Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
Pelaku Melarikan Diri
Gara-gara Dimintai Uang, Pria 30 Tahun Ini Pukuli 2 Anak Tirinya Hingga Tewas
SUMUT, RiauINcom - Gara-gara dimintai uang oleh anaknya, seorang pria berinisial R (30) tega menghabisi nyawa dua orang anaknya, yakni IKT (10) dan RFA (5).
Kedua bocah laki-laki tersebut ditemukan warga dalam keadaan tidak bernyawa di samping sebuah sekolah swasta Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara, Minggu (21/6/2020).
R yang tidak lain adalah ayah tiri korban diduga tega menghabisi nyawa kedua anaknya itu gara-gara kesal dimintai uang.
Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Ainul Yaqin membenarkan kejadian itu. Saat ini polisi masih melakukan pengusutan. Sementara, jenazah kedua korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum.
"Benar ada dua jenazah anak-anak berumur 10 dan 5 tahun yang ditemukan di dalam parit sekolah, kita masih kerja di lapangan, (terduga pelaku) masih dicari," Iptu Ainul Yaqin saat dikonfirmasi.
Dari informasi dihimpun, kejadian itu berawal saat R tengah bekerja pada sebuah sekolah swasta di Kelurahan Sei Mati sebagai pekerja bangunan. Kedua anak tirinya, IKF dan RFA kemudian datang untuk meminta uang.
Namun Rahmadsyah menolak permintaan kedua anaknya karena tak memiliki uang. Kemudian Rahmadsyah membawa keduanya ke samping gedung bangunan sekolah.
Di sana R diduga memukuli mereka dengan membabi buta sehingga meninggal dunia.
Ibu kandung kedua korban Fah (30) kemudian mencari kedua anaknya menghubungi suaminya. Saat itu R menjawab agar Fahtulazanah mencari di samping sekolah..
Lalu Fahtulazanah bersama adik dan neneknya mencari ke lokasi dimaksud. Di sana mereka menemukan kedua korban dalam keadaan sudah tak bernyawa.
IKF ditemukan di sudut bangunan gedung sekolah dalam posisi terlentang dengan bagian wajah memar diduga akibat benturan ke dinding bangunan sekolah.
Sedangkan RFA ditemukan di dalam parit samping gedung dengan posisi terlentang ditutup dengan triplek dan karton. Penemuan jasad kedua korban langsung dilaporkan ke polisi.(nsv)
Berita Lainnya
Polresta Pekanbaru Jadwalkan Pemeriksaan Kepala Sekolah SMK Terkait Laporan Penganiayaan Siswi
Pengadilan Tinggi Riau Perberat Vonis Korupsi Abdul Wahid Jadi 4 Tahun Penjara dan Denda Rp200 Juta
Polres Siak Tangkap Tiga Pengedar Sabu di Kandis, Pemasok Utama Masih Diburu
Nyamar Jadi Pembeli, Polisi Ringkus Kurir Ekstasi di Parkiran Hotel Pekanbaru
Nyamar Jadi Buruh Sawit, Pengedar Sabu Lintas Kabupaten Ditangkap di Perkebunan Ukui
Aksi Pemerasan Bermodus MiChat di Pekanbaru Diberantas, Polsek Sukajadi Buru Dua DPO
Polresta Pekanbaru Jadwalkan Pemeriksaan Kepala Sekolah SMK Terkait Laporan Penganiayaan Siswi
Pengadilan Tinggi Riau Perberat Vonis Korupsi Abdul Wahid Jadi 4 Tahun Penjara dan Denda Rp200 Juta
Polres Siak Tangkap Tiga Pengedar Sabu di Kandis, Pemasok Utama Masih Diburu
Nyamar Jadi Pembeli, Polisi Ringkus Kurir Ekstasi di Parkiran Hotel Pekanbaru
Nyamar Jadi Buruh Sawit, Pengedar Sabu Lintas Kabupaten Ditangkap di Perkebunan Ukui
Aksi Pemerasan Bermodus MiChat di Pekanbaru Diberantas, Polsek Sukajadi Buru Dua DPO