PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
PA 212 Terima PD Asal AHY Tak Jadi Cawapres Prabowo
Jakarta, Riauin.com - Partai
Demokrat (PD) telah melabuhkan dukungannya ke Ketum Gerindra Prabowo
Subianto. Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) pun menyambut hangat
bergabungnya partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu ke
koalisi keumatan yang mengusung Prabowo.
"Kami PA 212 menyambut hangat dengan bergabungnya Demokrat dalam partai koalisi keumatan apalagi dengan jelas SBY sendiri mengatakan bergabungnya tanpa syarat," ujar Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin kepada wartawan, Minggu (5/8/2018).
Namun, meski menyambut hangat kehadiran Demokrat, PA 212 memberi syarat. Yakni, Demokrat tak boleh mengajukan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres Prabowo.
Alasannya, kata Novel, hal itu menyebabkan permasalahan baru dalam koalisi. Sebab, hasil ijtimak ulama telah merekomendasikan dua nama yakni Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad (UAS) sebagai pendamping Prabowo.
"Belakangan ini ada nada sumbang dan ada di beberapa media AHY digadang-gadang sebagai cawapres Prabowo. Nah masalah ini menjadi permasalahan baru karena ijtimak ulama yang diselenggarakan oleh GNPF-Ulama dan itu merupakan amanat dari umat Islam, yang bukan Alumni 212 saja dan simpatisannya, menghendaki ulama tampil untuk bisa menyelamatkan bangsa dari multi krisis," jelasnya.
Novel juga menegaskan bahwa keputusan untuk memasangkan Prabowo-Salim ataupun Prabowo-UAS sudah final. Ia pun meminta Demokrat untuk ikhlas tak mendorong AHY sebagai cawapres Prabowo.
"Ini sudah final bersama hasil rakornas PA 212 yang sudah melebur dengan ijtimak GNPF-Ulama. Karena gimana pun juga ulama panutan umat dan yang memang dekat dengan umat, yang tahu keluh kesah umat. Sehingga kami minta agar Demokrat pejuang baru agar legowo untuk nanti AHY tampil 5 tahun lagi," kata Novel.
Seperti diketahui, PD diketahui masih terus mendorong AHY untuk menjadi cawapres untuk Prabowo Subianto. Isu santer berembus dalam pertemuan empat sekjen parpol di rumah Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Kemang, Jakarta Selatan, AHY pun telah masuk sebagai salah satu dari empat nama yang kabarnya telah dikantongi Prabowo.
Padahal, dua nama yakni Salim Segaf dan UAS telah direkomendasikan oleh para ulama untuk diusung bersama Prabowo oleh koalisi keumatan. Koalisi keumatan merupakan koalisi parpol yang disarankan Habib Rizieq untuk bersatu pada Pilpres 2019, yakni Gerindra-PAN-PKS-PBB.(int/nol)
"Kami PA 212 menyambut hangat dengan bergabungnya Demokrat dalam partai koalisi keumatan apalagi dengan jelas SBY sendiri mengatakan bergabungnya tanpa syarat," ujar Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin kepada wartawan, Minggu (5/8/2018).
Namun, meski menyambut hangat kehadiran Demokrat, PA 212 memberi syarat. Yakni, Demokrat tak boleh mengajukan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres Prabowo.
Alasannya, kata Novel, hal itu menyebabkan permasalahan baru dalam koalisi. Sebab, hasil ijtimak ulama telah merekomendasikan dua nama yakni Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad (UAS) sebagai pendamping Prabowo.
"Belakangan ini ada nada sumbang dan ada di beberapa media AHY digadang-gadang sebagai cawapres Prabowo. Nah masalah ini menjadi permasalahan baru karena ijtimak ulama yang diselenggarakan oleh GNPF-Ulama dan itu merupakan amanat dari umat Islam, yang bukan Alumni 212 saja dan simpatisannya, menghendaki ulama tampil untuk bisa menyelamatkan bangsa dari multi krisis," jelasnya.
Novel juga menegaskan bahwa keputusan untuk memasangkan Prabowo-Salim ataupun Prabowo-UAS sudah final. Ia pun meminta Demokrat untuk ikhlas tak mendorong AHY sebagai cawapres Prabowo.
"Ini sudah final bersama hasil rakornas PA 212 yang sudah melebur dengan ijtimak GNPF-Ulama. Karena gimana pun juga ulama panutan umat dan yang memang dekat dengan umat, yang tahu keluh kesah umat. Sehingga kami minta agar Demokrat pejuang baru agar legowo untuk nanti AHY tampil 5 tahun lagi," kata Novel.
Seperti diketahui, PD diketahui masih terus mendorong AHY untuk menjadi cawapres untuk Prabowo Subianto. Isu santer berembus dalam pertemuan empat sekjen parpol di rumah Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Kemang, Jakarta Selatan, AHY pun telah masuk sebagai salah satu dari empat nama yang kabarnya telah dikantongi Prabowo.
Padahal, dua nama yakni Salim Segaf dan UAS telah direkomendasikan oleh para ulama untuk diusung bersama Prabowo oleh koalisi keumatan. Koalisi keumatan merupakan koalisi parpol yang disarankan Habib Rizieq untuk bersatu pada Pilpres 2019, yakni Gerindra-PAN-PKS-PBB.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK