PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
PAN: Kalau Korupsi Tak Stadium 4, KPK Pasti Nganggur
Jakarta, Riauin.com - PAN mendukung pernyataan capres Prabowo Subianto soal korupsi di Indonesia yang sudah kronis ibarat kanker stadium 4. Jika korupsi tak stadium 4, menurut PAN, KPK dipastikan nganggur.
"Kritik Pak Prabowo ini saya kira sangat relevan. Lihat saja penangkapan KPK banyak sekali, masyarakat bisa nilai sendiri siapa yang paling banyak kena. Kalau memang tidak ada kanker, tugas KPK pasti sedikit. Sekarang, faktanya KPK masih sibuk. Kalau tidak ada kanker stadium 4, KPK-nya pasti nganggur," kata Wasekjen PAN Faldo Maldini kepada wartawan, Selasa (4/12/2018).
Faldo kemudian mengkritik pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tak ada yang mengatakan korupsi di Indonesia sudah stadium 4. Menurut Faldo, Jokowi tidak mendapat laporan secara lengkap.
"CPI kita juga di angka 37 pada tahun 2016. Artinya, angka itu stagnan dong? Tidak kerja ini pemerintah udah jelas. Kejauhan kalau nariknya ke tahun 1998. Wajar CPI kita rendah ketika itu, kan sedang transisi demokrasi. Ini yang saya bilang tadi, tim Presiden tidak memberikan masukan yang tepat. Janji pemerintah 65 kalau saya tidak salah, coba capai itu. Sekarang, masih peringkat 96 dari 180 negara. Jadi, kita bisa nilai sendiri lah apa yang disampaikan petahana dan Pak Prabowo, yang mana yang tepat," jelasnya.
"Saya baca laporan kajian 2017 yang dikutip oleh petahana itu. Saya harap beliau baca itu. Kalau Pak Prabowo, saya yakin baca laporan itu karena kritik beliau tepat persis seperti yang dikatakan dalam laporan itu. Peningkatan kemudahan berbisnis tidak serta memberikan dampak yang besar terhadap peningkatan angka CPI, apabila tidak diiringi oleh upaya menekan praktek koruptif eksekutif, legislatif, dan peradilan," sambung Faldo.
Sebelumnya, Jokowi mengatakan loncatan CPI (Corruption Perception Index) atau Indeks Persepsi Indonesia Indonesia dari 1998 hingga 2018 sangat signifikan. Saat ini CPI Indonesia ada di angka 37. Jokowi pun menegaskan jangan sampai ada yang mengatakan indeks korupsi di Indonesia sudah masuk tahap stadium 4.
"Dari yang terjelek se-ASEAN, sekarang naik menjadi CPI ke angka 37, ini patut disyukuri. Jangan sampai ada yang bilang korupsi kita stadium 4, tidak ada," kata Jokowi seusai Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) 2018 di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).
Soal korupsi sudah stadium 4 atau kategori parah ini juga sempat disinggung oleh capres Prabowo Subianto. Saat itu dia mengatakan korupsi yang akan merusak masa depan Indonesia.
"Korupsi di Indonesia sudah sangat parah. Ini yang merusak masa depan kita," kata Prabowo saat menjadi pembicara di The World in 2019 Gala Dinner di Grand Hyatt Hotel, Singapura, Selasa (27/11) lalu. (int/nol)
"Kritik Pak Prabowo ini saya kira sangat relevan. Lihat saja penangkapan KPK banyak sekali, masyarakat bisa nilai sendiri siapa yang paling banyak kena. Kalau memang tidak ada kanker, tugas KPK pasti sedikit. Sekarang, faktanya KPK masih sibuk. Kalau tidak ada kanker stadium 4, KPK-nya pasti nganggur," kata Wasekjen PAN Faldo Maldini kepada wartawan, Selasa (4/12/2018).
Faldo kemudian mengkritik pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tak ada yang mengatakan korupsi di Indonesia sudah stadium 4. Menurut Faldo, Jokowi tidak mendapat laporan secara lengkap.
"CPI kita juga di angka 37 pada tahun 2016. Artinya, angka itu stagnan dong? Tidak kerja ini pemerintah udah jelas. Kejauhan kalau nariknya ke tahun 1998. Wajar CPI kita rendah ketika itu, kan sedang transisi demokrasi. Ini yang saya bilang tadi, tim Presiden tidak memberikan masukan yang tepat. Janji pemerintah 65 kalau saya tidak salah, coba capai itu. Sekarang, masih peringkat 96 dari 180 negara. Jadi, kita bisa nilai sendiri lah apa yang disampaikan petahana dan Pak Prabowo, yang mana yang tepat," jelasnya.
"Saya baca laporan kajian 2017 yang dikutip oleh petahana itu. Saya harap beliau baca itu. Kalau Pak Prabowo, saya yakin baca laporan itu karena kritik beliau tepat persis seperti yang dikatakan dalam laporan itu. Peningkatan kemudahan berbisnis tidak serta memberikan dampak yang besar terhadap peningkatan angka CPI, apabila tidak diiringi oleh upaya menekan praktek koruptif eksekutif, legislatif, dan peradilan," sambung Faldo.
Sebelumnya, Jokowi mengatakan loncatan CPI (Corruption Perception Index) atau Indeks Persepsi Indonesia Indonesia dari 1998 hingga 2018 sangat signifikan. Saat ini CPI Indonesia ada di angka 37. Jokowi pun menegaskan jangan sampai ada yang mengatakan indeks korupsi di Indonesia sudah masuk tahap stadium 4.
"Dari yang terjelek se-ASEAN, sekarang naik menjadi CPI ke angka 37, ini patut disyukuri. Jangan sampai ada yang bilang korupsi kita stadium 4, tidak ada," kata Jokowi seusai Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) 2018 di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).
Soal korupsi sudah stadium 4 atau kategori parah ini juga sempat disinggung oleh capres Prabowo Subianto. Saat itu dia mengatakan korupsi yang akan merusak masa depan Indonesia.
"Korupsi di Indonesia sudah sangat parah. Ini yang merusak masa depan kita," kata Prabowo saat menjadi pembicara di The World in 2019 Gala Dinner di Grand Hyatt Hotel, Singapura, Selasa (27/11) lalu. (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK