• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pesta Pacu Jalur Berakhir, Warga Teluk Kuantan Dikepung Sampah
24 Agustus 2026
Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
24 Agustus 2026
Sengit di Empat Besar: Siapa Melenggang ke Grand Final?
23 Agustus 2026
Penentuan Jawara Sejati Tepian Narosa: Bintang Emas Cahaya Intan vs Alam Cahayo Tuah Nagoghi
23 Agustus 2026
Pacu Jalur 2026: 7 Jalur Amankan Tiket Perempat Final, Bintang Emas Cahaya Intan Melaju via Bye
23 Agustus 2026

  • Home
  • Opini

Otonomi Rasa 'Anak Tiri'

Redaksi

Senin, 27 April 2026 11:35:05 WIB
Cetak

Hendrianto

 

Oleh: Hendrianto.

UPACARA tadi pagi di Lapangan Limuno itu indah. Biru. Seragam Korpri berbaris rapi. Matahari Teluk Kuantan menyengat. Panas.

Judulnya mentereng: Hari Otonomi Daerah ke-30.

Tiga dekade. Harusnya sudah matang. Sudah dewasa. Tapi bagi kita di Kuansing, otonomi ini rasanya masih seperti barang mewah. Indah di brosur, macet saat dijalankan.

Lihat saja kas daerah kita. Megap-megap.
Pemkab pusing tujuh keliling. Hanya untuk bayar kewajiban saja sulit. Padahal, kita ini duduk di atas emas hijau dan hitam. Atasnya sawit. Bawahnya batu bara.

Tapi kenapa daerahnya tetap terseok-seok? Masalahnya klasik. Namanya Dana Bagi Hasil. Singkatannya DBH. Tapi bagi kita, itu singkatan dari "Diberi Bagian Halus". Sangat halus. Sampai tidak terasa.

Hasil bumi kita dikeruk habis. Sawit melimpah. Batu bara diangkut siang malam. Jalan kita hancur. Debunya kita hirup. Tapi apa yang kembali ke kantong daerah? Recehan.

Ibarat punya kebun. Kita yang menanam. Kita yang merawat. Kita yang menanggung rusaknya tanah. Begitu panen, hasilnya dibawa ke pusat. Kita hanya dikasih sisa-sisa.

Mari kita lihat datanya.

Tahun 2024 kemarin, DBH sawit kita Rp12 miliar. Tahun 2025 ini? Turun jadi Rp10 miliar. Prediksi 2026? Makin ciut. Tinggal Rp6 miliar.

Bayangkan. Kebun seluas itu, hasilnya hanya cukup untuk bikin beberapa kilometer aspal. Itu pun kalau cukup.

Total DBH Kuansing tahun 2025 hanya kisaran Rp165 miliar. Terkecil di seluruh Riau. Bandingkan dengan tetangga. Ada yang tembus triliunan. Padahal keringat kita sama. Sama-sama mengolah alam.

Inilah paradoks otonomi.

Pusat masih saja memposisikan daerah penghasil seperti anak kecil. Yang harus terus minta uang jajan. Harus lapor ini-itu.

Padahal, dampaknya ke rakyat nyata sekali. Angka kemiskinan kita masih di angka 7,16 persen. Ribuan keluarga masih bingung besok makan apa. Padahal di sebelah rumah mereka, truk batubara lewat membawa miliaran rupiah.

Pengangguran? Masih ada 2,49 persen. Kecil di kertas, tapi besar di perasaan. Anak-anak muda kita hanya jadi penonton. Menatap truk lewat. Tanpa bisa bekerja di sana. Karena hilirisasi—pabrik pengolahannya—tidak dibangun di sini.

Belum lagi soal rumah. Masih banyak warga kita yang atapnya bocor. Dindingnya lapuk. Masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Mereka bermimpi punya rumah sendiri di tanah yang kaya raya ini. Ironis.

Mestinya, setelah 30 tahun, rumusnya dibalik. Beri daerah porsi lebih besar di depan. Biar kita bangun hilirisasi sendiri. Biar pabrik berdiri di Teluk Kuantan atau Cerenti. Supaya kita tidak perlu mengemis ke Jakarta hanya untuk menambal lubang jalan.

Otonomi itu soal keadilan fiskal. Soal menghargai keringat orang daerah. Selama rumusnya masih pelit, otonomi hanya jadi beban. Daerah dapat lelahnya, pusat dapat enaknya.

Jadi, kalau tadi pagi ada upacara, ya sudahlah. Anggap saja itu olahraga. Berdiri lama di bawah terik matahari. Biar berkeringat.

Tapi kalau soal merdeka secara ekonomi? Maaf saja. Kita masih anak tiri. (***)

(Penulis merupakan jurnalis di riauin.com dan pemerhati politik lokal) 
 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Mobil Mogok

Surat Bermaterai Desi

Kesehatan Mental dan Neurodivergen: Tantangan Sebenarnya Bukan Sekadar Stigma

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Mobil Mogok

Surat Bermaterai Desi

Kesehatan Mental dan Neurodivergen: Tantangan Sebenarnya Bukan Sekadar Stigma

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pemko Pekanbaru Bebaskan Lahan Kantor Camat Bukit Raya untuk Atasi Macet Kaharuddin Nasution
  • 2 Hadirkan BTS Baru di Jorong Lariang, Telkomsel Buka Akses Konektivitas dan Peluang Digital bagi Masyarakat
  • 3 Pesta Pacu Jalur Berakhir, Warga Teluk Kuantan Dikepung Sampah
  • 4 Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
  • 5 Alam Cahyo Tuah Nagoghi Rebut Tahta Tepian Narosa, Tumbangkan Juara Bertahan Bintang Emas Cahaya Intan
  • 6 Sengit di Empat Besar: Siapa Melenggang ke Grand Final?
  • 7 Penentuan Jawara Sejati Tepian Narosa: Bintang Emas Cahaya Intan vs Alam Cahayo Tuah Nagoghi
  • 8 Pacu Jalur 2026: 7 Jalur Amankan Tiket Perempat Final, Bintang Emas Cahaya Intan Melaju via Bye
  • 9 Panitia Pacu Jalur 2026 Kantongi Catatan Pelanggaran, Sanksi Adat dan Perbup Menanti
Terkini +INDEKS

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

27 Agustus 2026
PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
26 Agustus 2026
RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?
26 Agustus 2026
Polres Pelalawan Bagikan 1.000 Masker untuk Warga Terdampak Asap Karhutla di Pangkalan Kerinci
26 Agustus 2026
Maknai Kemerdekaan di Jalan Raya, Capella Honda Riau Bagikan Tips #Cari_Aman Berkendara
26 Agustus 2026
Polresta Pekanbaru Bongkar Lapak Narkoba di Kawasan Rawan, Dua Orang Ditangkap
26 Agustus 2026
Polda Riau Tambah 2 Tersangka Karhutla, Korporasi Masih Nihil
26 Agustus 2026
Syarat Beasiswa Pekanbaru 2027 Diperketat, Pemko Tambah Indikator Akreditasi Kampus
26 Agustus 2026
KI Riau Kejar Peningkatan Indeks Keterbukaan Informasi, SDM PPID Bakal Dibenahi
26 Agustus 2026
Tembus 33 Ton Garam, Satgas Riau Kembali Gempur Asap Karhutla Lewat Udara
26 Agustus 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved