Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
Bukan Soal Teknologi, Ketahanan Mental Jadi Tantangan Gen Z
Media Relation Officer EMP Bentu (berdiri) sedang menyampaikan materi di Kampus UPBI Pekanbaru, Sabtu (6/6/2026). | Foto : hms
RIAUIN.COM – Kemampuan digital yang dimiliki Generasi Z belum cukup untuk membuat mereka mudah diterima di perusahaan-perusahaan besar. Ketahanan menghadapi tekanan kerja dan kesabaran menjalani proses justru menjadi tantangan yang masih dihadapi sebagian generasi muda.
Isu tersebut mengemuka dalam Seminar Personality Development and Soft Skill di Era Gen Z yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Persada Bunda Indonesia (UPBI), Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan itu menghadirkan Media Relation Officer EMP Bentu Limited Muhammad Hanshardi MIKom, Founder KBL Coaching M Hafiz Ona Hadi Putra SE CMT, serta dosen Ilmu Komunikasi UPBI Hari Jummaulana SIKom MIKom.
Hanshardi mengatakan generasi yang lahir di era internet memiliki sejumlah keunggulan dibanding pendahulunya. Mereka lebih cepat mempelajari perangkat baru, terbiasa mengakses informasi dari berbagai sumber, serta lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat.
Menurut dia, kemampuan tersebut menjadi modal penting di tengah perubahan kebutuhan industri yang berlangsung cepat. Namun perusahaan tidak hanya menilai kecakapan teknis, melainkan juga karakter, kedewasaan, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan yang muncul di lingkungan profesional.
“Perusahaan tidak hanya mencari orang pintar. Mereka mencari orang yang bisa diandalkan, mau belajar, mampu bekerja dalam tim, dan tetap produktif ketika menghadapi tekanan,” kata Hanshardi.
Dalam sesi diskusi, seorang mahasiswa mempertanyakan mengapa banyak anak muda yang memiliki kemampuan digital justru masih kesulitan bersaing dalam proses rekrutmen di sejumlah korporasi besar. Padahal, menurutnya, transformasi digital membuat kebutuhan terhadap talenta muda semakin tinggi.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Hanshardi menilai persoalannya bukan terletak pada kemampuan menggunakan teknologi. Tantangan yang lebih sering muncul adalah keinginan memperoleh hasil secara cepat, rendahnya toleransi terhadap kegagalan, dan kurangnya pengalaman menghadapi situasi yang menuntut ketahanan mental.
“Banyak yang ingin cepat berhasil, cepat naik level, atau cepat mendapatkan pengakuan. Padahal setiap karier dibangun melalui tahapan yang tidak selalu mudah,” ujarnya.
Sementara itu, M Hafiz Ona Hadi Putra membahas pentingnya public speaking sebagai sarana membangun kepercayaan diri dan menyampaikan gagasan secara efektif. Adapun Hari Jummaulana mengulas tantangan jurnalisme di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), termasuk pentingnya menjaga akurasi dan etika dalam produksi informasi.
Menutup pemaparannya, Hanshardi mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak pada pola pikir serba instan. “Gen Z harus sabar, konsisten, mampu mengendalikan emosi, dan mau terus belajar hal-hal baru. Karakter tidak dibentuk secara instan,” ujarnya. -rls, juh
Berita Lainnya
Mahasiswa Unri Tewas Tenggelam di Waduk Kampus Saat Menyelam dan Menembak Ikan
Antisipasi Gejolak Energi Global, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial
Gandeng Pakar Global dan Industri, Universitas Pertamina Bedah Solusi Kota Hijau
Pakar Ekonomi UPER: Hilirisasi Biodiesel Jadi Kunci Mengamankan Ekonomi Nasional Menuju B50
Sabet Juara Tiga Besar Nasional, Tim Pertalight UPER Gagas Solusi Hak Pejalan Kaki di Kota Besar
Hadapi Kenaikan Harga Pangan, UPER Berdayakan Warga Depok lewat Budikdamber
Mahasiswa Unri Tewas Tenggelam di Waduk Kampus Saat Menyelam dan Menembak Ikan
Antisipasi Gejolak Energi Global, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial
Gandeng Pakar Global dan Industri, Universitas Pertamina Bedah Solusi Kota Hijau
Pakar Ekonomi UPER: Hilirisasi Biodiesel Jadi Kunci Mengamankan Ekonomi Nasional Menuju B50
Sabet Juara Tiga Besar Nasional, Tim Pertalight UPER Gagas Solusi Hak Pejalan Kaki di Kota Besar
Hadapi Kenaikan Harga Pangan, UPER Berdayakan Warga Depok lewat Budikdamber