PILIHAN
PA 212: Kami Gerakan Moral, Tidak Akan Jadi Parpol
Jakarta, Riauin.com -- Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif menyatakan bahwa pihaknya tidak akan pernah menjadi partai politik. Menurut dia, sejak awal terbentuk, 212 adalah gerakan moral menentang penoda agama, bukan bersifat politik.
Hal itu disampaikan Slamet menanggapi Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid yang menantang PA 212 untuk menjadi parpol karena menilai kelompok tersebut kerap melakukan kegiatan yang bernuansa politis.
"Ada yang panik ya? 212 itu gerakan moral jadi sampai kapan pun enggak akan jadi partai," ucap Slamet melalui pesan singkat, Rabu (5/12).
Slamet mengatakan PA 212 akan terus menjadi gerakan moral. Selain itu, PA 212 juga akan selalu mendukung partai politik yang berjuang melawan ketidakadilan. Slamet meyakini pihaknya akan terus melawan kriminalisasi ulama dan penoda agama.
"Sebaliknya akan selalu melawan bahkan mungkin akan berjuang menenggelamkan partai yang menjadi pendukung penoda agama," ucap Slamet.
Sebelumnya, Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid menantang PA 212 untuk menjadi parpol. Menurut dia, PA 212 selama ini kerap melakukan kegiatan yang bernuansa politis.
"Kalau gentle bikin partai, supaya tahu perjuangan politik itu ada koridornya, bukan di lapangan, tunjukkan kalau memang mau berpolitik," ujar Jazilul di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/12).
Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf itu mengatakan PA 212 bisa mencontoh ormas Islam yang sudah eksis sejak lama dalam membentuk partai, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Ia menyebut NU yang membuat partai PKB. Sedangkan Muhammadiyah membentuk Partai Amanat Nasional (PAN).
"Ya bikin (Partai PA 212) saja, bikin saja, NU juga bikin partai namanya PKB, nyata ada persentasinya," ucap dia.(int/nol)
Hal itu disampaikan Slamet menanggapi Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid yang menantang PA 212 untuk menjadi parpol karena menilai kelompok tersebut kerap melakukan kegiatan yang bernuansa politis.
"Ada yang panik ya? 212 itu gerakan moral jadi sampai kapan pun enggak akan jadi partai," ucap Slamet melalui pesan singkat, Rabu (5/12).
Slamet mengatakan PA 212 akan terus menjadi gerakan moral. Selain itu, PA 212 juga akan selalu mendukung partai politik yang berjuang melawan ketidakadilan. Slamet meyakini pihaknya akan terus melawan kriminalisasi ulama dan penoda agama.
"Sebaliknya akan selalu melawan bahkan mungkin akan berjuang menenggelamkan partai yang menjadi pendukung penoda agama," ucap Slamet.
Sebelumnya, Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid menantang PA 212 untuk menjadi parpol. Menurut dia, PA 212 selama ini kerap melakukan kegiatan yang bernuansa politis.
"Kalau gentle bikin partai, supaya tahu perjuangan politik itu ada koridornya, bukan di lapangan, tunjukkan kalau memang mau berpolitik," ujar Jazilul di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/12).
Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf itu mengatakan PA 212 bisa mencontoh ormas Islam yang sudah eksis sejak lama dalam membentuk partai, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Ia menyebut NU yang membuat partai PKB. Sedangkan Muhammadiyah membentuk Partai Amanat Nasional (PAN).
"Ya bikin (Partai PA 212) saja, bikin saja, NU juga bikin partai namanya PKB, nyata ada persentasinya," ucap dia.(int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V