Intervensi Inflasi, Pemprov Riau Gencar Gelar Pasar Murah di Tingkat Kelurahan
RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau memperluas jangkauan intervensi stabilitas harga pangan langsung ke tingkat kelurahan dan desa di tiga wilayah komoditas utama. Langkah mitigasi yang dimotori oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID Provinsi Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah ini dirancang untuk memotong rantai distribusi penentu lonjakan inflasi daerah.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Riau Tetty Nurdianti menjelaskan bahwa operasi pasar terjadwal ini menyasar langsung kantong-kantong pemukiman padat penduduk. Fokus utamanya adalah memastikan keterjangkauan komoditas pokok yang kerap memicu fluktuasi harga di pasar tradisional.
"Pekan ini kami mengagendakan lima kali operasi pasar murah secara maraton mulai Senin hingga Jumat di Kota Pekanbaru, Kota Dumai, dan Kabupaten Kampar," ujar Tetty Nurdianti saat diwawancarai di Pekanbaru, Senin (6/7/2026).
Menurut data Disperindagkop UKM Riau, komoditas yang disalurkan meliputi beras subsidi SPHP seharga Rp 60.000 per 5 kilogram, beras premium jenis anak daro dan sokan seharga Rp 165.000 per 10 kilogram atau Rp 83.000 untuk kemasan 5 kilogram. Selain itu, komoditas strategis lain seperti gula pasir dijual Rp 18.000 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp 15.500 per bungkus, garam mulai dari Rp 2.000, serta telur ayam ras Rp 49.000 per papan.
Rangkaian program ini dimulai pada Senin (6/7/2026) di halaman Posyandu Bunga Setangkai Lebat, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai. Selanjutnya pada Selasa (7/7/2026), tim bergerak ke Jalan Sukajadi, tepat di depan Sekretariat DPD APPSI Kota Dumai.
Intervensi kembali bergeser ke ibu kota provinsi pada Rabu (8/7/2026) di halaman Kantor Kelurahan Umban Sari, lalu dilanjutkan pada Kamis (9/7/2026) di halaman Kantor Lurah Limbungan, Kecamatan Rumbai. Titik terakhir pada Jumat (10/7/2026) akan dipusatkan di halaman Kantor Desa Pandau Jaya, Kabupaten Kampar.
Pemerintah daerah mengimbau warga yang datang ke lokasi untuk menjaga ketertiban selama proses transaksi belanja murah berlangsung. Langkah penataan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan global.
"Kami sangat mengharapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib di lokasi terdekat. Kami juga mengimbau warga agar membawa kantong belanja mandiri dari rumah guna menekan volume penggunaan kantong plastik," kata Tetty Nurdianti. (Bil)
Berita Lainnya
BMKG Deteksi 5 Titik Panas di Riau, Warga Diimbau Waspada Karhutla
Pemprov Riau Minta Efisiensi Energi, Penggunaan Aula Masjid An-Nur Ditata Ulang
Riau Bersiap Terapkan Sistem Merit, Pola Lama Seleksi Jabatan Bakal Dihapus
BPMR An Nur Luruskan Isu Miring Penghentian MPQ: yang Diatur Penggunaan Fasilitas Masjid, Bukan Kegiatan Mengaji
Riau Tembus Tiga Besar Nasional Capaian Imunisasi Ibu Hamil
Rokan Hilir Rebut Gelar Juara Umum MTQ Riau 2026
BMKG Deteksi 5 Titik Panas di Riau, Warga Diimbau Waspada Karhutla
Pemprov Riau Minta Efisiensi Energi, Penggunaan Aula Masjid An-Nur Ditata Ulang
Riau Bersiap Terapkan Sistem Merit, Pola Lama Seleksi Jabatan Bakal Dihapus
BPMR An Nur Luruskan Isu Miring Penghentian MPQ: yang Diatur Penggunaan Fasilitas Masjid, Bukan Kegiatan Mengaji
Riau Tembus Tiga Besar Nasional Capaian Imunisasi Ibu Hamil
Rokan Hilir Rebut Gelar Juara Umum MTQ Riau 2026