• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Eks Bupati Kuansing Pernah Ingatkan Stafsusnya: Kalau Ndak Kaya, Masuk Penjara
08 Juli 2026
Pasca-OTT KPK, Faksi Pejabat Eselon II Pemkab Kuansing Dilaporkan Pecah Tiga
07 Juli 2026
Respons Unik OTT Bupati Kuansing: Warga Bersyukur dan Minta KPK Jangan Pulang ke Jakarta
07 Juli 2026
Kasus Suhardiman Amby, KPK Geledah Rumah Kades di Kuansing
07 Juli 2026
Pengembalian Amplop Tak Hapus Pidana, KPK Verifikasi Laporan Menhut Raja Juli
06 Juli 2026

  • Home
  • Opini

Otonomi Rasa 'Anak Tiri'

Redaksi

Senin, 27 April 2026 11:35:05 WIB
Cetak

Hendrianto

 

Oleh: Hendrianto.

UPACARA tadi pagi di Lapangan Limuno itu indah. Biru. Seragam Korpri berbaris rapi. Matahari Teluk Kuantan menyengat. Panas.

Judulnya mentereng: Hari Otonomi Daerah ke-30.

Tiga dekade. Harusnya sudah matang. Sudah dewasa. Tapi bagi kita di Kuansing, otonomi ini rasanya masih seperti barang mewah. Indah di brosur, macet saat dijalankan.

Lihat saja kas daerah kita. Megap-megap.
Pemkab pusing tujuh keliling. Hanya untuk bayar kewajiban saja sulit. Padahal, kita ini duduk di atas emas hijau dan hitam. Atasnya sawit. Bawahnya batu bara.

Tapi kenapa daerahnya tetap terseok-seok? Masalahnya klasik. Namanya Dana Bagi Hasil. Singkatannya DBH. Tapi bagi kita, itu singkatan dari "Diberi Bagian Halus". Sangat halus. Sampai tidak terasa.

Hasil bumi kita dikeruk habis. Sawit melimpah. Batu bara diangkut siang malam. Jalan kita hancur. Debunya kita hirup. Tapi apa yang kembali ke kantong daerah? Recehan.

Ibarat punya kebun. Kita yang menanam. Kita yang merawat. Kita yang menanggung rusaknya tanah. Begitu panen, hasilnya dibawa ke pusat. Kita hanya dikasih sisa-sisa.

Mari kita lihat datanya.

Tahun 2024 kemarin, DBH sawit kita Rp12 miliar. Tahun 2025 ini? Turun jadi Rp10 miliar. Prediksi 2026? Makin ciut. Tinggal Rp6 miliar.

Bayangkan. Kebun seluas itu, hasilnya hanya cukup untuk bikin beberapa kilometer aspal. Itu pun kalau cukup.

Total DBH Kuansing tahun 2025 hanya kisaran Rp165 miliar. Terkecil di seluruh Riau. Bandingkan dengan tetangga. Ada yang tembus triliunan. Padahal keringat kita sama. Sama-sama mengolah alam.

Inilah paradoks otonomi.

Pusat masih saja memposisikan daerah penghasil seperti anak kecil. Yang harus terus minta uang jajan. Harus lapor ini-itu.

Padahal, dampaknya ke rakyat nyata sekali. Angka kemiskinan kita masih di angka 7,16 persen. Ribuan keluarga masih bingung besok makan apa. Padahal di sebelah rumah mereka, truk batubara lewat membawa miliaran rupiah.

Pengangguran? Masih ada 2,49 persen. Kecil di kertas, tapi besar di perasaan. Anak-anak muda kita hanya jadi penonton. Menatap truk lewat. Tanpa bisa bekerja di sana. Karena hilirisasi—pabrik pengolahannya—tidak dibangun di sini.

Belum lagi soal rumah. Masih banyak warga kita yang atapnya bocor. Dindingnya lapuk. Masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Mereka bermimpi punya rumah sendiri di tanah yang kaya raya ini. Ironis.

Mestinya, setelah 30 tahun, rumusnya dibalik. Beri daerah porsi lebih besar di depan. Biar kita bangun hilirisasi sendiri. Biar pabrik berdiri di Teluk Kuantan atau Cerenti. Supaya kita tidak perlu mengemis ke Jakarta hanya untuk menambal lubang jalan.

Otonomi itu soal keadilan fiskal. Soal menghargai keringat orang daerah. Selama rumusnya masih pelit, otonomi hanya jadi beban. Daerah dapat lelahnya, pusat dapat enaknya.

Jadi, kalau tadi pagi ada upacara, ya sudahlah. Anggap saja itu olahraga. Berdiri lama di bawah terik matahari. Biar berkeringat.

Tapi kalau soal merdeka secara ekonomi? Maaf saja. Kita masih anak tiri. (***)

(Penulis merupakan jurnalis di riauin.com dan pemerhati politik lokal) 
 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

Sentuhan Kak Ida, Radar Suhardiman, dan Mimpi Batik Kuansing Menyapa Dunia

Etika dalam Genggaman: Mengapa Warga Biasa Perlu Belajar Jurnalisme Dasar

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

Sentuhan Kak Ida, Radar Suhardiman, dan Mimpi Batik Kuansing Menyapa Dunia

Etika dalam Genggaman: Mengapa Warga Biasa Perlu Belajar Jurnalisme Dasar

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pasca-OTT KPK, Faksi Pejabat Eselon II Pemkab Kuansing Dilaporkan Pecah Tiga
  • 2 Respons Unik OTT Bupati Kuansing: Warga Bersyukur dan Minta KPK Jangan Pulang ke Jakarta
  • 3 Kasus Suhardiman Amby, KPK Geledah Rumah Kades di Kuansing
  • 4 KPK Diminta Usut Dugaan Kejanggalan Kelulusan Istri Ketiga Bupati Nonaktif Suhardiman Amby
  • 5 KPK Geledah Rumah Kadisbun Kuansing Hingga Larut Malam, Penyidik Bawa Koper Hitam Dikawal Polisi Bersenjata
  • 6 Breaking News: KPK Geledah Rumah Kadis Perkebunan Kuansing Malam Ini, Dijaga Polisi Bersenjata Laras Panjang
  • 7 Sehari Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Kuansing Sempat Umumkan Festival Perjodohan 4.700 Janda
  • 8 LSM Desak KPK Telusuri Aset Bupati Non-Aktif Kuansing, Diduga Sembunyikan Kebun Sawit Miliaran Rupiah
  • 9 Benteng Roboh, Injury Time Juprizal
Terkini +INDEKS

Eks Bupati Kuansing Pernah Ingatkan Stafsusnya: Kalau Ndak Kaya, Masuk Penjara

08 Juli 2026
Dinas PUPR Pekanbaru Perbaiki Drainase Ambles di Rumbai untuk Cegah Banjir
08 Juli 2026
Pasca Serangan Buaya di Rohil, Polisi Minta Warga Hentikan Aktivitas Mandiri di Sungai
08 Juli 2026
Catut Nama Kepala Basarnas Pekanbaru, Penipu Gasak Rp 10 Juta dari Perusahaan Pelayaran
08 Juli 2026
BRK Syariah Perkuat Kiprah di Kancah Nasional, Tegaskan Komitmen Kepatuhan Syariah dan Pengelolaan Zakat Berdampak
08 Juli 2026
Pencarian Dua Korban Kapal Karam di Siak Diperluas setelah Satu Jasad Ditemukan
08 Juli 2026
Cuaca Ekstrem Intai Riau Siang Ini, BMKG Deteksi 8 Titik Panas
08 Juli 2026
Pasca-OTT KPK, Faksi Pejabat Eselon II Pemkab Kuansing Dilaporkan Pecah Tiga
07 Juli 2026
BRK Syariah dan Wakaf Warrior Hadirkan CWLD, Wujudkan Wakaf Produktif untuk Pengadaan Alat Kesehatan di Batam
07 Juli 2026
Diduga Jadi Mahar Jual Beli Jabatan Bupati Kuansing, Mobil Mewah Land Cruiser Disita KPK
07 Juli 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved