PILIHAN
Serangan Oposisi ke Pemerintah: Dari Tiang LRT Sampai Utang
Jakarta, Riauin.com - Dalam kurun waktu seminggu terakhir, pemerintah disibukkan menjawab berbagai tudingan yang dilontarkan oleh partai oposisi. Berbagai pernyataan yang mengandung tudingan miring terhadap apa yang dikerjakan pemerintah dikeluarkan.
Sejumlah perwakilan pemerintah pun menyampaikan komentarnya terhadap segala tuduhan tersebut. Mulai dari Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, hingga Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Serangan diawali oleh pidato Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto pada saat menghadiri acara silaturahmi kader di Hotel Grand Rajawali, Palembang, Kamis (21/6) lalu. Saat itu Prabowo yang tengah berpidato di depan ribuan kader Gerindra menyinggung biaya pembangunan LRT di Indonesia yang menurutnya terlampau mahal, dan menuduh adanya mark up.
Berselang dua hari setelah itu, Prabowo kembali mengkritik jumlah cadangan devisa Indonesia yang menurutnya terlalu kecil. Di acara halalbihalal bersama warga Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang itu, Ketum Partai Gerindra tersebut membandingkan cadangan devisa Indonesia dengan Singapura dan Thailand.
Prabowo kembali menyerang pemerintah dengan menyinggung soal utang Indonesia yang dia bilang hampir menyentuh Rp 9.000 triliun. Kali ini dia memaparkannya di Jakarta dengan menunjukkan data Moody's yang jadi sumber rujukan berita Bloomberg.
Tak sampai di situ, pemerintah kembali mendapat serangan dari Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Politisi PKS tersebut mencurigai pembangunan tiang-tiang LRT di Indonesia yang menurutnya terlalu tinggi.
Menurut Fahri, LRT bisa saja dibangun di bawah tanah agar biaya pembangunan menggunakan tiang bisa diminimalisir. Fahri pun meminta dilakukannya audit terhadap anggaran pembangunan LRT.
Sejumlah perwakilan pemerintah pun menyampaikan komentarnya terhadap segala tuduhan tersebut. Mulai dari Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, hingga Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Serangan diawali oleh pidato Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto pada saat menghadiri acara silaturahmi kader di Hotel Grand Rajawali, Palembang, Kamis (21/6) lalu. Saat itu Prabowo yang tengah berpidato di depan ribuan kader Gerindra menyinggung biaya pembangunan LRT di Indonesia yang menurutnya terlampau mahal, dan menuduh adanya mark up.
Berselang dua hari setelah itu, Prabowo kembali mengkritik jumlah cadangan devisa Indonesia yang menurutnya terlalu kecil. Di acara halalbihalal bersama warga Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang itu, Ketum Partai Gerindra tersebut membandingkan cadangan devisa Indonesia dengan Singapura dan Thailand.
Prabowo kembali menyerang pemerintah dengan menyinggung soal utang Indonesia yang dia bilang hampir menyentuh Rp 9.000 triliun. Kali ini dia memaparkannya di Jakarta dengan menunjukkan data Moody's yang jadi sumber rujukan berita Bloomberg.
Tak sampai di situ, pemerintah kembali mendapat serangan dari Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Politisi PKS tersebut mencurigai pembangunan tiang-tiang LRT di Indonesia yang menurutnya terlalu tinggi.
Menurut Fahri, LRT bisa saja dibangun di bawah tanah agar biaya pembangunan menggunakan tiang bisa diminimalisir. Fahri pun meminta dilakukannya audit terhadap anggaran pembangunan LRT.
Mari kita lihat kembali tudingan dan jawaban-jawaban yang dilontarkan pemerintah terhadap segala tuduhan tersebut, seperti dirangkum wartawan, Kamis (28/6/2018).(int/nol)
sumber: detik
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V