PILIHAN
Petakan 4 Titik Daerah Rawan Longsor
BPBD Ingatkan Warga yang Melintasi Jalur Riau-Sumbar Berhati-hati
PEKANBARU, Riauin.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau telah memetakan daerah rawan longsor di musim penghujan di daerah perbatasan Riau-Sumatera Barat (Sumbar).
"Potensi longsor yang agak rawan itu di daerah perbatasan Riau-Sumbar," kata
Kepala BPBD Riau, H Edwar Sanger, kepada wartawan, Ahad (3/11/2018) di Pekanbaru.
Daerah yang dimaksud Edwar yakni kecamatan XII Koto Kampar dan kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kampar, Riau yang berbatasan langsung dengan Sumbar.
"Untuk di Kampar Kiri Hulu ini memang di sana akses sulit di jangkau ketika terjadi longsor. Tapi kita sudah koordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah setempat ketika terjadi longsor harus cepat ditangani," cakapnya.
Selain itu, daerah rawan longsor lainnya di Lubuk Jambi, kabupaten Kuansing dan jalan lintas timur di Kulim, Pekanbaru yang sebelumnya jalan tersebut amblas.
"Antisipasi lonsor ini sudah kita koordinasikan dengan teman-teman BPBD Kabupaten/Kota. Dengan kita menetapkan status siaga banjir dan longsor tentu semua harus siap siaga," ujarnya.
Koordinasi juga melibatkan PUPR Riau. Sehingga ketika terjadi bencana longsor, PUPR bisa berkoordinasi dengan P2JN.
Karena itu, mantan Penjabat Walikota Pekanbaru ini mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati saat berpergian melintasi wilayah tersebut.
"Kita imbau masyarakat waspada dan berhati-hati. Masyarakat Riau yang hendak berpergian ke arah Sumbar dapat mengecek kondisi cuaca, apalagi saat ini curah hujan cukup tinggi," imbuhnya. (int/nol)
"Potensi longsor yang agak rawan itu di daerah perbatasan Riau-Sumbar," kata
Kepala BPBD Riau, H Edwar Sanger, kepada wartawan, Ahad (3/11/2018) di Pekanbaru.
Daerah yang dimaksud Edwar yakni kecamatan XII Koto Kampar dan kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kampar, Riau yang berbatasan langsung dengan Sumbar.
"Untuk di Kampar Kiri Hulu ini memang di sana akses sulit di jangkau ketika terjadi longsor. Tapi kita sudah koordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah setempat ketika terjadi longsor harus cepat ditangani," cakapnya.
Selain itu, daerah rawan longsor lainnya di Lubuk Jambi, kabupaten Kuansing dan jalan lintas timur di Kulim, Pekanbaru yang sebelumnya jalan tersebut amblas.
"Antisipasi lonsor ini sudah kita koordinasikan dengan teman-teman BPBD Kabupaten/Kota. Dengan kita menetapkan status siaga banjir dan longsor tentu semua harus siap siaga," ujarnya.
Koordinasi juga melibatkan PUPR Riau. Sehingga ketika terjadi bencana longsor, PUPR bisa berkoordinasi dengan P2JN.
Karena itu, mantan Penjabat Walikota Pekanbaru ini mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati saat berpergian melintasi wilayah tersebut.
"Kita imbau masyarakat waspada dan berhati-hati. Masyarakat Riau yang hendak berpergian ke arah Sumbar dapat mengecek kondisi cuaca, apalagi saat ini curah hujan cukup tinggi," imbuhnya. (int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V