PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Temui Pengusaha Konveksi, Sandi Prihatin Barang Impor China
Tulungagung, Riauin.com - Cawapres Sadiaga Uno menyempatkan diri bertemu ratusan pelaku usaha konveksi pakaian dalam di Tulungagung. Ia juga sempat menerima berbagai keluhan dan tantangan yang dihadapi para pengusaha kecil.
Sandi mengatakan salah satu problem yang dihadapi para pelaku usaha konveksi, khususnya pakaian dalam di Tulungagung adalah membanjirnya produk impor terutama dari China. Hal itu dinilai dapat mengancam eksistensi usaha kecil.
"Banjirnya barang-barang impor dari Tiongkok yang betul-betul menghantam daya saing dari para pengusaha konveksi, khususnya konveksi pakaian dalam. Juga butuh ketegasan pemerintah agar mempermudah usaha konveksi milik masyarakat di Desa Boyolangu di sini," kata Sandiaga Uno, Kamis (20/12/2018).
Kondisi tersebut menjadi keprihatinan tersendiri baginya. Sehingga uluran tangan langsung dari pemerintah sangat diperlukan, terlebih dalam mempermudah dan mendukung keberlangsungan usaha kecil.
"Harapannya bagaimana perizinan dipermudah, keberpihakan itu kepada usaha-usaha kecil. Karena usaha kecil ini 97 persen menyerap lapangan pekerjaan," jelasnya.
Sandi berharap dengan perhatian serius dari pemerintah melalui pelatihan dan peningkatan SDM, maka bisa naik kelas dan mampu memanfaatkan berbagai teknologi baru untuk meningkatkan memproduksi dan daya saing.
Cawapres nomor urut dua ini optimistis dengan program dan visi misi yang akan dijalankan pasangan Prabowo-Sandi akan mampu memberikan perlindungan dan peningkatan daya saing bagi para pengusaha kecil, khususnya konveksi.
Dikatakan, potensi yang dimiliki Tulungagung dalam dunia industri kecil sangat besar. Sehingga dibutuhkan keseriusan dari para pengusaha maupun pemerintah. Dengan perkembangan sektor usaha kecil diharapkan juga akan mengurangi ekspor TKI ke luar negeri, mengingat Tulungagung menjadi salah satu kabupaten dengan jumlah TKI tertinggi di Jawa Timur. (int/nol)
Sandi mengatakan salah satu problem yang dihadapi para pelaku usaha konveksi, khususnya pakaian dalam di Tulungagung adalah membanjirnya produk impor terutama dari China. Hal itu dinilai dapat mengancam eksistensi usaha kecil.
"Banjirnya barang-barang impor dari Tiongkok yang betul-betul menghantam daya saing dari para pengusaha konveksi, khususnya konveksi pakaian dalam. Juga butuh ketegasan pemerintah agar mempermudah usaha konveksi milik masyarakat di Desa Boyolangu di sini," kata Sandiaga Uno, Kamis (20/12/2018).
Kondisi tersebut menjadi keprihatinan tersendiri baginya. Sehingga uluran tangan langsung dari pemerintah sangat diperlukan, terlebih dalam mempermudah dan mendukung keberlangsungan usaha kecil.
"Harapannya bagaimana perizinan dipermudah, keberpihakan itu kepada usaha-usaha kecil. Karena usaha kecil ini 97 persen menyerap lapangan pekerjaan," jelasnya.
Sandi berharap dengan perhatian serius dari pemerintah melalui pelatihan dan peningkatan SDM, maka bisa naik kelas dan mampu memanfaatkan berbagai teknologi baru untuk meningkatkan memproduksi dan daya saing.
Cawapres nomor urut dua ini optimistis dengan program dan visi misi yang akan dijalankan pasangan Prabowo-Sandi akan mampu memberikan perlindungan dan peningkatan daya saing bagi para pengusaha kecil, khususnya konveksi.
Dikatakan, potensi yang dimiliki Tulungagung dalam dunia industri kecil sangat besar. Sehingga dibutuhkan keseriusan dari para pengusaha maupun pemerintah. Dengan perkembangan sektor usaha kecil diharapkan juga akan mengurangi ekspor TKI ke luar negeri, mengingat Tulungagung menjadi salah satu kabupaten dengan jumlah TKI tertinggi di Jawa Timur. (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK