Jembatan Darurat Jalan Nelayan Pekanbaru Ditargetkan Terpasang 8 Juli
RIAUIN.COM - Sejumlah pengendara sepeda motor di Kota Pekanbaru, Riau, nekat melintasi Jembatan Jalan Nelayan yang kondisinya telah amblas dan retak. Warga memilih mengabaikan risiko keselamatan demi menghindari jalur memutar yang memakan waktu hingga setengah jam lebih lama.
Pantauan di lokasi pada Senin (6/7/2026) menunjukkan bahwa jembatan tersebut sebenarnya sudah tidak layak dilalui. Namun, ketiadaan akses pengganti yang dekat membuat warga, terutama pengguna roda dua, tetap memilih menerobos area berbahaya tersebut. Sementara itu, kendaraan roda empat sama sekali tidak dapat melintas dan terpaksa memutar jauh.
Kekhawatiran ini dirasakan langsung oleh Fitri, seorang warga setempat yang setiap hari harus berkunjung ke rumah orangtuanya di kawasan Rumbai. Ia mengaku selalu diliputi rasa waswas setiap kali melintasi struktur jembatan yang tidak stabil itu.
"Sering lewat sini karena rumah orang tua kan di sini. Kalau cari jalan lain jauh, adalah setengah jam karena mutar ke Rumbai dulu," kata Fitri saat ditemui di lokasi, Senin.
Kondisi serupa memaksa para pekerja sektor informal untuk mengambil keputusan berisiko tinggi demi menjaga ritme kerja mereka. Pengemudi ojek daring, Hendri, mengeluhkan dilema yang ia hadapi setiap kali menerima pesanan yang mengharuskannya melewati rute tersebut.
"Kalau takut pastilah dan juga was-was karena kondisinya seperti itu. Kalau bawa penumpang, penumpangnya takut jadi kadang ambil jalur memutar," ujar Hendri.
Merespons tingginya risiko keselamatan warga, otoritas terkait bersama pihak kontraktor tengah mempercepat persiapan di lapangan. Fokus utama saat ini adalah memastikan kekuatan struktur penahan tanah atau turap di sekitar lokasi sebelum jembatan darurat mulai dipasang. Langkah ini diambil agar tidak terjadi pergeseran tanah susulan saat proses instalasi dilakukan.
Kontraktor proyek perbaikan jembatan, Budi, menjelaskan bahwa seluruh material pendukung sudah mulai disiapkan di area kerja. Pihaknya berkomitmen untuk segera membuka akses sementara agar mobilitas harian masyarakat Riau di wilayah tersebut tidak lagi lumpuh.
"Kita rencanakan untuk pemasangan jembatan yang melintang, paling lambat tanggal 8 Juli. Tapi untuk penyusunan sudah dapat kita mulai," kata Budi menjelaskan tahapan teknis di lapangan.
Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan keberadaan jembatan darurat ini dapat memulihkan kembali denyut ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat, termasuk jalur distribusi barang dan akses anak-anak menuju sekolah. Hingga jembatan darurat tersebut resmi beroperasi, warga imbau untuk tetap mengutamakan keselamatan dan menggunakan jalur alternatif resmi yang telah disediakan oleh petugas. (*)
Berita Lainnya
Perkuat Citra Religius Riau, Ribuan ASN Pekanbaru Cetak Rekor MURI di Halaman Masjid An Nur
3.350 Bangku SD Negeri di Pekanbaru Masih Kosong
Pemko Pekanbaru Targetkan Rekor MURI Lewat Aksi Mengaji 12.000 ASN Malam Ini
Pemko Pekanbaru Manfaatkan Masa Libur Sekolah untuk Gelar Khitanan Massal Anak
Lima Pejabat Pemko Pekanbaru Berebut Kursi Sekda, Keputusan di Tangan Walikota
Pemko Pekanbaru Operasikan Kios Pangan di Enam Kecamatan untuk Tekan Inflasi
Perkuat Citra Religius Riau, Ribuan ASN Pekanbaru Cetak Rekor MURI di Halaman Masjid An Nur
3.350 Bangku SD Negeri di Pekanbaru Masih Kosong
Pemko Pekanbaru Targetkan Rekor MURI Lewat Aksi Mengaji 12.000 ASN Malam Ini
Pemko Pekanbaru Manfaatkan Masa Libur Sekolah untuk Gelar Khitanan Massal Anak
Lima Pejabat Pemko Pekanbaru Berebut Kursi Sekda, Keputusan di Tangan Walikota
Pemko Pekanbaru Operasikan Kios Pangan di Enam Kecamatan untuk Tekan Inflasi