Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
Pemprov Riau Perketat Penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit
RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau mulai memperketat pengawasan dan administrasi penggunaan Dana Bagi Hasil (DBH) perkebunan sawit. Langkah ini diambil menyusul tren penurunan nilai bagi hasil serta adanya perubahan regulasi yang menuntut efisiensi penggunaan anggaran daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menjelaskan bahwa fokus utama saat ini bukan lagi pada besaran angka yang diterima, melainkan pada ketepatan pemanfaatan dana. Penurunan nilai DBH sawit memaksa pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam menyusun rencana kerja, terutama pada sektor infrastruktur.
"Secara prinsip terdapat perubahan regulasi terbaru. Kita tidak lagi memperdebatkan jumlah hasil baginya, namun yang pasti jumlahnya semakin menurun," ujar Syahrial Abdi saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Melati, Pekanbaru, Senin (20/4/2026).
Kondisi fiskal daerah yang menantang menuntut setiap alokasi anggaran digunakan secara efektif. Pemprov Riau kini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 10 Tahun 2026 yang menggantikan aturan sebelumnya, PMK 91 Tahun 2023. Perubahan ini membawa konsekuensi pada mekanisme verifikasi kebutuhan daerah yang kini jauh lebih ketat.
Salah satu poin krusial dalam aturan baru tersebut adalah fleksibilitas alokasi. Jika sebelumnya DBH sawit didominasi untuk pembangunan fisik, kini daerah diizinkan menggunakan minimal 15 persen dari dana tersebut untuk kegiatan non-infrastruktur. Selain itu, regulasi terbaru memungkinkan daerah mendapatkan alokasi ganda sebagai wilayah penghasil sekaligus wilayah perbatasan.
Meski terdapat ruang fleksibilitas, Syahrial Abdi menegaskan bahwa prosedur administrasi tidak akan melonggar. Rapat koordinasi ini menjadi instrumen evaluasi agar setiap tahapan pengelolaan dana tetap akuntabel dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
"Konsekuensinya, administrasi akan semakin ketat. Rakor ini bertujuan mengevaluasi prosedur agar tetap tepat sasaran," tambahnya. (Bil)
Berita Lainnya
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Perkuat Tulang Punggung Listrik Riau, PLN Lakukan Final Check Relokasi Tower SUTT 150 kV
FWK Soroti Komunikasi Publik Prabowo-Gibran di Tengah Krisis Global
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Perkuat Tulang Punggung Listrik Riau, PLN Lakukan Final Check Relokasi Tower SUTT 150 kV
FWK Soroti Komunikasi Publik Prabowo-Gibran di Tengah Krisis Global