Pemanfaatan Perpustakaan Digital di Pekanbaru Melonjak Lima Bulan Terakhir
RIAUIN.COM - Upaya menumbuhkan budaya membaca di Provinsi Riau menunjukkan tren positif. Berdasarkan data terbaru, pemanfaatan layanan literasi di Kota Pekanbaru melonjak signifikan sepanjang lima bulan pertama tahun ini, yang didominasi oleh akses platform digital.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pekanbaru mencatat total pergerakan pemustaka pada periode Januari hingga Mei 2026 menembus angka 147.925 kunjungan. Jumlah tersebut melonjak tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya menyentuh 30.799 kunjungan.
Kepala Dispusip Kota Pekanbaru Muhammad Amin menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil akumulasi dari aktivitas masyarakat yang datang langsung ke fasilitas fisik maupun mereka yang mengakses layanan daring.
"Jadi, total kunjungan ini tidak hanya kunjungan fisik atau datang langsung ke Perpustakaan Tenas Effendy, tapi juga kunjungan non fisik melalui layanan digital," ujar Muhammad Amin di Pekanbaru, Jumat (26/6/2026).
Menurut Muhammad Amin, integrasi antara perpustakaan konvensional di Jalan Dr Sutomo dan aplikasi digital iPekanbaru menjadi kunci utama dalam menjangkau masyarakat Riau secara lebih luas. Penguatan sosialisasi dan ragam inovasi program dinilai berhasil mengubah pola interaksi warga terhadap pemenuhan kebutuhan literasi.
Selain pertumbuhan basis pembaca digital, area ramah anak dan fasilitas modern di pusat kota juga mulai memikat segmen baru dari kalangan keluarga dan institusi pendidikan anak usia dini.
"Alhamdulillah, sekarang sudah mulai ramai juga kunjungan dari unsur masyarakat umum. Kemudian ada juga kunjungan dari anak-anak TK, PAUD, karena di Perpustakaan Tenas Effendy ini kita juga punya berbagai fasilitas yang bisa dimanfaatkan pengunjung seperti ruang mini studio, ruang komunal, serta ruang khusus bagi anak-anak yakni ruang kreativitas anak," kata Muhammad Amin menambahkan.
Seiring dengan melonjaknya angka kunjungan, kapasitas koleksi literatur di bumi Lancang Kuning ini juga terus diperkuat. Hingga pertengahan tahun ini, ketersediaan bahan bacaan telah menyentuh angka 58.548 judul dengan total mencapai 86.386 eksemplar.
Jumlah koleksi tersebut bergerak naik dari pembukuan tahun 2025 yang mencatat 58.386 judul dan 86.162 eksemplar. Pemerintah daerah mengakui bahwa partisipasi publik melalui skema donasi memegang peran krusial dalam memperkaya variasi buku yang tersedia.
"Karena memang buku-buku ini terbanyak dari hibah. Dari pengadaan kita ada juga, tapi lebih banyak hibah," tutur Muhammad Amin. (Bil)
Berita Lainnya
JMSI Riau Apresiasi Kecepatan Pelayanan Publik Pemko Pekanbaru via Penghargaan Khusus
Dinas Kesehatan Pekanbaru Tata Ulang Sistem Distribusi Obat untuk Cegah Kedaluwarsa
Tekan Risiko Obat Kedaluwarsa, Pemko Pekanbaru Perketat Distribusi di Puskesmas
Distankan Pekanbaru Targetkan 200 Hewan Peliharaan Divaksinasi Rabies Gratis
Pemko Pekanbaru Integrasikan 38 Sekolah Swasta untuk Atasi Krisis Daya Tampung
KI Riau Tetapkan Mutu Transparansi Badan Publik, Pekanbaru Raih Nilai Tertinggi
JMSI Riau Apresiasi Kecepatan Pelayanan Publik Pemko Pekanbaru via Penghargaan Khusus
Dinas Kesehatan Pekanbaru Tata Ulang Sistem Distribusi Obat untuk Cegah Kedaluwarsa
Tekan Risiko Obat Kedaluwarsa, Pemko Pekanbaru Perketat Distribusi di Puskesmas
Distankan Pekanbaru Targetkan 200 Hewan Peliharaan Divaksinasi Rabies Gratis
Pemko Pekanbaru Integrasikan 38 Sekolah Swasta untuk Atasi Krisis Daya Tampung
KI Riau Tetapkan Mutu Transparansi Badan Publik, Pekanbaru Raih Nilai Tertinggi