PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Mahasiswa di Pekanbaru Jualan Ganja Gara-gara Kiriman Orang Tua Tak Cukup
PEKANBARU, Riauin.com - Abdurahman Al Hafiz (22), mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Pekanbaru pilih nyambi jadi pengedar narkoba, jenis ganja buat hidup sehari-hari. Rupanya kiriman orang tua tak cukup baginya.
Akibat kelakuannya tersebut, warga asal Duri itupun terancam drop out dan dipastikan mendekam di penjara karena diciduk oleh tim Opsnal Polsek Bukit Raya, Kamis (20/4/17) kemarin.
Ironisnya, tersangka dibekuk petugas bersama kekasihnya, Maya (21) yang tak lain adalah mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Bertuah.
"Saya masih kuliah bang, semester 8 di UIR. Terpaksa jual (ganja) karena uang kiriman dari orang tua kurang. Kerjaan juga belum ada," kata Hafiz ketika ditemui di Mapolsek Bukit Raya, Jum'at (21/4/17).
Aktivitas berdagang barang haram itu sendiri, diakui tersangka sudah dilakoninya selama setahun lebih. Dengan sasaran penjualan di sekitar kampus UIR. Selama berdagang ganja, tersangka mematok harga Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per paketnya.
"Biasanya (menjual ganja) per paket Rp40 ribu atau Rp50 ribu. Uangnya cuma untuk nambah biaya hidup saja," gumamnya.
Sebelumnya, dua perguruan tinggi ternama di Pekanbaru harus tercoreng akibat ulah mahasiswanya yang memiliki kerja sampingan sebagai penjual dan pemakai daun ganja kering.
Keduanya yang juga merupakan sepasang kekasih tersebut, tak mampu berkutik ketika tim Opsnal Polsek Bukit Raya menciduknya di sebuah kos-kosan di Jalan Karya I, Kamis (20/4/17) kemarin. (src)
Akibat kelakuannya tersebut, warga asal Duri itupun terancam drop out dan dipastikan mendekam di penjara karena diciduk oleh tim Opsnal Polsek Bukit Raya, Kamis (20/4/17) kemarin.
Ironisnya, tersangka dibekuk petugas bersama kekasihnya, Maya (21) yang tak lain adalah mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Bertuah.
"Saya masih kuliah bang, semester 8 di UIR. Terpaksa jual (ganja) karena uang kiriman dari orang tua kurang. Kerjaan juga belum ada," kata Hafiz ketika ditemui di Mapolsek Bukit Raya, Jum'at (21/4/17).
Aktivitas berdagang barang haram itu sendiri, diakui tersangka sudah dilakoninya selama setahun lebih. Dengan sasaran penjualan di sekitar kampus UIR. Selama berdagang ganja, tersangka mematok harga Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per paketnya.
"Biasanya (menjual ganja) per paket Rp40 ribu atau Rp50 ribu. Uangnya cuma untuk nambah biaya hidup saja," gumamnya.
Sebelumnya, dua perguruan tinggi ternama di Pekanbaru harus tercoreng akibat ulah mahasiswanya yang memiliki kerja sampingan sebagai penjual dan pemakai daun ganja kering.
Keduanya yang juga merupakan sepasang kekasih tersebut, tak mampu berkutik ketika tim Opsnal Polsek Bukit Raya menciduknya di sebuah kos-kosan di Jalan Karya I, Kamis (20/4/17) kemarin. (src)
Berita Lainnya
Kesaksian Dani M Nursalam, Komitmen Rp 1 Miliar untuk Abdul Wahid Kandas karena OTT
Polres Rohil Bongkar Jaringan Pengedar Ekstasi Rumahan di Tanah Putih
Sidang Kasus Abdul Wahid, SF Hariyanto Ungkap Adanya Permintaan Komisi 5 Persen untuk Jatah Gubernur
Lima Bulan, Polda Riau Tangkap 525 Pelaku Kriminalitas Jalanan
Sidang Abdul Wahid, SF Hariyanto Ngaku Ditepikan dalam Pembahasan Anggaran Riau
Diwarnai Massa Unjuk Rasa, Sidang Kasus Abdul Wahid Hadirkan Plt Gubri SF Harianto
Kesaksian Dani M Nursalam, Komitmen Rp 1 Miliar untuk Abdul Wahid Kandas karena OTT
Polres Rohil Bongkar Jaringan Pengedar Ekstasi Rumahan di Tanah Putih
Sidang Kasus Abdul Wahid, SF Hariyanto Ungkap Adanya Permintaan Komisi 5 Persen untuk Jatah Gubernur
Lima Bulan, Polda Riau Tangkap 525 Pelaku Kriminalitas Jalanan
Sidang Abdul Wahid, SF Hariyanto Ngaku Ditepikan dalam Pembahasan Anggaran Riau
Diwarnai Massa Unjuk Rasa, Sidang Kasus Abdul Wahid Hadirkan Plt Gubri SF Harianto