Krisis Air Hambat Pendinginan 81 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Riau
RIAUIN.COM - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau memasuki fase krusial. Tim gabungan Manggala Agni kini memfokuskan operasi pada penyiraman mendalam untuk memutus potensi munculnya api baru dari dalam lapisan gambut di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Selasa (21/7/2026).
Penyisiran bara di lahan seluas 81 hektare tersebut memasuki hari ketujuh. Meski kobaran api di permukaan tanah sudah tak lagi terlihat, karakter gambut yang tebal membuat ancaman kebakaran susulan tetap tinggi jika kelembapan tanah tidak dijaga.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengungkapkan, tantangan utama petugas di lapangan saat ini adalah menuntaskan sumber panas yang terisolasi di bawah permukaan.
"Pagi ini empat regu Manggala Agni masih terus melakukan penanganan di Pematang Pudu. Penanganan di lahan gambut memang membutuhkan waktu, ketelitian, dan kesabaran karena bara bisa bertahan di bawah permukaan tanah. Kemarin juga tidak terjadi hujan di lokasi sehingga upaya pendinginan harus terus dilakukan secara maksimal," kata Ferdian saat dikonfirmasi, Selasa.
Kondisi cuaca yang terik tanpa guyuran hujan sejak awal pekan memperberat kerja personel Manggala Agni. Keringnya sumber daya air di sekitar lokasi memaksa petugas mengandalkan kanal-kanal kecil yang debitnya terus menyusut. Petugas bahkan harus mengeruk lumpur terlebih dahulu agar mesin pompa dapat menyedot air secara optimal.
Ferdian menambahkan, pemeriksaan dilakukan pada tiap jengkal area terdampak guna memastikan tidak ada lagi titik panas tersisa sebelum penarikan pasukan dilakukan.
"Kami tidak ingin terburu-buru menyatakan selesai. Prioritas kami memastikan tidak ada lagi bara yang tersisa sehingga lokasi benar-benar aman dan tidak terjadi kebakaran ulang," ujar Ferdian.
Hingga Selasa sore, empat regu pemadam masih bertahan di lokasi untuk membasahi area secara berulang. Satuan tugas terus bersiap di lapangan sampai seluruh kawasan Pematang Pudu dipastikan benar-benar steril dari bara api. (Bil)
Berita Lainnya
Harga TBS Swadaya di Riau Naik Lagi, Dipicu Penguatan Pasar CPO
Atasi Luapan Air di Jalan Sudirman, Pemprov Riau Siap Pasang Box Culvert Akhir Juli
Defisit Fiskal Riau, Perusahaan Diajak Kolaborasi Perbaiki Jalan Rusak di Mahato-Simpang Manggala
Sanggar Keletah Budak Suguhkan Operet Anak 'Dedap Durhaka'
Seleksi Komisaris PT PER Dibuka, Pemprov Riau Tekankan Integritas dan Tata Kelola BUMD
Realisasi Cek Kesehatan Gratis Baru 18,5 Persen, Pemprov Riau Kejar Target Nasional
Harga TBS Swadaya di Riau Naik Lagi, Dipicu Penguatan Pasar CPO
Atasi Luapan Air di Jalan Sudirman, Pemprov Riau Siap Pasang Box Culvert Akhir Juli
Defisit Fiskal Riau, Perusahaan Diajak Kolaborasi Perbaiki Jalan Rusak di Mahato-Simpang Manggala
Sanggar Keletah Budak Suguhkan Operet Anak 'Dedap Durhaka'
Seleksi Komisaris PT PER Dibuka, Pemprov Riau Tekankan Integritas dan Tata Kelola BUMD
Realisasi Cek Kesehatan Gratis Baru 18,5 Persen, Pemprov Riau Kejar Target Nasional