Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
H. Halim bersama kelompok masyarakat Dabo Singkep, Kabuoaten Lingga
Laporan; Hendrianto.
RIAUIN.COM- Nama H. Halim sudah sangat lekat dengan Kuansing. Di Kuantan Singingi, Riau, dia bukan orang sembarangan. Pengusaha sukses. Mantan Wakil Bupati pula.
Tapi sejak 2024, Halim punya kesibukan baru. Wajahnya lebih sering terlihat di Dabo Singkep. Jauh di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.
Dia sedang punya misi besar: membawa warna baru.
Selama ini, kalau bicara Dabo Singkep, yang terbayang adalah laut. Nelayan. Perikanan. Itulah urat nadi ekonomi masyarakat di sana.
Kelapa sawit? Asing sekali. Jangankan menanamnya, membayangkannya saja mungkin jarang.
Nah, Halim ingin mendobrak kebiasaan itu. Dia melihat potensi lain di daratan Dabo.
"Kita fokus majukan perekonomian Dabo," katanya mantap.
Caranya? Lewat ekspansi perkebunan kelapa sawit.
Halim tidak datang sebagai juragan yang sekadar mencaplok lahan. Dia membawa konsep kerja sama. Bermitra langsung dengan masyarakat setempat.
Warga lokal tidak menonton, tapi ikut menanam dan memanen harapan. Bagi warga Dabo, ini angin segar. Sektor perikanan tentu bagus, tapi diversifikasi ekonomi jelas menjanjikan stabilitas.
Bayangkan beberapa tahun ke depan. Ketika pohon-pohon sawit itu mulai menghijau. Lalu, berdiri pabrik pengolahan kelapa sawit di sana.
Itu bukan lagi sekadar perubahan. Itu lompatan raksasa.
Ekonomi warga akan bergerak cepat. Lapangan kerja terbuka lebar, dari hulu sampai hilir. Efek dominonya luar biasa. Dan yang pasti, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lingga bakal melonjak drastis.
Bahkan, kalau perlu, jangan tanggung-tanggung. Jangan cuma berhenti di pabrik crude palm oil (CPO). Bangun sekalian pabrik minyak gorengnya di Dabo Singkep.
Jika itu terwujud, Lingga bisa mandiri. Luar biasa. Dari pulau kecil, bisa memproduksi minyak goreng sendiri. Harganya pasti lebih murah karena tak perlu ongkos angkut kapal yang mahal dari luar pulau.
Harapan masyarakat kini membubung tinggi. Mereka menyambut baik tangan terbuka dari Kuansing ini. Ada asa baru bahwa ekonomi keluarga mereka bisa mendongkrak naik, melompat lebih tinggi dari sekadar hasil jaring di laut.
Tentu, mengubah kultur nelayan menjadi pekebun tidak instan. Perlu adaptasi. Perlu ketekunan.
Namun dengan modal pengalaman Halim dan semangat membara warga Dabo, pohon-pohon sawit itu tidak lama lagi akan mulai bertunas. Membawa hijau yang makmur bagi bumi Lingga. (***)
Berita Lainnya
Tolak RUU Penyiaran, Aliansi Jurnalis Kepri Unjuk Rasa ke DPRD Batam
Hadiri Halal Bihalal, Bupati Karimin Lantik Ketua IWKK Pekanbaru Terpilih
BNPT dan FKPT Gelar Youth of Indonesia, Perdana di Kepulauan Riau
Kapal Tongkang Muatan Ratusan Kontainer dari Perawang Tenggelam di Perairan Karimun
Tausiah Bersama Ibu-ibu Pengajian di Masjid, Ustad di Batam Diserang Pria Tak Dikenal
Nasabah Non Muslim Dukung Bank Riau Kepri Jadi Bank Umum Syariah
Tolak RUU Penyiaran, Aliansi Jurnalis Kepri Unjuk Rasa ke DPRD Batam
Hadiri Halal Bihalal, Bupati Karimin Lantik Ketua IWKK Pekanbaru Terpilih
BNPT dan FKPT Gelar Youth of Indonesia, Perdana di Kepulauan Riau
Kapal Tongkang Muatan Ratusan Kontainer dari Perawang Tenggelam di Perairan Karimun
Tausiah Bersama Ibu-ibu Pengajian di Masjid, Ustad di Batam Diserang Pria Tak Dikenal
Nasabah Non Muslim Dukung Bank Riau Kepri Jadi Bank Umum Syariah