PILIHAN
Kepala BNPT Lantik 32 FKPT Se-Indonesia
FKPT Riau Tingkatkan Kerja Sama Tangkal Radikalisme-Terorisme
Foto: Istimewa
JAKARTA, Riauin.com - Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Riau H Eddie Yusti berharap pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap aksi pencegahan terorisme di Provinsi Riau.
"Kami akan meningkatkan kerja sama dengan Gubernur Riau dan jajaran instansi terkait, serta Forkompinda di Riau, dalam rangka menangkal masuk dan eksisnya radikalisme dan terorisme di Bumi Lancang Kuning. Ini penting, mengingat peristiwa radikalisme di Riau cukup tinggi untuk level nasional," kata Eddie Yusti seusai pelantikan 32 FKPT Se-Indonesia oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius di Hotel Mercure Ancol, Selasa (20/2) malam.
Untuk itu, Eddie dan seluruh bidang di FKPT Riau harus bekerja keras dan bekerja cerdas demi sinkronisasi program yang menyentuh masyarakat yang rentan dirangkul pelaku radikalisme dan terorisme.
Dikatakan, kerja sama juga akan menyasar terhadap seluruh bupati/walikota, khususnya kabupaten/kota yang berbatasan dengan negara tetangga.
Turut dilantik dalam kesempatan tersebut sejumlah ketua bidang di FKPT Riau, yakni Frida SIP MSi (Ketua Bidang Pemuda dan Perempuan), Drs Saifunnajar MH (Ketua Bidang Pemberdayaan Agama, Pendidikan dan Dakwah), Eka Putra ST MSc (Ketua Bidang Media Massa, Humas dan Sosialisasi), Dr Tohirin MPd (Ketua Bidang Pemberdayaan Kajian), Dr Junaidi (Ketua Bidang Ekonomi Sosial, Hj Dinawati SAg MM (Sekretaris), Yulieny SSos (Bendahara).
Kepala BNPT: Tingkatkan Sinergitas
Sementara itu dalam sambutannya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan FKPT ini bentuk konkret kerja sama atau sinergi aparat pemerintah dengan elemen masyarakat dalam mencegah radikalisasi dan terorisme.
"Aktivitas terorisme ini sudah menghantui negara bangsa. Tidak mungkin memakai strategi tunggal untuk menangkal bibit radikalisme. Mesti multistrategi dan terintegrasi," ujar Suhardi.
Ia mengatakan, kalangan generasi muda menjadi sasaran kelompok radikal. Di sejumlah perguruan tinggi kata Suhardi sudah disusupi pengaruh radikal ini.
"Terorisme ini bukan hanya persoalan pelaku, jaringan, atau modus. Terorisme ini adalah persoalan ideologi. Ada pemahaman yang keliru soal ideologi bangsa. Karena itu nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai moral Pancasila hrs terus didengungkan. Jangan sampai bangsa ini tercabik-cabik, terpecah belah," kata Suhardi. (vit)
"Kami akan meningkatkan kerja sama dengan Gubernur Riau dan jajaran instansi terkait, serta Forkompinda di Riau, dalam rangka menangkal masuk dan eksisnya radikalisme dan terorisme di Bumi Lancang Kuning. Ini penting, mengingat peristiwa radikalisme di Riau cukup tinggi untuk level nasional," kata Eddie Yusti seusai pelantikan 32 FKPT Se-Indonesia oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius di Hotel Mercure Ancol, Selasa (20/2) malam.
Untuk itu, Eddie dan seluruh bidang di FKPT Riau harus bekerja keras dan bekerja cerdas demi sinkronisasi program yang menyentuh masyarakat yang rentan dirangkul pelaku radikalisme dan terorisme.
Dikatakan, kerja sama juga akan menyasar terhadap seluruh bupati/walikota, khususnya kabupaten/kota yang berbatasan dengan negara tetangga.
Turut dilantik dalam kesempatan tersebut sejumlah ketua bidang di FKPT Riau, yakni Frida SIP MSi (Ketua Bidang Pemuda dan Perempuan), Drs Saifunnajar MH (Ketua Bidang Pemberdayaan Agama, Pendidikan dan Dakwah), Eka Putra ST MSc (Ketua Bidang Media Massa, Humas dan Sosialisasi), Dr Tohirin MPd (Ketua Bidang Pemberdayaan Kajian), Dr Junaidi (Ketua Bidang Ekonomi Sosial, Hj Dinawati SAg MM (Sekretaris), Yulieny SSos (Bendahara).
Kepala BNPT: Tingkatkan Sinergitas
Sementara itu dalam sambutannya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan FKPT ini bentuk konkret kerja sama atau sinergi aparat pemerintah dengan elemen masyarakat dalam mencegah radikalisasi dan terorisme.
"Aktivitas terorisme ini sudah menghantui negara bangsa. Tidak mungkin memakai strategi tunggal untuk menangkal bibit radikalisme. Mesti multistrategi dan terintegrasi," ujar Suhardi.
Ia mengatakan, kalangan generasi muda menjadi sasaran kelompok radikal. Di sejumlah perguruan tinggi kata Suhardi sudah disusupi pengaruh radikal ini.
"Terorisme ini bukan hanya persoalan pelaku, jaringan, atau modus. Terorisme ini adalah persoalan ideologi. Ada pemahaman yang keliru soal ideologi bangsa. Karena itu nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai moral Pancasila hrs terus didengungkan. Jangan sampai bangsa ini tercabik-cabik, terpecah belah," kata Suhardi. (vit)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing