• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Benteng Roboh, Injury Time Juprizal
05 Juli 2026
KPK Buru Aktor Pengumpul Duit Koperasi dalam Kasus Suap Bupati Kuansing
05 Juli 2026
Kasus Korupsi di Kuansing Diduga Berbuntut Panjang, 8 Sektor Basah Masuk Radar Penyelidikan
04 Juli 2026
Sebut Kasus Amplop Bupati Kuansing Masuk Gratifikasi, LSM: Seharusnya Lapor KPK, Bukan Dikembalikan
04 Juli 2026
Babak Baru OTT Kuansing: Menhut Buka Suara, LSM Desak KPK Seret Aktor Belakang Layar
03 Juli 2026

  • Home
  • Pilkada

Serma Rama Sempat Tertinggal Pasukan, Luka Tembak di Dada, Begini Kronologisnya

Redaksi

Jumat, 26 Juni 2020 22:27:59 WIB
Cetak
Pasukan Garuda di Kongo. Gambar ilustrasi.| F: Puspen TNI

JAKARTA, RiauIN.com - Komandan Pusat Misi Pasukan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Victor Hasudungan Simatupang menuturkan kronologi penembakan terhadap prajurit TNI anggota pasukan perdamaian PBB di Kongo, Sersan Mayor (Serma) Rama Wahyudi. Akibat tembakan pemberontak tersebut Rama akhirnya meninggal dalam tugas.

Dalam jumpa pers di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (26/6), Victor menyebut peristiwa itu terjadi saat Rama Wahyudi melaksanakan tugas pergeseran pasukan dari markas pusat operasi (COB) di Mavivi ke markas sementara (TOB) di Halulu, Senin (22/6/2020) sore.

Mereka dalam misi pengiriman ulang logistik ke TOB bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat.

Anggota TNI yang ikut dalam tugas tersebut berjumlah 12 orang, dengan dukungan 2 orang tentara Malawi. Rama sendiri menjadi komandan tim (dantim). Mereka berangkat dengan menggunakan truk logistik yang dikawal oleh dua kendaraan pengangkut personel lapis baja (APC).

"Mereka berangkat sekitar pukul 08.10 waktu setempat. Perjalanan lebih kurang memakan waktu 3 jam, mereka sampai di tempat dalam keadaan aman," katanya, dikutip dari Antara.

Tim sampai ke Halulu pukul 13.00 waktu setempat dan mulai memperbaiki jembatan. Sekitar pukul 15.45, mereka kembali ke Mavivi. Dalam perjalanan, tim disergap oleh milisi dari Uganda yang masuk wilayah Kongo.

"Anggota kita diserang mengakibatkan Serma Rama Wahyudi mengalami luka tembak di dada dan perut," ungkap Victor.

Anggota tim sontak menyelamatkan diri dengan turun dari truk dan berlindung di balik roda truk. Mereka merayap ke belakang kendaraan menuju APC, bersama-sama dengan dua personel tentara Malawi.

Beruntung, tentara Malawi bisa menggunakan bahasa lokal sehingga bisa membuka kendaraan tempur APC. Sayangnya, Serma Rama masih tertinggal karena terkena tembakan.

"Kalau mereka menggunakan bahasa Inggris kemungkinan tidak bisa dibuka. Jadi, APC berhasil dibuka, masuk ke dalamnya. Setelah dihitung, ternyata masih ada ketinggalan, yakni Serma Rama," ujar Victor.

"Anggota kita minta tolong kepada team leader-nya Malawi supaya dijemput kembali. Dalam waktu 10 menit Sersan Mayor Rama Wahyudi sudah tidak sadarkan diri," imbuh dia.

Kelompok milisi kemudian merampok seluruh perlengkapan perorangan mulai dari senjatanya, rompi, dan helm, serta alat pengaman.

Victor menyebut kini jenazah Serma Rama masih dalam pemeriksaan protokol Covid-19 yang masih berlangsung pada Kamis (25/6/2020) malam, dan autopsi di Uganda.

"Kalau pemeriksaan Covid-19 hari ini selesai akan diterbangkan ke Uganda untuk dilaksanakan otopsi. Nah ini memakan waktu lebih kurang empat hari," kata dia.

Victor memperkirakan semua proses administrasi ini akan rampung pada 30 Juni, untuk kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Pekanbaru, Riau.

Jadi Bahan Evaluasi

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Sisriadi menegaskan Mabes TNI akan mengevaluasi sejumlah hal terkait insiden gugurnya prajurit TNI anggota Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco, Serma Rama Wahyudi.

Diketahui Serma Rama Wahyudi gugur saat menjalankan tugas misi sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah Republik Demokratik Kongo, Afrika beberapa waktu lalu.

Sisriadi memgungkapkan hal yang akan dievaluasi antara lain terkait dengan jalur pegeseran pasukan dalam misi pemeliharaan perdamaian tersebut.

Ia mengungkapkan jalur atau medan yang dilalui Serma Rama dan timnya dalam misi tersebut merupakan medan yang relatif minim tempat perlindungan jika ada penyergapan.

"Ini menjadi pelajaran bagi kita, prajurit kita, untuk mencari medan-medan yang sesuai dengan kondisi di sana. Dan itu akan kita jadikan evaluasi untuk penugasan-penugasan yang akan datang," kata Sisriadi.

Selain itu, Sisriadi mengungkapkan Mabes TNI juga telah melakukan penekanan kepada prajurit-prajurit yang akan ditugaskan dalam misi pemeliharaan perdamaian di luar negeri untuk terus berlatih.

Selain itu, Sisriadi menyesalkan kejadian tersebut dan mengungkapkan belasungkawa atas kejadian tersebut.

"Tapi memang yang kita sesalkan adalah mereka tidak melihat kita sebagai pasukan pengaman. Mestinya, pasukan pengaman, tapi memang itu salah satu resiko, kalau itu di Afrika, mereka tidak menghormati, karena mereka (penyerang) militan-militan bukan aktor pemerintah dan itu sudah kita perhitungkan resikonya. Artinya, kita ikut belasungkawa," kata Sisriadi.(fbh)


Sumber : CNNIndonesia.com /  Editor : Eka Putra Nazir


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

KPU Riau Kembalikan SILPA Rp53,7 Miliar ke Kas Daerah, Gubernur Apresiasi Transparansi

Tingkat Partisipasi Pemilih Tinggi, PSU di Siak Berlangsung Damai

KPU Riau Larangan Paslon Kampanye di Lokasi PSU Pilkada Siak

Raih 11 Penghargaan, KPU Pekanbaru Terbaik dalam Penyelenggaraan Pemilu se-Riau

KPU Siak Tunggu Instruksi KPU Pusat Terkait Pilkada Ulang di 3 TPS

MK Perintahkan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Siak di Desa Jayapura, Buantan Besar dan RSUD

KPU Riau Kembalikan SILPA Rp53,7 Miliar ke Kas Daerah, Gubernur Apresiasi Transparansi

Tingkat Partisipasi Pemilih Tinggi, PSU di Siak Berlangsung Damai

KPU Riau Larangan Paslon Kampanye di Lokasi PSU Pilkada Siak

Raih 11 Penghargaan, KPU Pekanbaru Terbaik dalam Penyelenggaraan Pemilu se-Riau

KPU Siak Tunggu Instruksi KPU Pusat Terkait Pilkada Ulang di 3 TPS

MK Perintahkan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Siak di Desa Jayapura, Buantan Besar dan RSUD

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 KPK Buru Aktor Pengumpul Duit Koperasi dalam Kasus Suap Bupati Kuansing
  • 2 Kasus Korupsi di Kuansing Diduga Berbuntut Panjang, 8 Sektor Basah Masuk Radar Penyelidikan
  • 3 Sebut Kasus Amplop Bupati Kuansing Masuk Gratifikasi, LSM: Seharusnya Lapor KPK, Bukan Dikembalikan
  • 4 Babak Baru OTT Kuansing: Menhut Buka Suara, LSM Desak KPK Seret Aktor Belakang Layar
  • 5 Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
  • 6 Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas
  • 7 KPK Bidik Kementerian Kehutanan dalam Kasus Suap Bupati Kuansing, Diduga Potong Setengah Penghasilan Petani
  • 8 KPK Tahan Bupati dan Sekda Kuansing, Usut Suap Land Cruiser hingga Suap Pelepasan Kawasan Hutan
  • 9 KPK Sudah Pegang Barang Bukti, Bupati dan Sekda Kuansing Diminta Menyerahkan Diri
Terkini +INDEKS

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

05 Juli 2026
KPK Buru Aktor Pengumpul Duit Koperasi dalam Kasus Suap Bupati Kuansing
05 Juli 2026
Bisakah Gempa Ganda seperti di Venezuela Terjadi di Indonesia? Pakar UPER Beri Penjelasan Ilmiahnya
05 Juli 2026
Kasus Korupsi di Kuansing Diduga Berbuntut Panjang, 8 Sektor Basah Masuk Radar Penyelidikan
04 Juli 2026
Pemprov Riau Minta Efisiensi Energi, Penggunaan Aula Masjid An-Nur Ditata Ulang
04 Juli 2026
Riau Bersiap Terapkan Sistem Merit, Pola Lama Seleksi Jabatan Bakal Dihapus
04 Juli 2026
BPMR An Nur Luruskan Isu Miring Penghentian MPQ: yang Diatur Penggunaan Fasilitas Masjid, Bukan Kegiatan Mengaji
04 Juli 2026
Menhut Siap Diperiksa KPK Terkait Dugaan Rasuah Kawasan Hutan Kuantan Singingi
04 Juli 2026
3.350 Bangku SD Negeri di Pekanbaru Masih Kosong
04 Juli 2026
Kejari Pelalawan Limpahkan 7 Berkas Korupsi Pupuk Subsidi Bunut ke PN Pekanbaru
04 Juli 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved