PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Tim Jokowi Nilai Prabowo Tak Islami Gebrak Meja Depan Ulama
Jakarta, Riauin.com -- Juru Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Eva Kusuma Sundari mengkritik tingkah Prabowo Subianto yang memukul meja dalam forum Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212.
Ia menyatakan bahwa Prabowo telah merugikan para ulama yang merekomendasikan dirinya sebagai calon presiden di pilpres 2019 melalui forum Ijitimak Ulama karena memiliki sifat tak Islami.
"Makanya Prabowo telah merugikan ulama sendiri, kalau ulama justru memilih orang yang sebenarnya tak Islami, tak bijaksana, masa di depan ulama gebrak-gebrak meja," kata Eva saat dihubungi wartawan, Kamis (19/12).
Politikus PDIP itu turut menyesalkan bahwa para ulama yang tergabung dalam Ijtimak Ulama kala itu belum mampu memilih pemimpin yang ideal bagi kelompoknya sendiri.
Lihat juga: Amarah dan 5 Kali Tinju Prabowo di Hadapan 28 Ulama PA 212
Pasalnya, kata dia, tingkah Prabowo sendiri masih diragukan baik dari rekam jejak kepemimpinan dan faktor psikologisnya selama ini.
"Berarti milihnya dulu enggak di cek sampai ke faktor psikologis, faktor karakter, faktor track record, hanya karena gara-gara dia melawan Jokowi kemudian didukung," kata Eva.
Eva lantas memberikan ilustrasi bahwa seorang pemimpin atau calon presiden harus memiliki karakter yang bijaksana dan mengayomi setiap masyarakat, terlebih lagi bagi seorang ulama.
Ia lantas mencontohkan sosok Jokowi yang memiliki sifat santun dan mengayomi segenap masyarakat, tak peduli latar belakangnya.
"Ya Pak Jokowi kan kalem, melindungi siapapun, gesturnya sangat adem gitu, menurutku seorang pemimpin harus bisa memberikan perlindungan, bukan menakutkan gitu," kata dia.
Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam mengungkap kemarahan Prabowo di depan para ulama Persaudaraan Alumni 212.
Usamah menyebut Prabowo memukul meja dan berbicara lantang dalam forum itu lantaran ada pihak yang meragukan keislamannya.
Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengamini bahwa Prabowo sempat sedikit menggebrak meja, bukan memukul. Namun itu dilakukan bukan didasari oleh amarah.
Slamet menceritakan saat itu Dewan Penasihat PA 212 mengadakan rapat dan mengundang Prabowo di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Rapat itu dihelat beberapa hari sebelum Ijtima Ulama I dilaksanakan. Saat itu, ulama PA 212 mendengarkan komitmen Prabowo terhadap umat Islam.
Slamet lalu membeberkan salah satu pernyataan Prabowo dalam rapat tersebut.
"Walaupun saya pengetahuan agamanya terbatas (kurang), tapi saya tidak pernah mengkhianati Islam, tidak pernah menjual agama saya (disampaikan dengan tegas sambil reflek tangannya sedikit menggebrak meja)," tutur Slamet menggambarkan Prabowo berbicara dalam rapat dimaksud, Kamis (20/12).
Menurut Slamet, Prabowo bukan marah. Prabowo justru ingin menunjukkan dengan tegas bahwa dirinya bakal memperjuangkan umat Islam.
"Ini menunjukkan keseriusan beliau untuk membela ulama dan Islam sebagai agama mayoritas," kata Slamet.(int/nol)
Ia menyatakan bahwa Prabowo telah merugikan para ulama yang merekomendasikan dirinya sebagai calon presiden di pilpres 2019 melalui forum Ijitimak Ulama karena memiliki sifat tak Islami.
"Makanya Prabowo telah merugikan ulama sendiri, kalau ulama justru memilih orang yang sebenarnya tak Islami, tak bijaksana, masa di depan ulama gebrak-gebrak meja," kata Eva saat dihubungi wartawan, Kamis (19/12).
Politikus PDIP itu turut menyesalkan bahwa para ulama yang tergabung dalam Ijtimak Ulama kala itu belum mampu memilih pemimpin yang ideal bagi kelompoknya sendiri.
Lihat juga: Amarah dan 5 Kali Tinju Prabowo di Hadapan 28 Ulama PA 212
Pasalnya, kata dia, tingkah Prabowo sendiri masih diragukan baik dari rekam jejak kepemimpinan dan faktor psikologisnya selama ini.
"Berarti milihnya dulu enggak di cek sampai ke faktor psikologis, faktor karakter, faktor track record, hanya karena gara-gara dia melawan Jokowi kemudian didukung," kata Eva.
Eva lantas memberikan ilustrasi bahwa seorang pemimpin atau calon presiden harus memiliki karakter yang bijaksana dan mengayomi setiap masyarakat, terlebih lagi bagi seorang ulama.
Ia lantas mencontohkan sosok Jokowi yang memiliki sifat santun dan mengayomi segenap masyarakat, tak peduli latar belakangnya.
"Ya Pak Jokowi kan kalem, melindungi siapapun, gesturnya sangat adem gitu, menurutku seorang pemimpin harus bisa memberikan perlindungan, bukan menakutkan gitu," kata dia.
Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam mengungkap kemarahan Prabowo di depan para ulama Persaudaraan Alumni 212.
Usamah menyebut Prabowo memukul meja dan berbicara lantang dalam forum itu lantaran ada pihak yang meragukan keislamannya.
Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengamini bahwa Prabowo sempat sedikit menggebrak meja, bukan memukul. Namun itu dilakukan bukan didasari oleh amarah.
Slamet menceritakan saat itu Dewan Penasihat PA 212 mengadakan rapat dan mengundang Prabowo di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Rapat itu dihelat beberapa hari sebelum Ijtima Ulama I dilaksanakan. Saat itu, ulama PA 212 mendengarkan komitmen Prabowo terhadap umat Islam.
Slamet lalu membeberkan salah satu pernyataan Prabowo dalam rapat tersebut.
"Walaupun saya pengetahuan agamanya terbatas (kurang), tapi saya tidak pernah mengkhianati Islam, tidak pernah menjual agama saya (disampaikan dengan tegas sambil reflek tangannya sedikit menggebrak meja)," tutur Slamet menggambarkan Prabowo berbicara dalam rapat dimaksud, Kamis (20/12).
Menurut Slamet, Prabowo bukan marah. Prabowo justru ingin menunjukkan dengan tegas bahwa dirinya bakal memperjuangkan umat Islam.
"Ini menunjukkan keseriusan beliau untuk membela ulama dan Islam sebagai agama mayoritas," kata Slamet.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK