PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Keilmuan UAS Mumpuni
LAM Riau Kecam Kemenag RI Terkait Rilis 200 Nama Mubalig
PEKANBARU, Riauin.com - Polemik rilis 200 nama mubalig yang
direkomendasikan oleh Kementerian Agama RI hingga kini masih terus
bergulir. Ketiadaan nama-nama ustaz kondang seperti Ustaz Abdul Somad,
Adi Hidayat, Tengku Zulkarnain, Buya Yahya dan beberapa lainnya telah
menimbulkan kecaman dari Umat.
Hal ini membuat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) angkat bicara. Seperti yang disampaikan ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Al Azhar, menurutnya Kemenag melakukan blunder atas hal tersebut.
"Kemenag melakukan blunder, Kemenag melakukan sebuah keputusan yang dari segi manapun ditinjau itu lemah. Kecuali mau main politik, jadi Kemenag mau membentuk pikiran bangsa ini yang lebih dari dua ratus juta umat muslim ini, Kemenag melakukan sesuatu yang tak bisa dibela," tegas Al Azhar saat berbincang dengan wartawan, senin (21/05/2018).
Al azhar mengatakan, keputusan Kemenag tidak memasukkan UAS juga akan menimbulkan persepsi negatif terhadap Pemerintahan saat ini oleh masyarakat, khususnya yang berada di Provinsi Riau.
"Bagi masyarakat UAS itu memiliki kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, serta memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi. Kalau UAS tidak termasuk (ke daftar 200 mubalig rekomendasi Kemenang), itu artinya yang mengumumkan (merilis) yang tidak kompeten," tuturnya.
Agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, Al azhar meminta Kemenag bisa mencabut keputusan tersebut.
"Menurut saya batalkan (daftar 200 mubalig rekomendasi Kemenag), cabut itu," tegasnya.
Al azhar menambahkan, selain UAS, masih banyak lagi ulama-ulama berkompeten lain yang juga tidak termasuk ke dalam daftar 200 nama mubalig rekomendasi Kemenag.
"Masih banyak ulama lain yang gak masuk. Saya mempertanyakan kapabilitas Kementerian Agama," pungkasnya.
Seperti yang diketahui, beberapa hari lalu Kemenag mengumumkan 200 nama mubalig atau penceramah yang direkomendasikan untuk bisa mengisi berbagai kegiatan keagamaan. Baik di tempat ibadah, sekolah ataupun lainnya.(int/nol)
Hal ini membuat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) angkat bicara. Seperti yang disampaikan ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Al Azhar, menurutnya Kemenag melakukan blunder atas hal tersebut.
"Kemenag melakukan blunder, Kemenag melakukan sebuah keputusan yang dari segi manapun ditinjau itu lemah. Kecuali mau main politik, jadi Kemenag mau membentuk pikiran bangsa ini yang lebih dari dua ratus juta umat muslim ini, Kemenag melakukan sesuatu yang tak bisa dibela," tegas Al Azhar saat berbincang dengan wartawan, senin (21/05/2018).
Al azhar mengatakan, keputusan Kemenag tidak memasukkan UAS juga akan menimbulkan persepsi negatif terhadap Pemerintahan saat ini oleh masyarakat, khususnya yang berada di Provinsi Riau.
"Bagi masyarakat UAS itu memiliki kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, serta memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi. Kalau UAS tidak termasuk (ke daftar 200 mubalig rekomendasi Kemenang), itu artinya yang mengumumkan (merilis) yang tidak kompeten," tuturnya.
Agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, Al azhar meminta Kemenag bisa mencabut keputusan tersebut.
"Menurut saya batalkan (daftar 200 mubalig rekomendasi Kemenag), cabut itu," tegasnya.
Al azhar menambahkan, selain UAS, masih banyak lagi ulama-ulama berkompeten lain yang juga tidak termasuk ke dalam daftar 200 nama mubalig rekomendasi Kemenag.
"Masih banyak ulama lain yang gak masuk. Saya mempertanyakan kapabilitas Kementerian Agama," pungkasnya.
Seperti yang diketahui, beberapa hari lalu Kemenag mengumumkan 200 nama mubalig atau penceramah yang direkomendasikan untuk bisa mengisi berbagai kegiatan keagamaan. Baik di tempat ibadah, sekolah ataupun lainnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK