PILIHAN
Waspadai 'Argo Kuda' di SPBU Pekanbaru
Ilustrasi
DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru saat ini memperketat pengawasan terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU). Hal itu dilakukan karena laporan ada SPBU diduga memakai 'argo kuda'.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman, mengakui bahwa indikasi SPBU memakai 'argo kuda' itu berdasarkan laporan pengaduan kecurangan konsumen yang diduga dilakukan oknum petugas SPBU.
"Kecurangan yang dilaporkan adalah 'argo kuda' yaitu saat konsumen mengisi BBM dengan harga tertentu, maka saat mengisi BBM dan konsumen lengah oknum petugas SPBU memanfaatkan celah tersebut dengan argo "loncat" atau 'argo kuda'," ujarnya.
Sehingga, lanjutnya, seharusnya yang disalurkan baru dua liter namun tiba-tiba melonjat menjadi tiga liter. Atau saat harga baru Rp 20 ribu tetapi tiba-tiba meloncat menjadi Rp 25 ribu.
Irba menambahkan, pihaknya sudah menurunkan tim ke SPBU yang dimaksud. Namun sejauh ini belum menemukan kecurangan. Sebab penerapan 'argo kuda' tersebut bisa diatur sesuai dengan kondisi.
Ia menyarankan kepada masyarakat agar langsung melapor ke Disperindag bila menemukan kasus 'argo kuda'. "Semacam operasi tangkap tangan agar oknum SPBU tidak bisa berkilah," ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini di Pekanbaru terdapat sekitar 50 SPBU yang tersebar di 12 kecamatan. Dan sebagian berada di perbatasan dengan daerah lain. Sehingga pengawasan sulit dilakukan. TSR
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman, mengakui bahwa indikasi SPBU memakai 'argo kuda' itu berdasarkan laporan pengaduan kecurangan konsumen yang diduga dilakukan oknum petugas SPBU.
"Kecurangan yang dilaporkan adalah 'argo kuda' yaitu saat konsumen mengisi BBM dengan harga tertentu, maka saat mengisi BBM dan konsumen lengah oknum petugas SPBU memanfaatkan celah tersebut dengan argo "loncat" atau 'argo kuda'," ujarnya.
Sehingga, lanjutnya, seharusnya yang disalurkan baru dua liter namun tiba-tiba melonjat menjadi tiga liter. Atau saat harga baru Rp 20 ribu tetapi tiba-tiba meloncat menjadi Rp 25 ribu.
Irba menambahkan, pihaknya sudah menurunkan tim ke SPBU yang dimaksud. Namun sejauh ini belum menemukan kecurangan. Sebab penerapan 'argo kuda' tersebut bisa diatur sesuai dengan kondisi.
Ia menyarankan kepada masyarakat agar langsung melapor ke Disperindag bila menemukan kasus 'argo kuda'. "Semacam operasi tangkap tangan agar oknum SPBU tidak bisa berkilah," ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini di Pekanbaru terdapat sekitar 50 SPBU yang tersebar di 12 kecamatan. Dan sebagian berada di perbatasan dengan daerah lain. Sehingga pengawasan sulit dilakukan. TSR
Berita Lainnya
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol