PILIHAN
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
Keilmuan UAS Mumpuni
LAM Riau Kecam Kemenag RI Terkait Rilis 200 Nama Mubalig
PEKANBARU, Riauin.com - Polemik rilis 200 nama mubalig yang
direkomendasikan oleh Kementerian Agama RI hingga kini masih terus
bergulir. Ketiadaan nama-nama ustaz kondang seperti Ustaz Abdul Somad,
Adi Hidayat, Tengku Zulkarnain, Buya Yahya dan beberapa lainnya telah
menimbulkan kecaman dari Umat.
Hal ini membuat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) angkat bicara. Seperti yang disampaikan ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Al Azhar, menurutnya Kemenag melakukan blunder atas hal tersebut.
"Kemenag melakukan blunder, Kemenag melakukan sebuah keputusan yang dari segi manapun ditinjau itu lemah. Kecuali mau main politik, jadi Kemenag mau membentuk pikiran bangsa ini yang lebih dari dua ratus juta umat muslim ini, Kemenag melakukan sesuatu yang tak bisa dibela," tegas Al Azhar saat berbincang dengan wartawan, senin (21/05/2018).
Al azhar mengatakan, keputusan Kemenag tidak memasukkan UAS juga akan menimbulkan persepsi negatif terhadap Pemerintahan saat ini oleh masyarakat, khususnya yang berada di Provinsi Riau.
"Bagi masyarakat UAS itu memiliki kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, serta memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi. Kalau UAS tidak termasuk (ke daftar 200 mubalig rekomendasi Kemenang), itu artinya yang mengumumkan (merilis) yang tidak kompeten," tuturnya.
Agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, Al azhar meminta Kemenag bisa mencabut keputusan tersebut.
"Menurut saya batalkan (daftar 200 mubalig rekomendasi Kemenag), cabut itu," tegasnya.
Al azhar menambahkan, selain UAS, masih banyak lagi ulama-ulama berkompeten lain yang juga tidak termasuk ke dalam daftar 200 nama mubalig rekomendasi Kemenag.
"Masih banyak ulama lain yang gak masuk. Saya mempertanyakan kapabilitas Kementerian Agama," pungkasnya.
Seperti yang diketahui, beberapa hari lalu Kemenag mengumumkan 200 nama mubalig atau penceramah yang direkomendasikan untuk bisa mengisi berbagai kegiatan keagamaan. Baik di tempat ibadah, sekolah ataupun lainnya.(int/nol)
Hal ini membuat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) angkat bicara. Seperti yang disampaikan ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Al Azhar, menurutnya Kemenag melakukan blunder atas hal tersebut.
"Kemenag melakukan blunder, Kemenag melakukan sebuah keputusan yang dari segi manapun ditinjau itu lemah. Kecuali mau main politik, jadi Kemenag mau membentuk pikiran bangsa ini yang lebih dari dua ratus juta umat muslim ini, Kemenag melakukan sesuatu yang tak bisa dibela," tegas Al Azhar saat berbincang dengan wartawan, senin (21/05/2018).
Al azhar mengatakan, keputusan Kemenag tidak memasukkan UAS juga akan menimbulkan persepsi negatif terhadap Pemerintahan saat ini oleh masyarakat, khususnya yang berada di Provinsi Riau.
"Bagi masyarakat UAS itu memiliki kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, serta memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi. Kalau UAS tidak termasuk (ke daftar 200 mubalig rekomendasi Kemenang), itu artinya yang mengumumkan (merilis) yang tidak kompeten," tuturnya.
Agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, Al azhar meminta Kemenag bisa mencabut keputusan tersebut.
"Menurut saya batalkan (daftar 200 mubalig rekomendasi Kemenag), cabut itu," tegasnya.
Al azhar menambahkan, selain UAS, masih banyak lagi ulama-ulama berkompeten lain yang juga tidak termasuk ke dalam daftar 200 nama mubalig rekomendasi Kemenag.
"Masih banyak ulama lain yang gak masuk. Saya mempertanyakan kapabilitas Kementerian Agama," pungkasnya.
Seperti yang diketahui, beberapa hari lalu Kemenag mengumumkan 200 nama mubalig atau penceramah yang direkomendasikan untuk bisa mengisi berbagai kegiatan keagamaan. Baik di tempat ibadah, sekolah ataupun lainnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V