PILIHAN
Riau Masuk Daerah Rawan Pilpres
PEKANBARU, Riauin.com - Provinsi Riau menjadi salah satu daerah rawan pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Pasalnya Riau masih terdeteksi sebagai provinsi waspada radikalisme dan terorisme.
"Riau itu masih dalam tingkat waspada untuk masalah radikalisme, karena kelompok-kelompok dari timur tengah masih ada," kata Kepala Bidang Potensi Ancaman pada Asisten Deputi Koordinasi Kewaspadaan Nasional Menko Polhukam, Nizhamul, kepada wartawan, Ahad (16/13/2018).
Dia mengatakan, kelompok yang dimaksudnya bisa saja aliran ISIS atau HTI meskipun secara organisasi sudah dibubarkan, namun orang-orangnya masih ada.
"Yang dibubarkan itu kan Ormasnya, tapi orang-orangnya kan tidak. Bisa saja HTI itu orang-orang dari kelompok timur tengah sana," kata mantan Kepala Kesbangpol Riau ini.
Selain itu, lanjut pria yang akrab disapa Among ini, Riau juga termasuk wilayah yang seksi isu SARA. Misalnya saja persolan yang mengkaitkan LGBT, karena di Riau terdeteksi ada kelompok LGBT.
"LGBT itu juga menjadi ancaman. Karena ancaman itu bisa masalah kebangsaan dan moral. Sekarang ini kita bukan lagi perang militer, tapi non militer seperti LGBT, terorisme dan radikalisme," cakapnya.(int/nol)
"Riau itu masih dalam tingkat waspada untuk masalah radikalisme, karena kelompok-kelompok dari timur tengah masih ada," kata Kepala Bidang Potensi Ancaman pada Asisten Deputi Koordinasi Kewaspadaan Nasional Menko Polhukam, Nizhamul, kepada wartawan, Ahad (16/13/2018).
Dia mengatakan, kelompok yang dimaksudnya bisa saja aliran ISIS atau HTI meskipun secara organisasi sudah dibubarkan, namun orang-orangnya masih ada.
"Yang dibubarkan itu kan Ormasnya, tapi orang-orangnya kan tidak. Bisa saja HTI itu orang-orang dari kelompok timur tengah sana," kata mantan Kepala Kesbangpol Riau ini.
Selain itu, lanjut pria yang akrab disapa Among ini, Riau juga termasuk wilayah yang seksi isu SARA. Misalnya saja persolan yang mengkaitkan LGBT, karena di Riau terdeteksi ada kelompok LGBT.
"LGBT itu juga menjadi ancaman. Karena ancaman itu bisa masalah kebangsaan dan moral. Sekarang ini kita bukan lagi perang militer, tapi non militer seperti LGBT, terorisme dan radikalisme," cakapnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas
Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas