PILIHAN
Sportif, Edy Nasution Turun Tangan Perbaiki APK Paslon Lain yang Rusak
ROKAN HULU, Riauin.com - Saat dalam perjalanan kampanye ke kediaman H Abu Bakar di Jalan Raya Bangkinang-Pasir Pangaraian RT11 RW05, Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Sabtu (21/4/2018) pagi, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Riau, Edy Nasution tiba-tiba berhenti.
Dari pantauan di lapangan, berhentinya Edy Nasution dikarenakan melihat kondisi Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan calon lain rusak dan hampir tumbang. Edy Nasution bergegas turun dari mobil yang ditumpanginya dan langsung menuju APK paslon nomor 4 untuk diperbaiki.
Edy Nasution mencari kayu untuk membentangkan a APK milik paslon nomor 4 yang berukuran panjang 3 meter dengan lebar 1 meter. Meskipun APK milik pasangan nomor urut 1, 2 dan 3 sudah tidak ada lagi.
Tidak hanya itu, Edy Nasution pun memperbaiki posisi APK paslon nomor 3 dengan ukuran panjang kebawah 3 meter dengan lebar kesamping 50 centimeter, dan hampir tumbang.
Jenderal bintang satu ini juga menyesalkan banyaknya APK milik paslon nomor urut 1 Syamsuar - Edy Nasution yang ada di 12 kabupaten/kota di Riau yang tumbang dan rusak, serta hilang juga rusak. Rusaknya APK juga tidak hanya dialami paslon nomor urut 1 saja, tapi paslon lainnya juga mengalami hal yang sama.
APK yang rusak dan hilang ini merupakan APK yang dipasang dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) Riau. Rusaknya APK ini sama sekali tidak direspon oleh KPU untuk memperbaikinya.
"Banyak sekali saya lihat baliho (APK, red) yang tumbang dan rusak. Hal ini seharusnya segera diperbaiki dan tidak dibiarkan berlarut-larut. Karena melalui spanduk dan baliho yang dipasang oleh KPU merupakan salah satu alat untuk memperkenalkan paslon kepada masyarakat," kata Edy Nasution.
Edy Nasution menegaskan, bukan hanya baliho dan spanduk milik paslon nomor urut 1 Syamsuar - Edy Nasution saja yang diperbaiki. Tapi paslon lainnya juga harus diperbaiki, jika rusak dan tumbang.
"Supaya kita bisa mendidik masyarakat untuk tahu dan kenal siapa saja pasangan calon yang benar-benar menjadi pilihan mereka saat 27 Juni 2018 mendatang saat pencoblosan," ungkap Edy Nasution.
Banyak APK yang dipasang oleh KPU Riau di 12 kabupaten/kota yang rusak, bahkan tumbang. Hal ini seharusnya menjadi perhatian instansi terkait untuk dilakukan perbaikan. (int/nol)
Dari pantauan di lapangan, berhentinya Edy Nasution dikarenakan melihat kondisi Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan calon lain rusak dan hampir tumbang. Edy Nasution bergegas turun dari mobil yang ditumpanginya dan langsung menuju APK paslon nomor 4 untuk diperbaiki.
Edy Nasution mencari kayu untuk membentangkan a APK milik paslon nomor 4 yang berukuran panjang 3 meter dengan lebar 1 meter. Meskipun APK milik pasangan nomor urut 1, 2 dan 3 sudah tidak ada lagi.
Tidak hanya itu, Edy Nasution pun memperbaiki posisi APK paslon nomor 3 dengan ukuran panjang kebawah 3 meter dengan lebar kesamping 50 centimeter, dan hampir tumbang.
Jenderal bintang satu ini juga menyesalkan banyaknya APK milik paslon nomor urut 1 Syamsuar - Edy Nasution yang ada di 12 kabupaten/kota di Riau yang tumbang dan rusak, serta hilang juga rusak. Rusaknya APK juga tidak hanya dialami paslon nomor urut 1 saja, tapi paslon lainnya juga mengalami hal yang sama.
APK yang rusak dan hilang ini merupakan APK yang dipasang dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) Riau. Rusaknya APK ini sama sekali tidak direspon oleh KPU untuk memperbaikinya.
"Banyak sekali saya lihat baliho (APK, red) yang tumbang dan rusak. Hal ini seharusnya segera diperbaiki dan tidak dibiarkan berlarut-larut. Karena melalui spanduk dan baliho yang dipasang oleh KPU merupakan salah satu alat untuk memperkenalkan paslon kepada masyarakat," kata Edy Nasution.
Edy Nasution menegaskan, bukan hanya baliho dan spanduk milik paslon nomor urut 1 Syamsuar - Edy Nasution saja yang diperbaiki. Tapi paslon lainnya juga harus diperbaiki, jika rusak dan tumbang.
"Supaya kita bisa mendidik masyarakat untuk tahu dan kenal siapa saja pasangan calon yang benar-benar menjadi pilihan mereka saat 27 Juni 2018 mendatang saat pencoblosan," ungkap Edy Nasution.
Banyak APK yang dipasang oleh KPU Riau di 12 kabupaten/kota yang rusak, bahkan tumbang. Hal ini seharusnya menjadi perhatian instansi terkait untuk dilakukan perbaikan. (int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V