Jaksa Perlu Usut, Anggaran Proyek Mushallah di Pengadilan Negeri Teluk Kuantan Dinilai tak Masuk Akal
Mushallah senilai Rp400 juta di Pengadilan Negeri Telukkuantan
RIAUIN. COM - Proyek pembangunan Mushallah di area Pengadilan Negeri Teluk Kuantan memakan biaya sebesar Rp400 juta. Padahal bangunan tersebut hanya sebesar rumah penduduk kelas menengah kebawah.
"Bangunan Rp400 juta itu kalau untuk ukuran Kabupaten Kuansing sudah termasuk mewah. Dengan dana segitu mungkin bangunannya lebih besar dari itu (Mushallah di Pengadilan, red), kata Adi warga Kuansing, Rabu (15/1/2025).
Sedangkan Indra, warga lainya juga menilai anggaran yang digelontorkan oleh Pemda Kuansing sebesar Rp400 juta tidak masuk akal. "Apa yang spesial dari bangunan itu sehingga berbiaya mahal. Kecuali interiornya mewah, " ucap Indra.
Tetapi, menurut Indra, kalau bangunan tersebut hanya standar seperti yang terlihat di foto itu maka anggaran Rp400 juta terlalu mahal.
Oleh karena itu, dirinya meminta agar pihak kejaksaan perlu menyelidiki proyek pembangunan tersebut karena diduga telah terjadi mark-up harga.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Hendri mengakui tidak ada yang spesial dari bangunan tersebut.
"Bangunan sederhana. Tidak ada yang spesial, anggaran tersebut mengacu kepada standar harga satuan bangunan gedung saat itu, " ujar Hendri mengakui.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga menilai biaya pembangunan sebuah Mushallah di area Kantor Pengadilan Negeri Teluk Kuantan (sebelumnya tertulis Pengadilan Agama, red) menjadi sorotan warga. Kendati pembangunan kantor Pengadilan itu didanai oleh Mahkamah Agung, namun Mushallah nya merupakan bangunan yang dibiayai oleh Pemda Kuansing melalui Dinas PUPR Bidang Cipta Karya.
Yang jadi sorotan adalah biaya pembangunan Mushallah yang hanya berukuran 10,5 m x 9,25 m itu tapi memakan dana sebesar Rp400 juta. Dana tersebut digelontorkan melalui APBD Kuansing 2024 lalu.
Menurut warga, untuk bangunan sekecil itu paling banter menghabiskan dana sekitar Rp200 juta. "Kalau habis Rp400 juta jelas gak masuk akal. Coba aja bawa ahli bangunan untuk menghitung, " saran warga.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kuansing Satroni SH MH melalui Kasi Intelijen Eliksander Siagian, SH.MH ketika dikonfirmasi terkait banyaknya desakan warga agar proyek pembangunan Mushallah di Pengadilan Negeri tersebut diusut. Namun hingga berita ini ditayangkan konfirmasi riauin.com belum dibalas. (hen)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK