PILIHAN
Airlangga: Golkar Tulang Punggung Kemenangan Jokowi-Ma’ruf
PEKANBARU, Riauin.com - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto optimistis partainya akan menjadi penyokong kemenangan calon presiden nomor urut 1, Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin, di Provinsi Riau pada Pemilu Presiden 2019. Ia menyatakan setiap kader berkomitmen memenangkan pasangan calon presiden nomor urut 1 tersebut.
"Golkar jadi tulang punggung kemenangan Pak Jokowi di Provinsi Riau," kata Airlangga Hartarto saat pengukuhan Bappilu Partai Golkar Provinsi Riau dan Pelepasan Sekaligus Penugasan Caleg DPR RI, DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota Se-Provinsi Riau, di Kota Pekanbaru, Jumat (14.12) malam.
Ia menyatakan setiap kader, terutama yang menjadi calon legislatif dari partai berlambang beringin itu, untuk berkomitmen dan menjaga kekompakan untuk memenangkan pasangan calon presiden nomor urut 1 tersebut. Airlangga menyatakan agar setiap kader tidak melupakan bahwa Partai Golkar sudah memutuskan untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.
Dukungan Golkar lantaran capaian kinerja pemerintahan Presiden Jokowi dalam membangunan Indonesia selama empat tahun sudah terbukti. "Bagi Partai Golkar sangat penting agar pembangunan ini terus dilanjutkan. Inilah adalah alasan kepada Golkar mendukung Pak Jokowi, karena capaian-capaiannya jelas," kata Airlangga yang juga menjabat Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja itu.
Ia mengatakan, Riau sebagai basis Golkar juga telah dipercaya oleh tim koalisi pemenangan Jokowi-Ma'ruf sehingga kadernya, yakni Idris Laena, dipercaya sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Riau. "Golkar sudah dipercaya dimana-mana," katanya.
Riau selama ini memang menjadi basis suara bagi Partai Golkar dengan perolehan 18 dari 65 kursi di DPRD Riau, dan sebagian besar kepala daerah di Riau adalah kader partai berlambang pohon beringin itu. Namun, berdasarkan catatan Antara, pada Pilpres 2014 perolehan suara Jokowi kalah dari Prabowo Subianto di daerah itu.
Saat itu, pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) memang menguasai perolehan suara di 10 kabupaten/kota di Riau, namun tetap kalah dari pasangan Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa. Prabowo-Hatta memperoleh 1.349.338 suara sah, sedangkan Jokowi-JK kalah tipis dengan perolehan 1.342.817 suara.
Namun, Airlangga tetap optimis bahwa kondisi kini sudah berbeda. "Kita kan bicaranya beda ini, 2019 beda dengan 2014," katanya.
Sedangkan untuk Pemilu Legislatif 2019, Airlangga mengatakan Riau diharapkan bisa kembali menang dan berkontribusi untuk mencapai target kemenangan nasional sebanyak 18 persen. Dari Riau, lanjutnya, Golkar menargetkan empat kursi di DPR RI dan 20 kursi di DPRD Provinsi Riau.
"Kalau dari semangatnya saya yakin tercapai," kata Airlangga.(int/nol)
"Golkar jadi tulang punggung kemenangan Pak Jokowi di Provinsi Riau," kata Airlangga Hartarto saat pengukuhan Bappilu Partai Golkar Provinsi Riau dan Pelepasan Sekaligus Penugasan Caleg DPR RI, DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota Se-Provinsi Riau, di Kota Pekanbaru, Jumat (14.12) malam.
Ia menyatakan setiap kader, terutama yang menjadi calon legislatif dari partai berlambang beringin itu, untuk berkomitmen dan menjaga kekompakan untuk memenangkan pasangan calon presiden nomor urut 1 tersebut. Airlangga menyatakan agar setiap kader tidak melupakan bahwa Partai Golkar sudah memutuskan untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.
Dukungan Golkar lantaran capaian kinerja pemerintahan Presiden Jokowi dalam membangunan Indonesia selama empat tahun sudah terbukti. "Bagi Partai Golkar sangat penting agar pembangunan ini terus dilanjutkan. Inilah adalah alasan kepada Golkar mendukung Pak Jokowi, karena capaian-capaiannya jelas," kata Airlangga yang juga menjabat Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja itu.
Ia mengatakan, Riau sebagai basis Golkar juga telah dipercaya oleh tim koalisi pemenangan Jokowi-Ma'ruf sehingga kadernya, yakni Idris Laena, dipercaya sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Riau. "Golkar sudah dipercaya dimana-mana," katanya.
Riau selama ini memang menjadi basis suara bagi Partai Golkar dengan perolehan 18 dari 65 kursi di DPRD Riau, dan sebagian besar kepala daerah di Riau adalah kader partai berlambang pohon beringin itu. Namun, berdasarkan catatan Antara, pada Pilpres 2014 perolehan suara Jokowi kalah dari Prabowo Subianto di daerah itu.
Saat itu, pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) memang menguasai perolehan suara di 10 kabupaten/kota di Riau, namun tetap kalah dari pasangan Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa. Prabowo-Hatta memperoleh 1.349.338 suara sah, sedangkan Jokowi-JK kalah tipis dengan perolehan 1.342.817 suara.
Namun, Airlangga tetap optimis bahwa kondisi kini sudah berbeda. "Kita kan bicaranya beda ini, 2019 beda dengan 2014," katanya.
Sedangkan untuk Pemilu Legislatif 2019, Airlangga mengatakan Riau diharapkan bisa kembali menang dan berkontribusi untuk mencapai target kemenangan nasional sebanyak 18 persen. Dari Riau, lanjutnya, Golkar menargetkan empat kursi di DPR RI dan 20 kursi di DPRD Provinsi Riau.
"Kalau dari semangatnya saya yakin tercapai," kata Airlangga.(int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V