PILIHAN
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
Eddie Yusti: Jangan Beri Tempat Paham Radikalisme-Terorisme di Bumi NKRI
FKPT Riau Kutuk Keras Aksi Teror Bom Gereja di Surabaya
PEKANBARU, Riauin.com - Aksi teror adalah perbuatan biadab, yang bertentangan dengan norma kamanusiaan dan ajaran agama manapun. Oleh sebab itu paham radikalisme dan terorisme tidak boleh mendapat tempat di bumi NKRI.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Riau H Eddie Yusti, sembari mengutuk peristiwa teror bom yang menimpa tiga gereja di Kota Surabaya, Minggu pagi (14/5/2018). FKPT Riau mendorong pihak kepolisian mengusut tuntas dalang aksi biadab ini.
“Kami mengutuk sekeras-kerasnya aksi terorisme ini. Ini jelas sebuah kebiadaban. Tempat ibadah, orang yang akan beribadah, menjadi sasaran teroris hingga menimbulkan korban jiwa masyarakat yang tidak bersalah. Jangan gunakan agama untuk menjadikan pembenaran terhadap aksi biadab ini. Sebab agama mana pun di dunia ini tak ada yang mengajarkan kekerasan kepada umatnya. Apalagi sampai membunuh manusia di dalam rumah ibadah,†ujar Eddie dalam rilis pernyataan sikap yang diterima wartawan, Minggu (13/5/2018).
Eddie menyebutkan, terorisme memang masih ada di negara kita, termasuk sel-selnya yang berada di sejumlah tempat di Indonesia. Riau termasuk kawasan yang disasar kelompok teror tersebut karena posisinya yang berada di perbatasan negara.
"Baru saja kami prihatin atas peristiwa berdarah di Mako Brimob Jakarta yang melibatkan napi terorisme asal Riau, sekarang kita dikejutkan oleh peristiwa biadab di Surabaya. Dan ini menjadi alarm kewaspadaan bagi kita bahwa paham radikalisme dan terorisme di Indonesia, khususnya di Riau, masih wujud," kata Eddie didampingi Sekretaris FKPT Riau Hj Dinawati.
Dikatakan, tugas untuk memberantas paham dan kelompok radikal ini, lanjut Eddie, bukan hanya tugas pemerintah, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan kepolisian.
“Itu tugas kita bersama, seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menghancurkan paham-paham radikal dan aksi terorisme yang dilakukan segelintir orang. Mereka berupaya memecah belah bangsa ini, mengadu domba dengan bom-bom yang mereka ledakkan,†kata Yaya.
Lebih lanjut Eddie mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Riau, agar tetap tenang dan tidak terpancing upaya provokasi apapun berkaitan dengan aksi terorisme ini. Selain itu, Yaya pun meminta masyarakat untuk tidak mudah berbagi info-info palsu atau hoaks yang bisa memperuncing keadaan.
“Tetap wasapada dan serahkan semua penanganannya kepada pihak kepolisian. Kami yakin kepolisian bisa mengungkap kejahatan kemanusiaan ini,†kata Eddie.(rls/vie)
Hal tersebut diungkapkan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Riau H Eddie Yusti, sembari mengutuk peristiwa teror bom yang menimpa tiga gereja di Kota Surabaya, Minggu pagi (14/5/2018). FKPT Riau mendorong pihak kepolisian mengusut tuntas dalang aksi biadab ini.
“Kami mengutuk sekeras-kerasnya aksi terorisme ini. Ini jelas sebuah kebiadaban. Tempat ibadah, orang yang akan beribadah, menjadi sasaran teroris hingga menimbulkan korban jiwa masyarakat yang tidak bersalah. Jangan gunakan agama untuk menjadikan pembenaran terhadap aksi biadab ini. Sebab agama mana pun di dunia ini tak ada yang mengajarkan kekerasan kepada umatnya. Apalagi sampai membunuh manusia di dalam rumah ibadah,†ujar Eddie dalam rilis pernyataan sikap yang diterima wartawan, Minggu (13/5/2018).
Eddie menyebutkan, terorisme memang masih ada di negara kita, termasuk sel-selnya yang berada di sejumlah tempat di Indonesia. Riau termasuk kawasan yang disasar kelompok teror tersebut karena posisinya yang berada di perbatasan negara.
"Baru saja kami prihatin atas peristiwa berdarah di Mako Brimob Jakarta yang melibatkan napi terorisme asal Riau, sekarang kita dikejutkan oleh peristiwa biadab di Surabaya. Dan ini menjadi alarm kewaspadaan bagi kita bahwa paham radikalisme dan terorisme di Indonesia, khususnya di Riau, masih wujud," kata Eddie didampingi Sekretaris FKPT Riau Hj Dinawati.
Dikatakan, tugas untuk memberantas paham dan kelompok radikal ini, lanjut Eddie, bukan hanya tugas pemerintah, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan kepolisian.
“Itu tugas kita bersama, seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menghancurkan paham-paham radikal dan aksi terorisme yang dilakukan segelintir orang. Mereka berupaya memecah belah bangsa ini, mengadu domba dengan bom-bom yang mereka ledakkan,†kata Yaya.
Lebih lanjut Eddie mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Riau, agar tetap tenang dan tidak terpancing upaya provokasi apapun berkaitan dengan aksi terorisme ini. Selain itu, Yaya pun meminta masyarakat untuk tidak mudah berbagi info-info palsu atau hoaks yang bisa memperuncing keadaan.
“Tetap wasapada dan serahkan semua penanganannya kepada pihak kepolisian. Kami yakin kepolisian bisa mengungkap kejahatan kemanusiaan ini,†kata Eddie.(rls/vie)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V