PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Sportif, Edy Nasution Turun Tangan Perbaiki APK Paslon Lain yang Rusak
ROKAN HULU, Riauin.com - Saat dalam perjalanan kampanye ke kediaman H Abu Bakar di Jalan Raya Bangkinang-Pasir Pangaraian RT11 RW05, Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Sabtu (21/4/2018) pagi, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Riau, Edy Nasution tiba-tiba berhenti.
Dari pantauan di lapangan, berhentinya Edy Nasution dikarenakan melihat kondisi Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan calon lain rusak dan hampir tumbang. Edy Nasution bergegas turun dari mobil yang ditumpanginya dan langsung menuju APK paslon nomor 4 untuk diperbaiki.
Edy Nasution mencari kayu untuk membentangkan a APK milik paslon nomor 4 yang berukuran panjang 3 meter dengan lebar 1 meter. Meskipun APK milik pasangan nomor urut 1, 2 dan 3 sudah tidak ada lagi.
Tidak hanya itu, Edy Nasution pun memperbaiki posisi APK paslon nomor 3 dengan ukuran panjang kebawah 3 meter dengan lebar kesamping 50 centimeter, dan hampir tumbang.
Jenderal bintang satu ini juga menyesalkan banyaknya APK milik paslon nomor urut 1 Syamsuar - Edy Nasution yang ada di 12 kabupaten/kota di Riau yang tumbang dan rusak, serta hilang juga rusak. Rusaknya APK juga tidak hanya dialami paslon nomor urut 1 saja, tapi paslon lainnya juga mengalami hal yang sama.
APK yang rusak dan hilang ini merupakan APK yang dipasang dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) Riau. Rusaknya APK ini sama sekali tidak direspon oleh KPU untuk memperbaikinya.
"Banyak sekali saya lihat baliho (APK, red) yang tumbang dan rusak. Hal ini seharusnya segera diperbaiki dan tidak dibiarkan berlarut-larut. Karena melalui spanduk dan baliho yang dipasang oleh KPU merupakan salah satu alat untuk memperkenalkan paslon kepada masyarakat," kata Edy Nasution.
Edy Nasution menegaskan, bukan hanya baliho dan spanduk milik paslon nomor urut 1 Syamsuar - Edy Nasution saja yang diperbaiki. Tapi paslon lainnya juga harus diperbaiki, jika rusak dan tumbang.
"Supaya kita bisa mendidik masyarakat untuk tahu dan kenal siapa saja pasangan calon yang benar-benar menjadi pilihan mereka saat 27 Juni 2018 mendatang saat pencoblosan," ungkap Edy Nasution.
Banyak APK yang dipasang oleh KPU Riau di 12 kabupaten/kota yang rusak, bahkan tumbang. Hal ini seharusnya menjadi perhatian instansi terkait untuk dilakukan perbaikan. (int/nol)
Dari pantauan di lapangan, berhentinya Edy Nasution dikarenakan melihat kondisi Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan calon lain rusak dan hampir tumbang. Edy Nasution bergegas turun dari mobil yang ditumpanginya dan langsung menuju APK paslon nomor 4 untuk diperbaiki.
Edy Nasution mencari kayu untuk membentangkan a APK milik paslon nomor 4 yang berukuran panjang 3 meter dengan lebar 1 meter. Meskipun APK milik pasangan nomor urut 1, 2 dan 3 sudah tidak ada lagi.
Tidak hanya itu, Edy Nasution pun memperbaiki posisi APK paslon nomor 3 dengan ukuran panjang kebawah 3 meter dengan lebar kesamping 50 centimeter, dan hampir tumbang.
Jenderal bintang satu ini juga menyesalkan banyaknya APK milik paslon nomor urut 1 Syamsuar - Edy Nasution yang ada di 12 kabupaten/kota di Riau yang tumbang dan rusak, serta hilang juga rusak. Rusaknya APK juga tidak hanya dialami paslon nomor urut 1 saja, tapi paslon lainnya juga mengalami hal yang sama.
APK yang rusak dan hilang ini merupakan APK yang dipasang dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) Riau. Rusaknya APK ini sama sekali tidak direspon oleh KPU untuk memperbaikinya.
"Banyak sekali saya lihat baliho (APK, red) yang tumbang dan rusak. Hal ini seharusnya segera diperbaiki dan tidak dibiarkan berlarut-larut. Karena melalui spanduk dan baliho yang dipasang oleh KPU merupakan salah satu alat untuk memperkenalkan paslon kepada masyarakat," kata Edy Nasution.
Edy Nasution menegaskan, bukan hanya baliho dan spanduk milik paslon nomor urut 1 Syamsuar - Edy Nasution saja yang diperbaiki. Tapi paslon lainnya juga harus diperbaiki, jika rusak dan tumbang.
"Supaya kita bisa mendidik masyarakat untuk tahu dan kenal siapa saja pasangan calon yang benar-benar menjadi pilihan mereka saat 27 Juni 2018 mendatang saat pencoblosan," ungkap Edy Nasution.
Banyak APK yang dipasang oleh KPU Riau di 12 kabupaten/kota yang rusak, bahkan tumbang. Hal ini seharusnya menjadi perhatian instansi terkait untuk dilakukan perbaikan. (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK