PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
PDI-P Riau Tegaskan Pelaku Perusakan Atribut Demokrat Bukan Kader Mereka
PEKANBARU, Riauin.com - Ketua DPD PDI-P Provinsi Riau, Rokhmin Dahuri, mengklarifikasi simpang siurnya informasi terkait pelaku pengrusakan baliho Partai Demokrat di Riau.
"Kami nyatakan dan pastikan secara resmi bahwa pelaku perusakan bendera partai Demokrat itu, bukan simpatisan apalagi kader dari PDI Perjuangan," kata Rokhmin kepada wartawan, Ahad (16/12/2018).
Menurutnya, ADRT PDI-P dan arahan dari Ketum Megawati tidak boleh melakukan politik kecurangan dan pembrutalan. Melainkan dengan cara politik yang elegan dan santun.
"Ini sama sekali tuduhan yang menyesatkan, seharusnya dalam situasi pesta demokrasi, kita ingin mendapat perbedaan politik, setiap tokoh bangsa dan pimpinan partai harus berlomba-lomba untuk menyejukkan suasana," tegasnya.
Tokoh partai, lanjut Rokhmin, harusnya memiliki keinginan agar suasana untuk memilih pemimpin berkualitas, caranya dengan menciptakan suasana yang kondusif. "Apalagi pak SBY melemparkan tuduhan tidak ada pada tempatnya," jelasnya.
Rokhmin Dahuri juga menegaskan jika nama yang disebut pihak Demokrat, sama sekali tidak ada kaitannya dengan kader dan simpatisan partai PDI Perjuangan. "Perlu saya tegaskan, tidak ada Budi Utoyo kader dan simpatisan kami. Saya sudah kroscek dan tidak ada nama itu," cakapnya lagi.
Rokhmin juga mengapresiasi pihak Kepolisian yang sudah bergerak cepat mengamankan seorang yang terduga pelaku pengrusakan. "Saya rasa Polda juga cukup profesional dan mengamankan pelaku," cakapnya lagi.
Menanggapi bukti yang dimiliki Demokrat, menurut Rokhmin Dahuri pihaknya juga punya data lengkap dan berani diadu datanya.
"Kita juga punya data lengkap bahwa pelaku dan Budi Utoyo bukan kader kami di PDI Perjuangan," ujar Rokhmin Dahuri.(int/nol)
"Kami nyatakan dan pastikan secara resmi bahwa pelaku perusakan bendera partai Demokrat itu, bukan simpatisan apalagi kader dari PDI Perjuangan," kata Rokhmin kepada wartawan, Ahad (16/12/2018).
Menurutnya, ADRT PDI-P dan arahan dari Ketum Megawati tidak boleh melakukan politik kecurangan dan pembrutalan. Melainkan dengan cara politik yang elegan dan santun.
"Ini sama sekali tuduhan yang menyesatkan, seharusnya dalam situasi pesta demokrasi, kita ingin mendapat perbedaan politik, setiap tokoh bangsa dan pimpinan partai harus berlomba-lomba untuk menyejukkan suasana," tegasnya.
Tokoh partai, lanjut Rokhmin, harusnya memiliki keinginan agar suasana untuk memilih pemimpin berkualitas, caranya dengan menciptakan suasana yang kondusif. "Apalagi pak SBY melemparkan tuduhan tidak ada pada tempatnya," jelasnya.
Rokhmin Dahuri juga menegaskan jika nama yang disebut pihak Demokrat, sama sekali tidak ada kaitannya dengan kader dan simpatisan partai PDI Perjuangan. "Perlu saya tegaskan, tidak ada Budi Utoyo kader dan simpatisan kami. Saya sudah kroscek dan tidak ada nama itu," cakapnya lagi.
Rokhmin juga mengapresiasi pihak Kepolisian yang sudah bergerak cepat mengamankan seorang yang terduga pelaku pengrusakan. "Saya rasa Polda juga cukup profesional dan mengamankan pelaku," cakapnya lagi.
Menanggapi bukti yang dimiliki Demokrat, menurut Rokhmin Dahuri pihaknya juga punya data lengkap dan berani diadu datanya.
"Kita juga punya data lengkap bahwa pelaku dan Budi Utoyo bukan kader kami di PDI Perjuangan," ujar Rokhmin Dahuri.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK