Jakarta, Riauin.com - Partai
Demokrat (PD) telah melabuhkan dukungannya ke Ketum Gerindra Prabowo
Subianto. Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) pun menyambut hangat
bergabungnya partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu ke
koalisi keumatan yang mengusung Prabowo.
"Kami PA 212 menyambut
hangat dengan bergabungnya Demokrat dalam partai koalisi keumatan
apalagi dengan jelas SBY sendiri mengatakan bergabungnya tanpa syarat,"
ujar Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin kepada wartawan, Minggu
(5/8/2018).
Namun, meski menyambut hangat kehadiran Demokrat, PA
212 memberi syarat. Yakni, Demokrat tak boleh mengajukan Ketua Komando
Satuan Tugas Bersama (Kogasma) PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai
cawapres Prabowo.
Alasannya, kata Novel, hal itu menyebabkan
permasalahan baru dalam koalisi. Sebab, hasil ijtimak ulama telah
merekomendasikan dua nama yakni Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf
Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad (UAS) sebagai pendamping Prabowo.
"Belakangan
ini ada nada sumbang dan ada di beberapa media AHY digadang-gadang
sebagai cawapres Prabowo. Nah masalah ini menjadi permasalahan baru
karena ijtimak ulama yang diselenggarakan oleh GNPF-Ulama dan itu
merupakan amanat dari umat Islam, yang bukan Alumni 212 saja dan
simpatisannya, menghendaki ulama tampil untuk bisa menyelamatkan bangsa
dari multi krisis," jelasnya.
Novel juga menegaskan bahwa
keputusan untuk memasangkan Prabowo-Salim ataupun Prabowo-UAS sudah
final. Ia pun meminta Demokrat untuk ikhlas tak mendorong AHY sebagai
cawapres Prabowo.
"Ini sudah final bersama hasil rakornas PA 212
yang sudah melebur dengan ijtimak GNPF-Ulama. Karena gimana pun juga
ulama panutan umat dan yang memang dekat dengan umat, yang tahu keluh
kesah umat. Sehingga kami minta agar Demokrat pejuang baru agar legowo
untuk nanti AHY tampil 5 tahun lagi," kata Novel.
Seperti
diketahui, PD diketahui masih terus mendorong AHY untuk menjadi cawapres
untuk Prabowo Subianto. Isu santer berembus dalam pertemuan empat
sekjen parpol di rumah Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Kemang,
Jakarta Selatan, AHY pun telah masuk sebagai salah satu dari empat nama
yang kabarnya telah dikantongi Prabowo.
Padahal, dua nama yakni
Salim Segaf dan UAS telah direkomendasikan oleh para ulama untuk diusung
bersama Prabowo oleh koalisi keumatan. Koalisi keumatan merupakan
koalisi parpol yang disarankan Habib Rizieq untuk bersatu pada Pilpres
2019, yakni Gerindra-PAN-PKS-PBB.(int/nol)