PILIHAN
Pria Ini Dihajar Massa Usai Perkosa Anak Tirinya
Jember - Gara-gara memperkosa anak tirinya yang masih berusia 11 tahun, pria berinisial S (42) menjadi sasaran amuk massa. Warga Kecamatan Ambulu itu, babak belur di bagian wajah akibat sejumlah pukulan. Kemudian dia diamankan polisi.
Peristiwa itu bermula saat korban mengeluh ke ibunya sakit di bagian alat vital. Karena curiga, sang ibu kemudian bertanya penyebabnya. Awalnya korban tidak mau bicara. Namun setelah didesak, korban kemudian menceritakan apa yang dialami.
"Pelaku ini masih bapak tiri korban. Sedangkan korban masih berusia 11 tahun. Pelaku juga sudah mengakui perbuatannya," kata Kapolsek Ambulu AKP Sugeng Piyanto saat dihubungi, Rabu (14/2/2018).
Pengakuan itu kemudian diberitahukan ibu korban ke salah seorang saudaranya. Dari sinilah kabar pemerkosaan itu menyebar. Warga pun kemudian mencari keberadaan S.
"Setelah didesak ibunya, korban mengakui telah diperkosa oleh ayah tirinya di kamar mandi dan diberi uang Rp 2 ribu," ungkap Sugeng.
Begitu berhasil menangkap S, warga pun menginterogasinya. S tak mengelak dan mengakui perbuatannya. Emosi warga pun memuncak. Sejumlah warga melayangkan pukulan ke wajah S.
Beruntung ada sebagian warga yang melapor ke Polsek Ambulu.Tak lama, petugas datang dan mengamankan S. "Tersangka bersama barang bukti sudah kita amankan di Mapolsek Ambulu," kata Sugeng.
Dia menambahkan, S bakal dijerat dengan pasal 81 ayat 2 jo pasal 76 d jo pasal 82 ayat 1 jo pasal 76 e UU RI tahun 35 tahun 2004 tentang perlindungan anak.
"Untuk barang bukti, sepotong sarung warna coklat kotak-kotak dan sepotong kaos warna hitam," pungkas Sugeng. (int/nol)
sumber: detik
Peristiwa itu bermula saat korban mengeluh ke ibunya sakit di bagian alat vital. Karena curiga, sang ibu kemudian bertanya penyebabnya. Awalnya korban tidak mau bicara. Namun setelah didesak, korban kemudian menceritakan apa yang dialami.
"Pelaku ini masih bapak tiri korban. Sedangkan korban masih berusia 11 tahun. Pelaku juga sudah mengakui perbuatannya," kata Kapolsek Ambulu AKP Sugeng Piyanto saat dihubungi, Rabu (14/2/2018).
Pengakuan itu kemudian diberitahukan ibu korban ke salah seorang saudaranya. Dari sinilah kabar pemerkosaan itu menyebar. Warga pun kemudian mencari keberadaan S.
"Setelah didesak ibunya, korban mengakui telah diperkosa oleh ayah tirinya di kamar mandi dan diberi uang Rp 2 ribu," ungkap Sugeng.
Begitu berhasil menangkap S, warga pun menginterogasinya. S tak mengelak dan mengakui perbuatannya. Emosi warga pun memuncak. Sejumlah warga melayangkan pukulan ke wajah S.
Beruntung ada sebagian warga yang melapor ke Polsek Ambulu.Tak lama, petugas datang dan mengamankan S. "Tersangka bersama barang bukti sudah kita amankan di Mapolsek Ambulu," kata Sugeng.
Dia menambahkan, S bakal dijerat dengan pasal 81 ayat 2 jo pasal 76 d jo pasal 82 ayat 1 jo pasal 76 e UU RI tahun 35 tahun 2004 tentang perlindungan anak.
"Untuk barang bukti, sepotong sarung warna coklat kotak-kotak dan sepotong kaos warna hitam," pungkas Sugeng. (int/nol)
sumber: detik
Berita Lainnya
Identitas Pria Tewas di Kawasan Garuda Sakti Terungkap, Polisi Selidiki Penyebab Kematiannya
Gegerkan Warga, Jenazah Pria Ditemukan Tergantung di Kawasan Garuda Sakti
JPU KPK Optimistis Konstruksi Korupsi di Dinas PUPR Riau Terbukti
Sidang Korupsi Abdul Wahid, Saksi Ahli Sebut Penunjukan Tenaga Ahli Gubernur Riau Sesuai Kebutuhan Daerah
Mantan Pj Gubernur Riau Jadi Saksi Ahli Sidang Korupsi Abdul Wahid
Sidang Korupsi Abdul Wahid, Ahli Sebut Perintah Gubernur Nonaktif Merupakan Ketegasan Pimpinan
Identitas Pria Tewas di Kawasan Garuda Sakti Terungkap, Polisi Selidiki Penyebab Kematiannya
Gegerkan Warga, Jenazah Pria Ditemukan Tergantung di Kawasan Garuda Sakti
JPU KPK Optimistis Konstruksi Korupsi di Dinas PUPR Riau Terbukti
Sidang Korupsi Abdul Wahid, Saksi Ahli Sebut Penunjukan Tenaga Ahli Gubernur Riau Sesuai Kebutuhan Daerah
Mantan Pj Gubernur Riau Jadi Saksi Ahli Sidang Korupsi Abdul Wahid
Sidang Korupsi Abdul Wahid, Ahli Sebut Perintah Gubernur Nonaktif Merupakan Ketegasan Pimpinan