lulusan Memilih Pekerjaan: Antara Realitas Pasar dan Sikap 'Menuntut'

Surat Terbuka Hj. Arnida

Jalan Panjang Kemandirian Pers Kita

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Kemenkop RI Beri Penghargaan Khusus Bupati Kasmarni, Satu-satunya Kepala Daerah di Riau
  • 2 Riau dan Sumbar Usul Tol Pekanbaru–Padang Lintasi Kuantan Singingi
  • 3 Kasus Tambang Emas Ilegal Kuansing: Ex-Legislator Jefriadi Ditangkap Jadi Pemodal
  • 4 Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
  • 5 Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
  • 6 Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
  • 7 Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
  • 8 Diduga Disusupi Anak Orang Mampu, Seleksi Sekolah Rakyat Kuansing Didesak Transparan
  • 9 Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Terkini +INDEKS

Pemko Pekanbaru Mulai Buka Layanan Perizinan di Empat Kecamatan

21 Agustus 2026
Manajemen Jamin Layanan Operasi hingga IGD RSD Madani Pekanbaru Berjalan Normal Usai Penggeledahan
21 Agustus 2026
Polres Pelalawan Pastikan Kasus Tambang Ilegal Kadus Kerumutan Tetap Lanjut Meski Ditangguhkan
21 Agustus 2026
Polda Riau Geledah RSD Madani Pekanbaru Selama 7 Jam, Ruang Manajemen Disisir Penyidik
21 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Janjikan Hadiah Umrah untuk Pemenang Lomba Tahfidz ASN
21 Agustus 2026
Telkomsel Liga Sang Juara Hadir di Sijunjung, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Digital Pendidikan
21 Agustus 2026
DPRD Pekanbaru Minta Pemko Tambah Alat Pemadam dan Edukasi Warga soal Karhutla
21 Agustus 2026
Diduga Minta Jatah Pemenang Proyek, Berkas Kasus Kadishub Siak Kembali Diserahkan ke Jaksa
21 Agustus 2026
Arus Deras Sungai Kuantan Seret Remaja 17 Tahun, Pencarian Hari Kedua Difokuskan 2 Kilometer ke Hilir
21 Agustus 2026
Kemenkop RI Beri Penghargaan Khusus Bupati Kasmarni, Satu-satunya Kepala Daerah di Riau
21 Agustus 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved