Penambang Emas Ilegal Jarah Kebun Merauke, Sungai Ulo Tercemar Parah
Areal kebun MMerauke ruaak parah karena PETI
Laporan: Hendrianto.
RIAUIN. COM– Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali marak di Tanjung Medang. Kali ini, lahan perkebunan kelapa sawit milik PT Merauke hancur akibat pengerukan liar. Selain merusak aset perusahaan, limbah tambang kini mencemari Sungai Ulo.
Setengah hektar kebun sawit tumbang akibat tanahnya dikeruk secara masif. Tak hanya lahan produktif, area pembibitan perusahaan juga ikut jadi sasaran para pelaku.
Manajer Kebun Merauke, Amril, mengaku kewalahan menghadapi kenekatan para penambang. Menurutnya, jumlah pelaku jauh lebih banyak dibanding personel pengamanan perusahaan.
"Kami punya sekuriti, tapi kalah jumlah. Mereka sepertinya bekerja malam hari. Pagi hari saat dicek, orangnya sudah tidak ada," ujar Amril.
Para penambang beraksi menggunakan mesin Robin dengan tekanan air tinggi. Mereka menembak tebing sungai hingga rontok, lalu menyaring pasir menggunakan karpet untuk mencari butiran emas.
Aksi ini tetap berlanjut meski Polsek Hulu Kuantan sempat melakukan penertiban beberapa hari lalu. Para pelaku seolah tidak jera dan justru kembali beroperasi seolah telah terkoordinasi.
Dampak lingkungan dari aktivitas ini sangat fatal. Sungai Ulo kini berubah menjadi kubangan lumpur berwarna cokelat pekat. Kondisi ini memukul warga di tiga desa: Desa Tanjung Medang, Desa Mudik Ulo dan Desa Koto Kombu.
Masyarakat di wilayah tersebut selama ini bergantung sepenuhnya pada aliran sungai untuk kebutuhan harian. Karena masih ada sebahagian warga yang belum memiliki sumur, warga kini terancam krisis air bersih akibat pencemaran tersebut.
Kapolsek Hulu Kuantan, IPTU Haris, memberikan respon singkat terkait kembali maraknya aktivitas ilegal tersebut. "Terima kasih informasinya," ucap Haris saat dikonfirmasi.
Hingga saat ini, warga hanya bisa pasrah melihat sumber air utama mereka rusak total akibat ulah penambang liar. (***)
Berita Lainnya
Sehari Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Kuansing Sempat Umumkan Festival Perjodohan 4.700 Janda
Kasus Korupsi di Kuansing Diduga Berbuntut Panjang, 8 Sektor Basah Masuk Radar Penyelidikan
Pemprov Riau Bergerak Cepat, Kepala BKPP Muradi Ditunjuk Jadi Plh Sekda Kuansing
Babak Baru OTT Kuansing: Menhut Buka Suara, LSM Desak KPK Seret Aktor Belakang Layar
Kas Daerah Kuantan Singingi Serat, Pembayaran Gaji 13 ASN dan Upah Perangkat Desa Tersendat
KPK Tahan Bupati dan Sekda Kuansing, Usut Suap Land Cruiser hingga Suap Pelepasan Kawasan Hutan
Sehari Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Kuansing Sempat Umumkan Festival Perjodohan 4.700 Janda
Kasus Korupsi di Kuansing Diduga Berbuntut Panjang, 8 Sektor Basah Masuk Radar Penyelidikan
Pemprov Riau Bergerak Cepat, Kepala BKPP Muradi Ditunjuk Jadi Plh Sekda Kuansing
Babak Baru OTT Kuansing: Menhut Buka Suara, LSM Desak KPK Seret Aktor Belakang Layar
Kas Daerah Kuantan Singingi Serat, Pembayaran Gaji 13 ASN dan Upah Perangkat Desa Tersendat
KPK Tahan Bupati dan Sekda Kuansing, Usut Suap Land Cruiser hingga Suap Pelepasan Kawasan Hutan