Laporan Dugaan Korupsi Rp50 M di DPRD Pekanbaru, Ini Respon Kajari
RIAUIN.COM - Pemuda Milenial melaporkan dugaan korupsi sebesar Rp50 miliar di Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) pada Jum'at (4/2/2022) kemarin. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekanbaru, Teguh Wibowo SH MH, menyatakan laporan tersebut luar biasa, karena laporan bersifat menyeluruh.
Saat ini menurutnya, tinggal Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, melakukan pengumpulan bahan keterangan untuk mencari dua alat bukti. Kepada Pemuda Milenial, Kajari Teguh Wibowo, berharap dapat membantu dengan memberikan keterangan. Hal tersebut dikatakan Teguh Wibowo SH MH ketika menerima Ketua Pemuda Milenial, Teva Iris, Senin, (7/2/2022) yang mempertanyakan perkembangan laporan yang disampaikan sebelumnya.
Pada kesempatan tersebut, Kajari Teguh Wibowo mengungkapkan, tim intelijen Kejari Pekanbaru sudah jauh menindaklanjuti laporan tersebut, namun belum dapat mempublikasikannya, karena dikhawatirkan akan ada upaya penghilangan barang bukti dan lainnya. Ia berharap masyarakat bersabar dan tidak khawatir.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pemuda Milenial, Teva Iris, menyatakan siap berkolaborasi dengan Kejari Pekanbaru untuk mengungkap dugaan korupsi tersebut. Dirinya yakin dengan data-data yang telah disampaikannya ke Kejari Pekanbaru beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan, Rp50 miliar ini merupakan anggaran tahun 2020, antara lain untuk anggaran rutin, anggaran makan minum, anggaran kendaraan dinas dan anggaran publikasi sebesar Rp24 miliar. Dijelaskannya, pada anggaran dana publikasi tersebut, ada dugaan fiktif, demikian juga dengan anggaran makan minum di Sekretariat DPRD Pekanbaru.
“Sebagaimana kita ketahui pada tahun 2020 tersebut sudah pandemi covid 19. Kegiatan-kegiatan seperti rapat-rapat dilakukan secara zoom. Namun anehnya kegiatan makan minum tahun 2020 malah meningkat dibanding tahun 2019 sebelum pandemi, yakni mencapai Rp1,7 miliar. Karena itu, kita menduga ada yang difiktifkan di situ,” ujarnya.
Demikian pula menurutnya dengan dana publikasi dan operasional kendaraan dinas.
“Karena itu, kami berharap agar Kejaksaan Negeri Pekanbaru segera mengusut tuntas dugaan korupsi ini dengan memanggil semua pihak, termasuk rumah makan penyedia makan minum di Sekretariat DPRD Pekanbaru,” ujarnya.
Teva Iris menambahkan, dalam laporan yang disampaikan ke Kejari Pekanbaru telah disertakan bukti-bukti pendukung, seperti bukti pelaksanaan rapat zoom, kwitansi rumah makan yang diduga difiktifkan dan lainnya.
Adapun rumah makan penyedia makan minum di Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru antara lain, Rumah Makan Selera Kampung Jalan Pepaya, Rumah Makan Simpang Raya, Rumah Makan Cendana Resto, The Quen Bakery dan Yurike Catering.
Sementara untuk anggaran pemeliharaan kendaraan dinas (operasional) terkait mobil di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru, Pemuda Milenial menemukan angka 32 unit mobil dengan bobot biaya sebesar Rp733.417.900. Sementara data dan bukti-bukti yang ditemukan, jumlah mobil yang ada hanya 9 unit. Yakni empat unit mobil untuk unsur pimpinan dan lima unit mobil untuk operasional secara umum.-red
Berita Lainnya
Diduga Jadi Mahar Jual Beli Jabatan Bupati Kuansing, Mobil Mewah Land Cruiser Disita KPK
Polda Riau Perketat Pengawasan Jalur Selat Malaka Setelah Bengkalis Petakan Wilayah Rawan Narkoba
KPK Beruntun Geledah Sejumlah Lokasi di Kuansing, Telusuri Aliran Dana Suap Suhardiman Amby
Usut Aliran Uang Kasus Korupsi Abdul Wahid, KPK Buru Keterangan Ajudan Pangdam
Sembunyikan Sabu di Balik Pagar Seng, Dua Pengedar di Jalan SM Amin Pekanbaru Dibekuk
Menhut Siap Diperiksa KPK Terkait Dugaan Rasuah Kawasan Hutan Kuantan Singingi
Diduga Jadi Mahar Jual Beli Jabatan Bupati Kuansing, Mobil Mewah Land Cruiser Disita KPK
Polda Riau Perketat Pengawasan Jalur Selat Malaka Setelah Bengkalis Petakan Wilayah Rawan Narkoba
KPK Beruntun Geledah Sejumlah Lokasi di Kuansing, Telusuri Aliran Dana Suap Suhardiman Amby
Usut Aliran Uang Kasus Korupsi Abdul Wahid, KPK Buru Keterangan Ajudan Pangdam
Sembunyikan Sabu di Balik Pagar Seng, Dua Pengedar di Jalan SM Amin Pekanbaru Dibekuk
Menhut Siap Diperiksa KPK Terkait Dugaan Rasuah Kawasan Hutan Kuantan Singingi