PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Andi Arief: Usut Perusakan Bendera atau Jokowi Kalah Pilpres
Jakarta, Riauin.com -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief meminta Presiden Joko Widodo selaku kepala pemerintah untuk bisa memastikan pengusutan dan penegakan hukum perusakan dan pembakaran atribut Demokrat di Pekanbaru, Riau. Pengusutan tak hanya kepada pelaku di lapangan, tetapi otak di balik perusakan itu.
"Kalau tidak, Jokowi akan kalah dalam Pilpres dan bahkan bisa jatuh. Tidak mungkin bisa diendapkan seperti kasus Novel Baswedan dan lainnya," kata Andi dalam akun twitternya @AndiArief__, Senin (17/12).
Andi menilai masalah perusakan bendera partai berlambang mercy di Riau itu kesempatan bagi Jokowi menunjukkan taji sekaligus nyali sebagai Kepala Negara. Khususnya dalam penegakan hukum, bahwa tidak mungkin ada keadilan tanpa kepimpinan kuat dari pemimpinnya.
"Ini adalah kesempatan Pak Jokowi menggunakan "uji nyali" sebagai Presiden, tidak mungkin ada keadilan hukum tanpa kepemimpinan kuat dari Presiden," kata Andi.
"Cerita yang sebenarnya dan motif di balik insiden perusakan atribut SBY dan Demokrat telah diketahui banyak pihak, baik di Riau sendiri maupun di seluruh Indonesia. Partai Demokrat sendiri sudah mengantongi bukti dari investigasi," ujar Andi.
Andi sendiri enggan berprasangka dengan kepolisian dalam menangani kasus ini. Hanya saja ia menekankan polisi harus bisa profesional karena sudah memiliki bukti yang akurat.
"Kita tidak suuzan dengan polisi. Karena polisi sudah dapat data yang akurat, harusnya polisi menjelaskan apa adanya," ujar Andi menambahkan ketika dikonfirmasi wartawan.
Jokowi sebelumnya telah angkat bicara mengenai perusakan spanduk serta bendera Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau. Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat harus menjaga suasana saat tahun politik.
"Caleg, parpol dalam kontestasi Pilpres mari jaga ketenangan, kesejukan dalam memasuki tahun politik. Jangan sampai memanasi dengan cara yang tidak beradab," kata Jokowi di Grand Suka, Pekanbaru, Sabtu (15/12).
Jokowi menegaskan seluruh masyarakat baik pendukung, calon legislatif, dan partai politik harus berpolitik dengan etika.
"Semuanya ini kita bicara semua tim, partai, caleg harus saling menghargai hormati baik bertutur kata, pemasangan spanduk, dan baliho, semuanya," ucap mantan Wali Kota Solo ini.
Sebelumnya Andi menuding pelaku perusakan bendera dan baliho Demokrat di Pekanbaru berkaitan dengan PDIP. Melalui akun twitternya @AndiArief__ , Andi mengatakan pelaku diperintah oleh seseorang yang memiliki kedekatan dengan Ketua DPC PDIP Kota Pekanbaru, Robin Hutagalung.
Sementara Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan tak pernah menuduh PDI Perjuangan sebagai aktor di balik perusakan sejumlah bendera dan baliho Demokrat di Pekanbaru, Riau.
Presiden RI ke-6 itu sepenuhnya mempercayakan pengusutan kasus itu kepada pihak kepolisian. SBY percaya kepada Polri, seraya menyebut instansi penegak hukum itu punya rekam jejak baik dalam menuntaskan kasus-kasus hukum semasa pemerintahannya.(int/nol)
"Kalau tidak, Jokowi akan kalah dalam Pilpres dan bahkan bisa jatuh. Tidak mungkin bisa diendapkan seperti kasus Novel Baswedan dan lainnya," kata Andi dalam akun twitternya @AndiArief__, Senin (17/12).
Andi menilai masalah perusakan bendera partai berlambang mercy di Riau itu kesempatan bagi Jokowi menunjukkan taji sekaligus nyali sebagai Kepala Negara. Khususnya dalam penegakan hukum, bahwa tidak mungkin ada keadilan tanpa kepimpinan kuat dari pemimpinnya.
"Ini adalah kesempatan Pak Jokowi menggunakan "uji nyali" sebagai Presiden, tidak mungkin ada keadilan hukum tanpa kepemimpinan kuat dari Presiden," kata Andi.
Andi juga menyebut, Kepolisian Daerah Riau sudah melakukan penyelidikan dan akan menyampaikan ke publik tentang hasil pengusutannya. Namun dia menekankan kepolisian harus bisa profesional dalam memberi informasi kepada masyarakat.
"Cerita yang sebenarnya dan motif di balik insiden perusakan atribut SBY dan Demokrat telah diketahui banyak pihak, baik di Riau sendiri maupun di seluruh Indonesia. Partai Demokrat sendiri sudah mengantongi bukti dari investigasi," ujar Andi.
Andi sendiri enggan berprasangka dengan kepolisian dalam menangani kasus ini. Hanya saja ia menekankan polisi harus bisa profesional karena sudah memiliki bukti yang akurat.
"Kita tidak suuzan dengan polisi. Karena polisi sudah dapat data yang akurat, harusnya polisi menjelaskan apa adanya," ujar Andi menambahkan ketika dikonfirmasi wartawan.
Jokowi sebelumnya telah angkat bicara mengenai perusakan spanduk serta bendera Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau. Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat harus menjaga suasana saat tahun politik.
"Caleg, parpol dalam kontestasi Pilpres mari jaga ketenangan, kesejukan dalam memasuki tahun politik. Jangan sampai memanasi dengan cara yang tidak beradab," kata Jokowi di Grand Suka, Pekanbaru, Sabtu (15/12).
Jokowi menegaskan seluruh masyarakat baik pendukung, calon legislatif, dan partai politik harus berpolitik dengan etika.
"Semuanya ini kita bicara semua tim, partai, caleg harus saling menghargai hormati baik bertutur kata, pemasangan spanduk, dan baliho, semuanya," ucap mantan Wali Kota Solo ini.
Sebelumnya Andi menuding pelaku perusakan bendera dan baliho Demokrat di Pekanbaru berkaitan dengan PDIP. Melalui akun twitternya @AndiArief__ , Andi mengatakan pelaku diperintah oleh seseorang yang memiliki kedekatan dengan Ketua DPC PDIP Kota Pekanbaru, Robin Hutagalung.
Sementara Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan tak pernah menuduh PDI Perjuangan sebagai aktor di balik perusakan sejumlah bendera dan baliho Demokrat di Pekanbaru, Riau.
Presiden RI ke-6 itu sepenuhnya mempercayakan pengusutan kasus itu kepada pihak kepolisian. SBY percaya kepada Polri, seraya menyebut instansi penegak hukum itu punya rekam jejak baik dalam menuntaskan kasus-kasus hukum semasa pemerintahannya.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK