Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
RIAUIN.COM - Kemerosotan tajam pada harga komoditas minyak sawit mentah atau CPO dan inti sawit di pasar lelang nasional berdampak langsung pada pendapatan petani kelapa sawit swadaya di Provinsi Riau. Absennya sejumlah pabrik kelapa sawit dalam penjualan pekan ini turut memperparah keadaan, sehingga memaksa pemerintah menggunakan formula harga rata-rata untuk menyelamatkan sirkulasi perdagangan.
Dalam rapat mingguan Tim Penetapan Harga yang digelar Dinas Perkebunan Provinsi Riau pada Rabu (3/6/2026), diputuskan bahwa harga pembelian tandan buah segar atau TBS untuk sepekan ke depan mengalami penyusutan besar. Tekanan paling berat dirasakan oleh petani yang memiliki tanaman berumur sembilan tahun, di mana harga jualnya terpangkas sebesar Rp 437,44 per kilogram.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Vera Virgianti menjelaskan, penurunan pada kelompok umur produktif tersebut mencapai 11,79 persen jika dibandingkan dengan pekan lalu. Akibatnya, harga beli di tingkat petani swadaya untuk kelompok umur sembilan tahun kini menyusut menjadi Rp 3.271,91 per kilogram untuk periode 3 hingga 9 Juni 2026.
Vera Virgianti menyebutkan bahwa rontoknya harga TBS kali ini dipicu oleh melemahnya nilai jual dua produk turunan utama sawit. Di pasar domestik, harga penjualan CPO lokal melorot sedalam Rp 1.726,00 per kilogram, sementara harga inti sawit atau kernel jatuh hingga Rp 1.845,65 per kilogram dari posisi minggu sebelumnya.
Kondisi pasar kian diperumit dengan pasifnya sejumlah korporasi atau pabrik kelapa sawit yang memilih tidak melakukan transaksi penjualan sepanjang periode ini. Mengantisipasi kebuntuan pasar tersebut, tim perumus kebijakan menyepakati penggunaan harga rata-rata internal digabung dengan indeks dari PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara atau KPBN sebagai basis acuan, sesuai koridor regulasi yang berlaku.
Berdasarkan pencatatan terakhir, harga rata-rata CPO di bursa KPBN berada di angka Rp 15.344,00 per kilogram, sedangkan untuk kernel dipatok pada Rp 13.400,00 per kilogram. Adapun untuk operasional lokal, tim menetapkan indeks K sebesar 92,87 persen, biaya operasional tidak langsung atau BOTL 0,48 persen, dengan harga riil CPO Rp 12.872,00 per kilogram, kernel Rp 13.431,91 per kilogram, serta harga cangkang sebesar Rp 26,09 per kilogram.
Merespons gejolak ini, Pemerintah Provinsi Riau bersama Kejaksaan Tinggi Riau menyatakan akan memperketat pengawasan tata kelola niaga sawit di lapangan. Pembenahan sistem penetapan harga berkala ini dinilai krusial demi menjamin transparansi serta menjaga aspek keadilan bagi petani mandiri maupun perusahaan kemitraan di tengah fluktuasi pasar global.
Secara menyeluruh, keputusan rapat menetapkan variasi harga TBS swadaya berdasarkan usia tanaman secara runtut. Tanaman berumur tiga tahun dihargai Rp 2.541,03 per kilogram, umur empat tahun sebesar Rp 2.829,24 per kilogram, umur lima tahun Rp 3.031,63 per kilogram, umur enam tahun Rp 3.146,91 per kilogram, dan umur tujuh tahun mencapai Rp 3.218,17 per kilogram.
Selanjutnya untuk kelapa sawit umur delapan tahun dihargai Rp 3.256,58 per kilogram, umur sembilan tahun Rp 3.271,91 per kilogram, dan rentang umur sepuluh hingga dua puluh tahun dipatok Rp 3.240,05 per kilogram.
Untuk tanaman yang masuk kategori tua, harga ditetapkan berturut-turut mulai dari umur dua puluh satu tahun senilai Rp 3.187,66 per kilogram, umur dua puluh dua tahun Rp 3.126,75 per kilogram, umur dua puluh tiga tahun Rp 3.057,46 per kilogram, serta umur dua puluh vier tahun Rp 3.004,86 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada tanaman berumur dua puluh lima tahun menjadi Rp 2.961,88 per kilogram, umur dua puluh enam tahun Rp 2.946,34 per kilogram, umur dua puluh tujuh tahun Rp 2.922,48 per kilogram, umur dua puluh delapan tahun Rp 2.877,11 per kilogram, umur dua puluh sembilan tahun Rp 2.843,64 per kilogram, hingga batas umur tiga puluh tahun yang tersisa Rp 2.767,13 per kilogram. (Bil)
Berita Lainnya
Defisit Fiskal Riau, Perusahaan Diajak Kolaborasi Perbaiki Jalan Rusak di Mahato-Simpang Manggala
Sanggar Keletah Budak Suguhkan Operet Anak 'Dedap Durhaka'
Krisis Air Hambat Pendinginan 81 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Riau
Seleksi Komisaris PT PER Dibuka, Pemprov Riau Tekankan Integritas dan Tata Kelola BUMD
Realisasi Cek Kesehatan Gratis Baru 18,5 Persen, Pemprov Riau Kejar Target Nasional
Antisipasi Musim Kemarau, Riau Terbitkan Maklumat Cegah Karhutla
Defisit Fiskal Riau, Perusahaan Diajak Kolaborasi Perbaiki Jalan Rusak di Mahato-Simpang Manggala
Sanggar Keletah Budak Suguhkan Operet Anak 'Dedap Durhaka'
Krisis Air Hambat Pendinginan 81 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Riau
Seleksi Komisaris PT PER Dibuka, Pemprov Riau Tekankan Integritas dan Tata Kelola BUMD
Realisasi Cek Kesehatan Gratis Baru 18,5 Persen, Pemprov Riau Kejar Target Nasional
Antisipasi Musim Kemarau, Riau Terbitkan Maklumat Cegah Karhutla