PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
PKS Kagumi Prabowo yang Jujur soal Merasa Tak Pantas Jadi Imam Salat
Jakarta, Riauin.com - Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, tak takut mengakui bahwa dia merasa tak pantas menjadi imam salat. PKS kagumi kejujuran Prabowo.
"Pak Prabowo sudah bersikap jujur soal kapasitas dia dalam hal agama. Karena itu, dalam soal ini, dia mempercayakan kepada pihak yang lebih memiliki kompetensi," kata Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin saat dihubungi, Selasa (18/12/2018).
Alasannya, menurut Suhud, Prabowo benar-benar menerapkan ajaran agama Islam. Ia menjelaskan, dalam Islam, imam salat harus merupakan orang yang berkapasitas dalam hal agama.
"Kami kira sikap ini sejalan dengan prinsip dalam ajaran Islam, dim ana orang yang memiliki kapasitas keilmuan Islam yang lebih berhak menjadi imam salat," tuturnya.
"Jika orang yang tidak memiliki kapasitas keilmuan, misalnya cara membaca tidak sesuai dengan kaidah yang benar, dikhawatirkan apa yang dia ucapkan akan menyimpang dari arti yang seharusnya," lanjut Suhud.
Suhud melanjutkan, salah satu contoh orang yang dilarang jadi imam salat adalah yang tak fasih baca Alquran. Menurut dia, hal itu menyalahi aturan.
"Justru yang dilarang adalah orang yang tidak memiliki kapasitas keagamaan yang cukup atau cara membaca Alquran tidak fasih, namun tetap nekat menjadi imam salat. Justru itu yang salah," tegas Suhud.
Sebelumnya, Prabowo angkat bicara soal tantangan jadi imam salat yang dilontarkan La Nyalla Mattalitti. Ia mengaku tak pantas jadi imam salat karena cukup tahu diri.
"Suatu saat saya dibilang Islam garis keras, besoknya saya dibilang kurang Islam. Saya nggak bisa jadi imam salat katanya. Ya saya merasa tahu diri. Betul? Yang jadi imam ya harus orang yang lebih tinggi ilmunya," ujar Prabowo dalam pidatonya pada Konferensi Nasional Gerindra di Sentul, Bogor, Senin (17/12).(int/nol)
"Pak Prabowo sudah bersikap jujur soal kapasitas dia dalam hal agama. Karena itu, dalam soal ini, dia mempercayakan kepada pihak yang lebih memiliki kompetensi," kata Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin saat dihubungi, Selasa (18/12/2018).
Alasannya, menurut Suhud, Prabowo benar-benar menerapkan ajaran agama Islam. Ia menjelaskan, dalam Islam, imam salat harus merupakan orang yang berkapasitas dalam hal agama.
"Kami kira sikap ini sejalan dengan prinsip dalam ajaran Islam, dim ana orang yang memiliki kapasitas keilmuan Islam yang lebih berhak menjadi imam salat," tuturnya.
"Jika orang yang tidak memiliki kapasitas keilmuan, misalnya cara membaca tidak sesuai dengan kaidah yang benar, dikhawatirkan apa yang dia ucapkan akan menyimpang dari arti yang seharusnya," lanjut Suhud.
Suhud melanjutkan, salah satu contoh orang yang dilarang jadi imam salat adalah yang tak fasih baca Alquran. Menurut dia, hal itu menyalahi aturan.
"Justru yang dilarang adalah orang yang tidak memiliki kapasitas keagamaan yang cukup atau cara membaca Alquran tidak fasih, namun tetap nekat menjadi imam salat. Justru itu yang salah," tegas Suhud.
Sebelumnya, Prabowo angkat bicara soal tantangan jadi imam salat yang dilontarkan La Nyalla Mattalitti. Ia mengaku tak pantas jadi imam salat karena cukup tahu diri.
"Suatu saat saya dibilang Islam garis keras, besoknya saya dibilang kurang Islam. Saya nggak bisa jadi imam salat katanya. Ya saya merasa tahu diri. Betul? Yang jadi imam ya harus orang yang lebih tinggi ilmunya," ujar Prabowo dalam pidatonya pada Konferensi Nasional Gerindra di Sentul, Bogor, Senin (17/12).(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK