PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Prabowo-Sandiaga Minta KPU Hati-hati Pilih Moderator Debat Capres
Jakarta, Riauin.com - Debat capres-cawapres yang pertama segera digelar pertengahan Januari 2019. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta KPU berhati-hati dalam memilih moderator.
"Kami BPN Pak Prabowo-Sandi meminta KPU agar berhati-hati memilih moderator debat. Pihak-pihak yang diindikasikan pernah berpihak di 2014 lebih baik di-skip sebagai moderator," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (28/12/2018).
Ada alasan mengapa tim Prabowo meminta KPU berhati-hati memilih moderator. Andre menjelaskan, tim Prabowo tak ingin debat capres yang disebutnya jadi patokan masyarakat dalam memilih pemimpin malah berjalan tidak imbang alias berat sebelah ke salah satu paslon.
"Karena jangan sampai debat kandidat yang kita harapkan menjadi patokan masyarakat dalam memilih tidak berjalan netral karena ada indikasi keberpihakan moderator. Bagi kami netralitas moderator penting agar pascadebat masyarakat tidak dihadirkan perdebatan baru karena ketidaknetralan moderator. Bagi BPN Prabowo-Sandi, debat kandidat ini sangatlah penting untuk penyampaian program-program unggulan Prabowo-Sandi," katanya.
Ada 6 sosok yang diusulkan KPU sebagai moderator debat capres-cawapres pemilu. Di antaranya Najwa Shihab, Ira Koesno, Bayu Sutiyono, Tomi Cokro, Alfito Deannova, dan Prabu Revolusi. Namun nama-nama itu belum disepakati.
Lalu, siapa calon moderator yang disoroti kubu Prabowo-Sandiaga? Andre tak menyebut nama. Dia hanya berbicara soal latar belakang calon moderator tersebut, entah siapa namanya karena Andre tak menyebutkan nama.
"Ada bebarapa nama yang di 2014 pernah bekerja di salah satu TV swasta di mana TV swasta itu sangat jelas berpihak kepada Pak Jokowi," kata politikus Partai Gerindra itu. (int/nol)
"Kami BPN Pak Prabowo-Sandi meminta KPU agar berhati-hati memilih moderator debat. Pihak-pihak yang diindikasikan pernah berpihak di 2014 lebih baik di-skip sebagai moderator," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (28/12/2018).
Ada alasan mengapa tim Prabowo meminta KPU berhati-hati memilih moderator. Andre menjelaskan, tim Prabowo tak ingin debat capres yang disebutnya jadi patokan masyarakat dalam memilih pemimpin malah berjalan tidak imbang alias berat sebelah ke salah satu paslon.
"Karena jangan sampai debat kandidat yang kita harapkan menjadi patokan masyarakat dalam memilih tidak berjalan netral karena ada indikasi keberpihakan moderator. Bagi kami netralitas moderator penting agar pascadebat masyarakat tidak dihadirkan perdebatan baru karena ketidaknetralan moderator. Bagi BPN Prabowo-Sandi, debat kandidat ini sangatlah penting untuk penyampaian program-program unggulan Prabowo-Sandi," katanya.
Ada 6 sosok yang diusulkan KPU sebagai moderator debat capres-cawapres pemilu. Di antaranya Najwa Shihab, Ira Koesno, Bayu Sutiyono, Tomi Cokro, Alfito Deannova, dan Prabu Revolusi. Namun nama-nama itu belum disepakati.
Lalu, siapa calon moderator yang disoroti kubu Prabowo-Sandiaga? Andre tak menyebut nama. Dia hanya berbicara soal latar belakang calon moderator tersebut, entah siapa namanya karena Andre tak menyebutkan nama.
"Ada bebarapa nama yang di 2014 pernah bekerja di salah satu TV swasta di mana TV swasta itu sangat jelas berpihak kepada Pak Jokowi," kata politikus Partai Gerindra itu. (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK