• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pesta Pacu Jalur Berakhir, Warga Teluk Kuantan Dikepung Sampah
24 Agustus 2026
Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
24 Agustus 2026
Sengit di Empat Besar: Siapa Melenggang ke Grand Final?
23 Agustus 2026
Penentuan Jawara Sejati Tepian Narosa: Bintang Emas Cahaya Intan vs Alam Cahayo Tuah Nagoghi
23 Agustus 2026
Pacu Jalur 2026: 7 Jalur Amankan Tiket Perempat Final, Bintang Emas Cahaya Intan Melaju via Bye
23 Agustus 2026

  • Home
  • Opini

Sentuhan Kak Ida, Radar Suhardiman, dan Mimpi Batik Kuansing Menyapa Dunia

Redaksi

Kamis, 11 Juni 2026 14:17:15 WIB
Cetak

Peragaan Batik Kuansing di Kepri

 

Oleh: Hendrianto

PAGI ini, sebuah pesan masuk di ponsel saya. Isinya sebuah foto. Pengirimnya adalah seorang warga Kuantan Singingi (Kuansing) yang kini menetap di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).

Rupanya, mereka membaca tulisan saya sebelumnya. Tulisan tentang Batik Kuansing Batik Nagori.

Saya terkejut. Sekaligus bangga. Ternyata, nun jauh di seberang lautan sana, di tanah Kepri, batik Kuansing juga diproduksi. Dari bumi Gurindam, Batik Kuansing kini bersiap menyapa dunia.

Bagi saya pribadi, Tanjungpinang punya cerita tersendiri. Kota ini sudah seperti kampung halaman kedua. Saya tumbuh besar di sana. Cukup lama saya menetap dan menjalani hari-hari di sana.

Jadi, ketika mendengar ada napas kebudayaan Kuansing berembus di Tanjungpinang, ada rasa hangat yang menjalar di dada.

"Apakah ada Batik Kuantan Singingi diproduksi di Tanjungpinang?"

Pertanyaan itu meluncur dari mulut Bupati Kuansing, Suhardiman Ambi. Nadanya datar, setengah tersenyum, tapi sorot matanya serius. Kejadiannya September 2022 lalu. Tempatnya di Hotel CK Tanjungpinang.

Saat itu, Pak Bupati sedang menghadiri pengukuhan pengurus Ikatan Warga Kuantan Singingi (IWAKUSI) Tanjungpinang-Bintan. Di sela acara, ada kejutan: Parade Batik Mustika Baserah.

Bagi orang awam, pertanyaan bupati mungkin terdengar sepele. Biasa saja. Tapi bagi saya, seorang jurnalis, itu sinyal besar. Itu tanda seorang kepala daerah punya radar yang peka terhadap aset budayanya. Beliau kaget sekaligus bangga, karya seni dari kampung halaman justru tumbuh subur di rantau orang.

Dan Suhardiman tidak sekadar bertanya. Beliau mengeksekusinya menjadi kebijakan di kampung halaman.

Tengok saja di Kuansing sekarang. Seluruh instansi pemerintah wajib memakai baju batik daerah. Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadikannya seragam resmi. Batik bukan lagi sekadar kain corak, tapi sudah menjelma menjadi identitas nagori yang dibawa terbang hingga ke luar provinsi.

Perhatian Suhardiman pada batik sebenarnya bukan barang baru. Ingatan saya melayang ke bulan November 2021. Di halaman Kantor Camat Kuantan Hilir. Saat itu ada acara Silaturrahim Alumni SMPN Baserah yang bersempena dengan HUT PGRI.

Seorang perempuan bernama Arnida Warnis menghadap bupati. Akrab disapa Kak Ida. Beliau membawa dokumen rancangan batik yang ingin dibikinnya.

Respons bupati? Kilat. Beliau langsung menyodorkan berkas itu kepada Plt. Sekda Agusmandar yang ikut mendampingi. "Tolong langsung diperiksa dan dieksekusi," perintah bupati saat itu.

Suhardiman bangga luar biasa. Ada anak jati Kuansing yang berani membuka usaha batik daerah di perantauan. Langkah Kak Ida ini adalah fondasi awal bagaimana kebudayaan Kuansing bisa melebarkan sayapnya, menembus batas geografis.

Maka, ketika September 2022 beliau menginjakkan kaki di Tanjungpinang, senyumnya buncah. Anak-anak muda asal Kuansing mendadak jadi model catwalk. Mereka melenggang luwes memamerkan kain Batik Mustika Baserah.

Musiknya? Calempong yang dimainkan rancak oleh 'mondek-mondek' perantauan. "Itu batik terbuat dari bahan apa?" tanya bupati lagi, antusias. Matanya tak lepas memandang motif-motif yang diperagakan.

Ada rasa tidak percaya, sekaligus haru. Anak Baserah, Kuantan Hilir, sukses membangkitkan selera pencinta batik di tanah rantau.

Bagi Kak Ida, nama Mustika Baserah bukan sekadar merek dagang. Itu doa. Itu harapan. Itu cerminan harga diri. Sebuah pesan seni yang dikirim dari sebuah kampung kecil bernama Basogha (Baserah) untuk diperkenalkan ke panggung dunia.

Batik ini lahir dari rasa rindu. Rindu yang mendalam pada kampung halaman. Rekaman masa kecil Kak Ida yang begitu membekas di sanubari, dituangkan semuanya ke atas kain.

Di salah satu foto yang dikirim ke ponsel saya, terlihat Kak Ida memakai caping. Mengenakan masker bermotif batik. Beliau berdiri di tengah ladang berair, menggenggam seikat bunga seroja (teratai) berwarna merah muda segar.

Itulah rahasianya. Motif Batik Mustika Baserah tidak lahir dari lamunan di meja kerja. Kak Ida benar-benar turun ke ladang. Masuk ke rawa. Berburu bungo demi mendapatkan bentuk yang paling autentik. Nilai keaslian inilah yang membuat batik ini punya daya tawar tinggi untuk bersaing di kancah internasional.

Maka jangan heran jika motifnya sangat kaya. Dan alhamdulillah, per 11 Januari 2022, karya ini sudah resmi mengantongi HAKI dari Kemenkumham dengan nomor EC00202202428.

Di tangan Kak Ida, alam dan tradisi Kuansing pindah ke kain. Ada motif perahu pacu, calempong, sasampek, tikuluk mondek, dan tugu baserah. Ada juga bungo bujang gadih, bungo seroja, buah rumbia, hingga serkap/sarokok. Bahkan daun semanggi, bungo keduduk, rambutan kalintunjuk, pesona rimba, dan daun benalu sisik naga pun ikut menari di sana.

Batik memang bukan sekadar kain. Di dalam setiap goresannya ada cerita, ada proses panjang masuk ladang, dan ada rasa yang ikut ditenun. Batik adalah bahasa visual yang universal.

Suhardiman Ambi punya mimpi besar: menjadikan Kuansing sebagai sentra batik di Riau. Selera estetikanya tinggi, dan beliau paham filosofi di balik selembar kain.

Gerakan dari Kepri ini bisa menjadi batu loncatan strategis. Tanjungpinang dan Batam adalah pintu gerbang internasional. Dari sanalah Batik Kuansing bisa dengan mudah melenggang ke Singapura, Malaysia, dan belahan dunia lainnya.

Namun, jalan ke sana masih panjang. Pelaku ekonomi kreatif batik di Kuansing belum banyak. Skala produksinya harus digenjot. Sistem promosi dan pemasarannya ke depan juga wajib dipikirkan matang-matang agar gaung "menyapa dunia" ini bukan sekadar slogan, melainkan realitas.

Sinergi pemimpin yang responsif dan pengrajin yang militan seperti Kak Ida adalah modal utama.

Sebagai penutup, mari kita titipkan doa lewat sebait pantun untuk tanah kelahiran:

Batik bernama Mustika Baserah,
Terkenal di seluruh Rantau Kuantan.
Budaya dijunjung adat disembah,
Pakaian batik jadi idaman.

Batik terbuat melalui proses,
Batik disimpan di depan cermin.
Bapak Suhardiman Ambi selalu sukses,
Untuk masa depan Kuansing yang lebih terjamin. (***)
 

(Penulis merupakan jurnalis di Riauin.com)


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Mobil Mogok

Surat Bermaterai Desi

Kesehatan Mental dan Neurodivergen: Tantangan Sebenarnya Bukan Sekadar Stigma

Lulusan Memilih Pekerjaan: Antara Realitas Pasar dan Sikap 'Menuntut'

Surat Terbuka Hj. Arnida

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Mobil Mogok

Surat Bermaterai Desi

Kesehatan Mental dan Neurodivergen: Tantangan Sebenarnya Bukan Sekadar Stigma

Lulusan Memilih Pekerjaan: Antara Realitas Pasar dan Sikap 'Menuntut'

Surat Terbuka Hj. Arnida

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Alam Cahyo Tuah Nagoghi Rebut Tahta Tepian Narosa, Tumbangkan Juara Bertahan Bintang Emas Cahaya Intan
  • 2 Sengit di Empat Besar: Siapa Melenggang ke Grand Final?
  • 3 Penentuan Jawara Sejati Tepian Narosa: Bintang Emas Cahaya Intan vs Alam Cahayo Tuah Nagoghi
  • 4 Pacu Jalur 2026: 7 Jalur Amankan Tiket Perempat Final, Bintang Emas Cahaya Intan Melaju via Bye
  • 5 Panitia Pacu Jalur 2026 Kantongi Catatan Pelanggaran, Sanksi Adat dan Perbup Menanti
  • 6 Peta Kekuatan Perdelapan Final Pacu Jalur 2026: Siapa Layak ke Grand Final?
  • 7 Daftar 13 Jalur yang Lolos ke Babak Semifinal Pacu Jalur Teluk Kuantan
  • 8 Aksi Pamer Tuak di Gelanggang Pacu Jalur Bikin Geram Warga Lokal, PBK Minta Maaf
  • 9 Pemko Pekanbaru Mulai Buka Layanan Perizinan di Empat Kecamatan
Terkini +INDEKS

Antisipasi Dampak Asap Karhutla Riau, Presiden Prabowo Perintahkan Kirim Ratusan Pasokan Oksigen

24 Agustus 2026
Usut Pembakaran Lahan Konservasi PT TKWL, Polda Riau Buka Peluang Jerat Korporasi
24 Agustus 2026
Pesta Pacu Jalur Berakhir, Warga Teluk Kuantan Dikepung Sampah
24 Agustus 2026
Kunjungi Riau, Presiden Janji Tambah Helikopter Water Bombing untuk Atasi Karhutla
24 Agustus 2026
Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
24 Agustus 2026
Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar Murah Empat Hari di Pekanbaru, Ini Lokasinya
24 Agustus 2026
Atasi Kelangkaan Air Karhutla Kerumutan, Pemprov Riau Kerahkan 15 Alat Berat
24 Agustus 2026
Kualitas Udara Memburuk, Siswa Pekanbaru Belajar dari Rumah Mulai Senin Ini
24 Agustus 2026
Karya Modifikator Riau Pukau Ribuan Pengunjung, Honda Modif Contest 2026 Pekanbaru Tentukan Pemenang
24 Agustus 2026
Polres Pelalawan Amankan Pria Diduga Pengedar Sabu di Pangkalan Lesung
24 Agustus 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved