PILIHAN
Temui Pengusaha Konveksi, Sandi Prihatin Barang Impor China
Tulungagung, Riauin.com - Cawapres Sadiaga Uno menyempatkan diri bertemu ratusan pelaku usaha konveksi pakaian dalam di Tulungagung. Ia juga sempat menerima berbagai keluhan dan tantangan yang dihadapi para pengusaha kecil.
Sandi mengatakan salah satu problem yang dihadapi para pelaku usaha konveksi, khususnya pakaian dalam di Tulungagung adalah membanjirnya produk impor terutama dari China. Hal itu dinilai dapat mengancam eksistensi usaha kecil.
"Banjirnya barang-barang impor dari Tiongkok yang betul-betul menghantam daya saing dari para pengusaha konveksi, khususnya konveksi pakaian dalam. Juga butuh ketegasan pemerintah agar mempermudah usaha konveksi milik masyarakat di Desa Boyolangu di sini," kata Sandiaga Uno, Kamis (20/12/2018).
Kondisi tersebut menjadi keprihatinan tersendiri baginya. Sehingga uluran tangan langsung dari pemerintah sangat diperlukan, terlebih dalam mempermudah dan mendukung keberlangsungan usaha kecil.
"Harapannya bagaimana perizinan dipermudah, keberpihakan itu kepada usaha-usaha kecil. Karena usaha kecil ini 97 persen menyerap lapangan pekerjaan," jelasnya.
Sandi berharap dengan perhatian serius dari pemerintah melalui pelatihan dan peningkatan SDM, maka bisa naik kelas dan mampu memanfaatkan berbagai teknologi baru untuk meningkatkan memproduksi dan daya saing.
Cawapres nomor urut dua ini optimistis dengan program dan visi misi yang akan dijalankan pasangan Prabowo-Sandi akan mampu memberikan perlindungan dan peningkatan daya saing bagi para pengusaha kecil, khususnya konveksi.
Dikatakan, potensi yang dimiliki Tulungagung dalam dunia industri kecil sangat besar. Sehingga dibutuhkan keseriusan dari para pengusaha maupun pemerintah. Dengan perkembangan sektor usaha kecil diharapkan juga akan mengurangi ekspor TKI ke luar negeri, mengingat Tulungagung menjadi salah satu kabupaten dengan jumlah TKI tertinggi di Jawa Timur. (int/nol)
Sandi mengatakan salah satu problem yang dihadapi para pelaku usaha konveksi, khususnya pakaian dalam di Tulungagung adalah membanjirnya produk impor terutama dari China. Hal itu dinilai dapat mengancam eksistensi usaha kecil.
"Banjirnya barang-barang impor dari Tiongkok yang betul-betul menghantam daya saing dari para pengusaha konveksi, khususnya konveksi pakaian dalam. Juga butuh ketegasan pemerintah agar mempermudah usaha konveksi milik masyarakat di Desa Boyolangu di sini," kata Sandiaga Uno, Kamis (20/12/2018).
Kondisi tersebut menjadi keprihatinan tersendiri baginya. Sehingga uluran tangan langsung dari pemerintah sangat diperlukan, terlebih dalam mempermudah dan mendukung keberlangsungan usaha kecil.
"Harapannya bagaimana perizinan dipermudah, keberpihakan itu kepada usaha-usaha kecil. Karena usaha kecil ini 97 persen menyerap lapangan pekerjaan," jelasnya.
Sandi berharap dengan perhatian serius dari pemerintah melalui pelatihan dan peningkatan SDM, maka bisa naik kelas dan mampu memanfaatkan berbagai teknologi baru untuk meningkatkan memproduksi dan daya saing.
Cawapres nomor urut dua ini optimistis dengan program dan visi misi yang akan dijalankan pasangan Prabowo-Sandi akan mampu memberikan perlindungan dan peningkatan daya saing bagi para pengusaha kecil, khususnya konveksi.
Dikatakan, potensi yang dimiliki Tulungagung dalam dunia industri kecil sangat besar. Sehingga dibutuhkan keseriusan dari para pengusaha maupun pemerintah. Dengan perkembangan sektor usaha kecil diharapkan juga akan mengurangi ekspor TKI ke luar negeri, mengingat Tulungagung menjadi salah satu kabupaten dengan jumlah TKI tertinggi di Jawa Timur. (int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V