Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
RIAUIN.COM - Pemerintah pusat memobilisasi satu unit helikopter pemadam (water bombing) tambahan dari Australia menuju Provinsi Riau. Langkah ini diambil untuk mengamankan wilayah Riau yang mulai memasuki musim kemarau, menyusul dipinjamkannya satu armada udara milik Riau ke Provinsi Aceh.
Saat ini armada baru tersebut sedang dalam perjalanan udara menuju Indonesia dan dijadwalkan mendarat di Pekanbaru dalam minggu ini. Kedatangan pasokan unit dari luar negeri ini otomatis akan menambah kekuatan satgas udara yang sebelumnya sempat pincang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Edy Afrizal menjelaskan bahwa wilayahnya saat ini hanya menyisakan satu helikopter pemadam dan satu helikopter patroli. Berkurangnya kekuatan udara ini terjadi karena satu helikopter pemadam milik Riau harus digeser sementara waktu untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Serambi Mekah.
Edy Afrizal memastikan helikopter yang diperbantukan ke Aceh akan langsung dikembalikan ke Pekanbaru begitu operasi di sana tuntas. Sembari menunggu armada itu pulang, helikopter kiriman dari Australia akan langsung mengambil alih tugas melepaskan bom air di lokasi-lokasi kebakaran yang sulit ditembus tim darat.
Kerawanan di Riau sendiri dipicu oleh kondisi cuaca yang mulai tidak menentu. Di saat sebagian wilayah masih diguyur hujan, beberapa kabupaten dan kota di Riau justru mulai mengalami kekeringan ekstrem yang membuat lahan gambut menjadi sangat rapuh dan mudah tersulut api.
Mengantisipasi situasi tersebut, otoritas penanggulangan bencana meminta sektor swasta pengelola konsesi lahan untuk memperketat pengawasan di area mereka. Pihak korporasi diwajibkan segera mematikan percikan api sekecil apa pun di batas wilayah mereka tanpa harus menunggu ukuran kebakaran membesar.
Di sisi lain, penduduk lokal juga diimbau untuk menyetop total kebiasaan membersihkan atau membuka areal perkebunan dengan metode pembakaran. Kelalaian kecil di kawasan terbuka, seperti membuang sisa rokok yang masih menyala, berpotensi memicu bencana kabut asap tahunan yang merugikan ruang publik. (Bil)
Berita Lainnya
Defisit Fiskal Riau, Perusahaan Diajak Kolaborasi Perbaiki Jalan Rusak di Mahato-Simpang Manggala
Sanggar Keletah Budak Suguhkan Operet Anak 'Dedap Durhaka'
Krisis Air Hambat Pendinginan 81 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Riau
Seleksi Komisaris PT PER Dibuka, Pemprov Riau Tekankan Integritas dan Tata Kelola BUMD
Realisasi Cek Kesehatan Gratis Baru 18,5 Persen, Pemprov Riau Kejar Target Nasional
Antisipasi Musim Kemarau, Riau Terbitkan Maklumat Cegah Karhutla
Defisit Fiskal Riau, Perusahaan Diajak Kolaborasi Perbaiki Jalan Rusak di Mahato-Simpang Manggala
Sanggar Keletah Budak Suguhkan Operet Anak 'Dedap Durhaka'
Krisis Air Hambat Pendinginan 81 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Riau
Seleksi Komisaris PT PER Dibuka, Pemprov Riau Tekankan Integritas dan Tata Kelola BUMD
Realisasi Cek Kesehatan Gratis Baru 18,5 Persen, Pemprov Riau Kejar Target Nasional
Antisipasi Musim Kemarau, Riau Terbitkan Maklumat Cegah Karhutla