PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Eddie Yusti: Jangan Beri Tempat Paham Radikalisme-Terorisme di Bumi NKRI
FKPT Riau Kutuk Keras Aksi Teror Bom Gereja di Surabaya
PEKANBARU, Riauin.com - Aksi teror adalah perbuatan biadab, yang bertentangan dengan norma kamanusiaan dan ajaran agama manapun. Oleh sebab itu paham radikalisme dan terorisme tidak boleh mendapat tempat di bumi NKRI.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Riau H Eddie Yusti, sembari mengutuk peristiwa teror bom yang menimpa tiga gereja di Kota Surabaya, Minggu pagi (14/5/2018). FKPT Riau mendorong pihak kepolisian mengusut tuntas dalang aksi biadab ini.
“Kami mengutuk sekeras-kerasnya aksi terorisme ini. Ini jelas sebuah kebiadaban. Tempat ibadah, orang yang akan beribadah, menjadi sasaran teroris hingga menimbulkan korban jiwa masyarakat yang tidak bersalah. Jangan gunakan agama untuk menjadikan pembenaran terhadap aksi biadab ini. Sebab agama mana pun di dunia ini tak ada yang mengajarkan kekerasan kepada umatnya. Apalagi sampai membunuh manusia di dalam rumah ibadah,†ujar Eddie dalam rilis pernyataan sikap yang diterima wartawan, Minggu (13/5/2018).
Eddie menyebutkan, terorisme memang masih ada di negara kita, termasuk sel-selnya yang berada di sejumlah tempat di Indonesia. Riau termasuk kawasan yang disasar kelompok teror tersebut karena posisinya yang berada di perbatasan negara.
"Baru saja kami prihatin atas peristiwa berdarah di Mako Brimob Jakarta yang melibatkan napi terorisme asal Riau, sekarang kita dikejutkan oleh peristiwa biadab di Surabaya. Dan ini menjadi alarm kewaspadaan bagi kita bahwa paham radikalisme dan terorisme di Indonesia, khususnya di Riau, masih wujud," kata Eddie didampingi Sekretaris FKPT Riau Hj Dinawati.
Dikatakan, tugas untuk memberantas paham dan kelompok radikal ini, lanjut Eddie, bukan hanya tugas pemerintah, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan kepolisian.
“Itu tugas kita bersama, seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menghancurkan paham-paham radikal dan aksi terorisme yang dilakukan segelintir orang. Mereka berupaya memecah belah bangsa ini, mengadu domba dengan bom-bom yang mereka ledakkan,†kata Yaya.
Lebih lanjut Eddie mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Riau, agar tetap tenang dan tidak terpancing upaya provokasi apapun berkaitan dengan aksi terorisme ini. Selain itu, Yaya pun meminta masyarakat untuk tidak mudah berbagi info-info palsu atau hoaks yang bisa memperuncing keadaan.
“Tetap wasapada dan serahkan semua penanganannya kepada pihak kepolisian. Kami yakin kepolisian bisa mengungkap kejahatan kemanusiaan ini,†kata Eddie.(rls/vie)
Hal tersebut diungkapkan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Riau H Eddie Yusti, sembari mengutuk peristiwa teror bom yang menimpa tiga gereja di Kota Surabaya, Minggu pagi (14/5/2018). FKPT Riau mendorong pihak kepolisian mengusut tuntas dalang aksi biadab ini.
“Kami mengutuk sekeras-kerasnya aksi terorisme ini. Ini jelas sebuah kebiadaban. Tempat ibadah, orang yang akan beribadah, menjadi sasaran teroris hingga menimbulkan korban jiwa masyarakat yang tidak bersalah. Jangan gunakan agama untuk menjadikan pembenaran terhadap aksi biadab ini. Sebab agama mana pun di dunia ini tak ada yang mengajarkan kekerasan kepada umatnya. Apalagi sampai membunuh manusia di dalam rumah ibadah,†ujar Eddie dalam rilis pernyataan sikap yang diterima wartawan, Minggu (13/5/2018).
Eddie menyebutkan, terorisme memang masih ada di negara kita, termasuk sel-selnya yang berada di sejumlah tempat di Indonesia. Riau termasuk kawasan yang disasar kelompok teror tersebut karena posisinya yang berada di perbatasan negara.
"Baru saja kami prihatin atas peristiwa berdarah di Mako Brimob Jakarta yang melibatkan napi terorisme asal Riau, sekarang kita dikejutkan oleh peristiwa biadab di Surabaya. Dan ini menjadi alarm kewaspadaan bagi kita bahwa paham radikalisme dan terorisme di Indonesia, khususnya di Riau, masih wujud," kata Eddie didampingi Sekretaris FKPT Riau Hj Dinawati.
Dikatakan, tugas untuk memberantas paham dan kelompok radikal ini, lanjut Eddie, bukan hanya tugas pemerintah, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan kepolisian.
“Itu tugas kita bersama, seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menghancurkan paham-paham radikal dan aksi terorisme yang dilakukan segelintir orang. Mereka berupaya memecah belah bangsa ini, mengadu domba dengan bom-bom yang mereka ledakkan,†kata Yaya.
Lebih lanjut Eddie mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Riau, agar tetap tenang dan tidak terpancing upaya provokasi apapun berkaitan dengan aksi terorisme ini. Selain itu, Yaya pun meminta masyarakat untuk tidak mudah berbagi info-info palsu atau hoaks yang bisa memperuncing keadaan.
“Tetap wasapada dan serahkan semua penanganannya kepada pihak kepolisian. Kami yakin kepolisian bisa mengungkap kejahatan kemanusiaan ini,†kata Eddie.(rls/vie)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK