• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Dugaan Suap APBD 2017: LSM Permata Sebut Kinerja Kejari Kuansing Tak Beranjak Lenggang dari Ketiak
11 Juni 2026
Sentuhan Kak Ida, Radar Suhardiman, dan Mimpi Batik Kuansing Menyapa Dunia
11 Juni 2026
Demi Aliri 300 Hektar Sawah, Warga Pauh Pangean Swadaya Perbaiki Irigasi Jebol
10 Juni 2026
Polsek Cerenti Bakar 31 Rakit Tambang Emas Ilegal, Kapolres Kuansing Minta Tokoh Adat Turun Tangan
09 Juni 2026
Tiga Kali Razia Dua Minggu: PETI di Cerenti Tetap Menjamur, Hukum Dinilai Ompong
09 Juni 2026

  • Home
  • Opini

Sentuhan Kak Ida, Radar Suhardiman, dan Mimpi Batik Kuansing Menyapa Dunia

Redaksi

Kamis, 11 Juni 2026 14:17:15 WIB
Cetak

Peragaan Batik Kuansing di Kepri

 

Oleh: Hendrianto

PAGI ini, sebuah pesan masuk di ponsel saya. Isinya sebuah foto. Pengirimnya adalah seorang warga Kuantan Singingi (Kuansing) yang kini menetap di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).

Rupanya, mereka membaca tulisan saya sebelumnya. Tulisan tentang Batik Kuansing Batik Nagori.

Saya terkejut. Sekaligus bangga. Ternyata, nun jauh di seberang lautan sana, di tanah Kepri, batik Kuansing juga diproduksi. Dari bumi Gurindam, Batik Kuansing kini bersiap menyapa dunia.

Bagi saya pribadi, Tanjungpinang punya cerita tersendiri. Kota ini sudah seperti kampung halaman kedua. Saya tumbuh besar di sana. Cukup lama saya menetap dan menjalani hari-hari di sana.

Jadi, ketika mendengar ada napas kebudayaan Kuansing berembus di Tanjungpinang, ada rasa hangat yang menjalar di dada.

"Apakah ada Batik Kuantan Singingi diproduksi di Tanjungpinang?"

Pertanyaan itu meluncur dari mulut Bupati Kuansing, Suhardiman Ambi. Nadanya datar, setengah tersenyum, tapi sorot matanya serius. Kejadiannya September 2022 lalu. Tempatnya di Hotel CK Tanjungpinang.

Saat itu, Pak Bupati sedang menghadiri pengukuhan pengurus Ikatan Warga Kuantan Singingi (IWAKUSI) Tanjungpinang-Bintan. Di sela acara, ada kejutan: Parade Batik Mustika Baserah.

Bagi orang awam, pertanyaan bupati mungkin terdengar sepele. Biasa saja. Tapi bagi saya, seorang jurnalis, itu sinyal besar. Itu tanda seorang kepala daerah punya radar yang peka terhadap aset budayanya. Beliau kaget sekaligus bangga, karya seni dari kampung halaman justru tumbuh subur di rantau orang.

Dan Suhardiman tidak sekadar bertanya. Beliau mengeksekusinya menjadi kebijakan di kampung halaman.

Tengok saja di Kuansing sekarang. Seluruh instansi pemerintah wajib memakai baju batik daerah. Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadikannya seragam resmi. Batik bukan lagi sekadar kain corak, tapi sudah menjelma menjadi identitas nagori yang dibawa terbang hingga ke luar provinsi.

Perhatian Suhardiman pada batik sebenarnya bukan barang baru. Ingatan saya melayang ke bulan November 2021. Di halaman Kantor Camat Kuantan Hilir. Saat itu ada acara Silaturrahim Alumni SMPN Baserah yang bersempena dengan HUT PGRI.

Seorang perempuan bernama Arnida Warnis menghadap bupati. Akrab disapa Kak Ida. Beliau membawa dokumen rancangan batik yang ingin dibikinnya.

Respons bupati? Kilat. Beliau langsung menyodorkan berkas itu kepada Plt. Sekda Agusmandar yang ikut mendampingi. "Tolong langsung diperiksa dan dieksekusi," perintah bupati saat itu.

Suhardiman bangga luar biasa. Ada anak jati Kuansing yang berani membuka usaha batik daerah di perantauan. Langkah Kak Ida ini adalah fondasi awal bagaimana kebudayaan Kuansing bisa melebarkan sayapnya, menembus batas geografis.

Maka, ketika September 2022 beliau menginjakkan kaki di Tanjungpinang, senyumnya buncah. Anak-anak muda asal Kuansing mendadak jadi model catwalk. Mereka melenggang luwes memamerkan kain Batik Mustika Baserah.

Musiknya? Calempong yang dimainkan rancak oleh 'mondek-mondek' perantauan. "Itu batik terbuat dari bahan apa?" tanya bupati lagi, antusias. Matanya tak lepas memandang motif-motif yang diperagakan.

Ada rasa tidak percaya, sekaligus haru. Anak Baserah, Kuantan Hilir, sukses membangkitkan selera pencinta batik di tanah rantau.

Bagi Kak Ida, nama Mustika Baserah bukan sekadar merek dagang. Itu doa. Itu harapan. Itu cerminan harga diri. Sebuah pesan seni yang dikirim dari sebuah kampung kecil bernama Basogha (Baserah) untuk diperkenalkan ke panggung dunia.

Batik ini lahir dari rasa rindu. Rindu yang mendalam pada kampung halaman. Rekaman masa kecil Kak Ida yang begitu membekas di sanubari, dituangkan semuanya ke atas kain.

Di salah satu foto yang dikirim ke ponsel saya, terlihat Kak Ida memakai caping. Mengenakan masker bermotif batik. Beliau berdiri di tengah ladang berair, menggenggam seikat bunga seroja (teratai) berwarna merah muda segar.

Itulah rahasianya. Motif Batik Mustika Baserah tidak lahir dari lamunan di meja kerja. Kak Ida benar-benar turun ke ladang. Masuk ke rawa. Berburu bungo demi mendapatkan bentuk yang paling autentik. Nilai keaslian inilah yang membuat batik ini punya daya tawar tinggi untuk bersaing di kancah internasional.

Maka jangan heran jika motifnya sangat kaya. Dan alhamdulillah, per 11 Januari 2022, karya ini sudah resmi mengantongi HAKI dari Kemenkumham dengan nomor EC00202202428.

Di tangan Kak Ida, alam dan tradisi Kuansing pindah ke kain. Ada motif perahu pacu, calempong, sasampek, tikuluk mondek, dan tugu baserah. Ada juga bungo bujang gadih, bungo seroja, buah rumbia, hingga serkap/sarokok. Bahkan daun semanggi, bungo keduduk, rambutan kalintunjuk, pesona rimba, dan daun benalu sisik naga pun ikut menari di sana.

Batik memang bukan sekadar kain. Di dalam setiap goresannya ada cerita, ada proses panjang masuk ladang, dan ada rasa yang ikut ditenun. Batik adalah bahasa visual yang universal.

Suhardiman Ambi punya mimpi besar: menjadikan Kuansing sebagai sentra batik di Riau. Selera estetikanya tinggi, dan beliau paham filosofi di balik selembar kain.

Gerakan dari Kepri ini bisa menjadi batu loncatan strategis. Tanjungpinang dan Batam adalah pintu gerbang internasional. Dari sanalah Batik Kuansing bisa dengan mudah melenggang ke Singapura, Malaysia, dan belahan dunia lainnya.

Namun, jalan ke sana masih panjang. Pelaku ekonomi kreatif batik di Kuansing belum banyak. Skala produksinya harus digenjot. Sistem promosi dan pemasarannya ke depan juga wajib dipikirkan matang-matang agar gaung "menyapa dunia" ini bukan sekadar slogan, melainkan realitas.

Sinergi pemimpin yang responsif dan pengrajin yang militan seperti Kak Ida adalah modal utama.

Sebagai penutup, mari kita titipkan doa lewat sebait pantun untuk tanah kelahiran:

Batik bernama Mustika Baserah,
Terkenal di seluruh Rantau Kuantan.
Budaya dijunjung adat disembah,
Pakaian batik jadi idaman.

Batik terbuat melalui proses,
Batik disimpan di depan cermin.
Bapak Suhardiman Ambi selalu sukses,
Untuk masa depan Kuansing yang lebih terjamin. (***)
 

(Penulis merupakan jurnalis di Riauin.com)


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Memelihara Harapan

Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo

Pendidikan Hibrida Bukan Lagi Pilihan, Tetapi Kebutuhan

Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi

Newsfluencer Menggantikan Wartawan? Menimbang Sertifikasi dan Kode Etik

Jabatan Tak Boleh Berkurban

Memelihara Harapan

Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo

Pendidikan Hibrida Bukan Lagi Pilihan, Tetapi Kebutuhan

Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi

Newsfluencer Menggantikan Wartawan? Menimbang Sertifikasi dan Kode Etik

Jabatan Tak Boleh Berkurban

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Polsek Cerenti Bakar 31 Rakit Tambang Emas Ilegal, Kapolres Kuansing Minta Tokoh Adat Turun Tangan
  • 2 Cerenti 'Menyala' Lagi: Baru Dua Hari Razia, Ratusan Rakit PETI Kembali Beroperasi
  • 3 Sebut Bakar Rakit Hanya Sandiwara, Warga Kuansing Tantang Polisi Tangkap Pengepul Emas
  • 4 Usai Minta Maaf dan Bikin Pernyataan, Polisi Lepaskan Dua 'Pocong' Jadi-jadian di Taluk Kuansing
  • 5 Dua Remaja Berbaju Pocong Keliling Pakai Motor, Diamankan Polres Kuansing
  • 6 Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
  • 7 Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
  • 8 Capaian Rendah, Pekanbaru Berada di Peringkat 9 Program Cek Kesehatan Gratis di Riau
  • 9 Kebijakan Pemindahan Pohon di Pekanbaru Dinilai Tabrak Semangat Ranperda Penghijauan
Terkini +INDEKS

Dugaan Suap APBD 2017: LSM Permata Sebut Kinerja Kejari Kuansing Tak Beranjak Lenggang dari Ketiak

11 Juni 2026
Perempuan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dumai, Polres Selidiki Motif Pembunuhan
11 Juni 2026
Magang PHR Batch 9: Peluang Belajar, Berkarya, dan Berkontribusi
11 Juni 2026
Harga Daging dan Telur Ayam di Pekanbaru Turun, Bawang Putih Mulai Merangkak Naik
11 Juni 2026
Riau Bidik Rp 60 Miliar dari Ratusan Ribu Kendaraan Penunggak Pajak di Kampar
11 Juni 2026
Sentuhan Kak Ida, Radar Suhardiman, dan Mimpi Batik Kuansing Menyapa Dunia
11 Juni 2026
Tower Emergency 275 kV Galang–Simangkuk Berhasil Dienergize, Masyarakat Kembali Nikmati Listrik
11 Juni 2026
Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM
11 Juni 2026
MyTelkomsel dan Brand Telkomsel Raih Penghargaan Asia-Pasifik, Joyce Shia Sabet Twimbit Trailblazer Award
11 Juni 2026
Kuansing Percantik Kawasan Tepian Narosa Jelang MTQ Riau 2026
11 Juni 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved