Merangkai Dua Ikon Kota, Strategi Kuantan Singingi Bangun Pariwisata
Ilustrasi
RIAUIN.COM- Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi tengah mengkaji rencana ambisius untuk menata ulang pusat kota Teluk Kuantan dengan menyatukan Lapangan Limuno dan Water Front City (WFC) Narosa.
Gagasan ini bertujuan untuk menciptakan kawasan yang lebih tertata, terintegrasi, dan mampu mendukung aktivitas warga serta sektor pariwisata.
Menurut Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kuantan Singingi, Deswan Antoni, rencana utama dari penataan ini adalah membangun Boulevard Narosa.
Jalan besar ini akan menjadi penghubung langsung antara Lapangan Limuno dan Narosa. Boulevard tersebut tidak hanya berfungsi sebagai akses transportasi, tetapi juga dirancang sebagai ruang publik yang estetis dengan adanya taman di bagian tengah (median) dan pinggir jalan.
Penyatuan kedua ikon kota ini akan memungkinkan warga untuk melihat Narosa dari Lapangan Limuno, dan sebaliknya. Sepanjang jalan juga akan dibangun jalur pejalan kaki yang nyaman, sehingga masyarakat dapat menikmati suasana kota sambil berjalan santai.
Integrasi kawasan ini diharapkan membawa dampak positif bagi Teluk Kuantan, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.
Dari sisi ekonomi, pembangunan Boulevard Narosa dapat memicu pertumbuhan usaha baru, seperti restoran, hotel, dan toko oleh-oleh, yang akan mendukung citra Teluk Kuantan sebagai kota wisata.
Secara sosial, penataan ini akan menciptakan ruang publik yang lebih nyaman dan fungsional sebagai tempat interaksi warga.
Namun, proyek ini juga menghadapi sejumlah tantangan. Pembangunan Boulevard Narosa akan berdampak pada beberapa bangunan, termasuk ruko dan gedung pemerintah yang berada di area tersebut.
Deswan Antoni mengatakan ruko yang terkena dampak akan direlokasi ke kawasan bekas pasar lumpur.
Terkait realisasi proyek, Kementerian PUPR telah melakukan koordinasi dengan Gubernur Riau Abdul Wahid.
"Terakhir info yang saya terima, pihak kementerian PUPR telah berkoordinasi dengan Gubernur Riau hari Selasa, 2 September 2025, serta beberapa Balai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)." kata Deswan Antoni kepada riauin.com, Jumat (5/9/2025).
Dalam pertemuan tersebut, katanya, dibahas pula arahan dari Wakil Presiden terkait tradisi Pacu Jalur. Gubernur Riau menyatakan dukungan penuh terhadap proyek ini dan berencana untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Bupati Kuantan Singingi.
Pihak kementerian juga telah melakukan survei desain masterplan WFC dan tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian tata letak sesuai regulasi. (hen)
Berita Lainnya
Sehari Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Kuansing Sempat Umumkan Festival Perjodohan 4.700 Janda
Kasus Korupsi di Kuansing Diduga Berbuntut Panjang, 8 Sektor Basah Masuk Radar Penyelidikan
Pemprov Riau Bergerak Cepat, Kepala BKPP Muradi Ditunjuk Jadi Plh Sekda Kuansing
Babak Baru OTT Kuansing: Menhut Buka Suara, LSM Desak KPK Seret Aktor Belakang Layar
Kas Daerah Kuantan Singingi Serat, Pembayaran Gaji 13 ASN dan Upah Perangkat Desa Tersendat
KPK Tahan Bupati dan Sekda Kuansing, Usut Suap Land Cruiser hingga Suap Pelepasan Kawasan Hutan
Sehari Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Kuansing Sempat Umumkan Festival Perjodohan 4.700 Janda
Kasus Korupsi di Kuansing Diduga Berbuntut Panjang, 8 Sektor Basah Masuk Radar Penyelidikan
Pemprov Riau Bergerak Cepat, Kepala BKPP Muradi Ditunjuk Jadi Plh Sekda Kuansing
Babak Baru OTT Kuansing: Menhut Buka Suara, LSM Desak KPK Seret Aktor Belakang Layar
Kas Daerah Kuantan Singingi Serat, Pembayaran Gaji 13 ASN dan Upah Perangkat Desa Tersendat
KPK Tahan Bupati dan Sekda Kuansing, Usut Suap Land Cruiser hingga Suap Pelepasan Kawasan Hutan