32 Tahun Tak Tersentuh, Dinas PUPR Pekanbaru Normalisasi Sungai Sail
RIAUIN.COM - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Pekanbaru melaksanakan normalisasi Sungai Sail yang terletak di Jalan Lembah Raya, Kelurahan Tangkerang Utara dan berbatasan dengan Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Sail.
Pengerjaan normalisasi ini sudah dilakukan Dinas PUPR Kota Pekanbaru sejak 28 hari lalu. Hingga saat ini proses pengerukan dan pelebaran sungai masih berlangsung dengan menggunakan bantuan alat berat.

Sungai yang juga membelah Kecamatan Bukit Raya itu dikeruk dengan tujuan untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda Kota Pekanbaru, khususnya dua kecamatan tersebut.
Didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, PJ Walikota Pekanbaru, Muflihun mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan pengerjaan normalisasi di Sungai Sail. Selain itu, menurutnya ada empat titik yang juga menjadi target pengerjaan normalisasi PUPR Pekanbaru.
"Ada 4 tempat seperti di Arifin Ahmad, Putri Tujuh. Target normalisasi ini adalah Sungai Sail, Sungai Sibam, Air Hitam. Semoga ini bisa mengurangi banjir yang ada di Kota Pekanbaru," ujar Muflihun, Senin (30/5/2022).

Dijelaskan Muflihun, terakhir kali pelaksanaan normalisasi Sungai Sail dilakukan pada tahun 1990 lalu. Hal inilah yang menyebabkan penumpukan sedimen, tanah lumpur, sampah dan tumbuhan liar di sepanjang sungai tersebut.
"Itu (normalisasi, red) tahun 1990 terakhir. Sekarang saja sudah tahun 2022, sudah 32 tahun, wajarlah bertumpuk ya," sambungnya.
Muflihun menegaskan, saat ini prioritas utamanya menyelesaikan persoalan banjir yang tak kunjung selesai di Pekanbaru. Selain banjir, ia juga banyak menerima laporan terkait masalah sampah.
"Banjir ini memang fokus kita, karena kasian masyarakat. Jadi jujur pengaduan ke saya itu banjir, sampah," tuturnya.
Diungkapkan Muflihun, kendala yang dihadapi saat ini adalah terkait keterbatasan alat pendukung pengerjaan normalisasi tersebut. Namun, pihaknya sudah berkoordinasi dan meminta bantuan dari Dinas PUPR Provinsi Riau untuk membantu peminjaman alat berat.
"Jadi warga bisa bersabar, yang jelas kita segera untuk mengurangi masalah-masalah (banjir, red) di Kota Pekanbaru," tutupnya.
Untuk diketahui, sebelum dilakukannya normalisasi, Sungai Sail memiliki kedalaman sekitar 50 sentimeter saja. Hal ini disebabkan endapan lumpur dan ditumbuhi tanaman liar. Saat ini, kedalaman Sungai Sail kembali normal yakni sekitar 3 meter. Hal ini cukup untuk menampung debit air diakubatkan hujan deras sehingga tidak meluber ke pemukiman sekitar.-dnr
Berita Lainnya
Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus
Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif
Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk
Target Atasi Banjir, Kecamatan di Pekanbaru Wajib Bersihkan 200 Meter Drainase Tiap Hari
Razia Truk Bertonase Besar di Perbatasan Pekanbaru Bakal Diperketat
Juru Parkir di Jalan Riau Pekanbaru Dipecat Setelah Ancam Pengemudi Ojol
Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus
Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif
Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk
Target Atasi Banjir, Kecamatan di Pekanbaru Wajib Bersihkan 200 Meter Drainase Tiap Hari
Razia Truk Bertonase Besar di Perbatasan Pekanbaru Bakal Diperketat
Juru Parkir di Jalan Riau Pekanbaru Dipecat Setelah Ancam Pengemudi Ojol