• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Langkah Pasti Putra Kuansing di Korps Adhyaksa: Priandi Firdaus Bahar Resmi Jabat Kasidik Kejati Kepri
04 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
02 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Singingi Hilir Salurkan Bantuan Pupuk ke Kelompok Tani
02 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026

  • Home
  • Politik

Reuni 212, Nostalgia Kasus Ahok dan Pemanasan Jelang Pilpres

Redaksi
Sabtu, 01 Desember 2018 11:22:23 WIB
Cetak

Jakarta, Riauin.com -- Mobilisasi massa umat muslim dalam balutan Reuni Aksi 212 kembali digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada 2 Desember 2018. Ini menjadi aksi reuni kali kedua setelah pertama kali digelar 2017 lalu.

Kepolisian memprediksi Reuni Aksi 212 kali ini tidak banyak diikuti masyarakat dibandingkan reuni 212  pada 2017 atau Aksi 212 tahun sebelumnya. Banyak faktor yang menyebabkan hal itu.

Pengamat politik Populi Center, Usep S Ahyar menyebut, salah satu faktornya adalah soal relevansi aksi tersebut.

Usep berkata pada mulanya aksi 212 merupakan salah satu rangkaian aksi massa menuntut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dihukum dalam kasus penistaan agama, 2016 silam.

Kemudian, Ahok dinyatakan bersalah dengan vonis dua tahun penjara. Hingga saat ini mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut masih menjalani hukuman kurungannya di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Jika melihat semangat awal pergerakan tersebut, kemudian dilakukan kembali saat ini meski dengan embel-embel 'reuni' maka menjadi tidak relevan. Usep menilai hal itu lantaran apa yang dicita-citakan oleh massa saat itu sudah tercapai.

Lebih jauh, kata Usep, Reuni Aksi 212 justru memunculkan pertanyaan mengenai tujuan aksi tersebut saat ini.

"Sekarang aksi buat apa?," kata Usep saat dihubungi wartawan.

Menurut Usep, aksi yang akan dilakukan nanti justru bernuansa politik, terutama terkait Pilpres 2019. Dugaan ini sebenarnya sudah dibantah oleh sejumlah tokoh Persaudaraan Alumni 212 yang menggagas Reuni Aksi 212.

Namun Usep masih meyakini kentalnya unsur politik dalam Reuni Aksi 212 berdasarkan narasi-narasi yang dilontarkan para tokoh di dalamnya selama ini.

Usep menilai narasi kelompok yang menggagas Reuni Aksi 212 kerap mengkritik pemerintah yang berkuasa. Misalnya soal kriminalisasi terhadap ulama.

Selain itu, tokoh-tokoh yang menggagas aksi pun didominasi oleh tokoh yang mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, lawan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Aksi ini digagas oleh Persaudaraan Alumni 212 yang sebelumnya terlibat dalam forum Ijtimak Ulama. Forum itu dalam keputusannya mendukung pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

Maka dari itu, menurut Usep, sulit untuk menepis Reuni Aksi 212 tersebut tidak terkait politik.

"Saat ini memang kecenderungannya kalau kita lihat alumni 212 secara politik punya kepentingan politik yang berlawanan dengan pemerintahan sekarang. Artinya, kan bisa dibaca dukungannya ke mana," kata Usep.

Sementara itu, Pengamat politik Islam dari Univesitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Zaki Mubarak menilai wajar jika ada pihak memprediksi Reuni Aksi 212 tidak lebih ramai daripada aksi sebelumnya.

Selain karena tidak relevan, juga tidak ada pemantik atau momentum untuk gelaran aksi kali ini.

Hal ini jelas berbeda dengan aksi 212 yang pertama kali digelar pada 2016. Saat itu ada isu besar yang dianggap mencederai perasaan umat Islam, yakni penistaan agama oleh Ahok, sehingga hampir seluruh masyarakat merespons hal ini.

"Sampai hari ini saya belum melihat trigger masalah yang jelas, apa. Kalau misalnya dikaitkan soal pembakaran bendera tauhid itu sudah selesai, pelaku diproses hukum meski pengadilan menghukum ringan," kata Zaki.

212 Tak Berpengaruh

Meskipun arah dukungan para tokoh aksi 212 terlihat, yakni kepada capres-cawapres Prabowo-Sandiaga, namun aksi yang akan digelar nanti tidak berarti akan berdampak signifikan terhadap elektabilitas pasangan itu.

Zaki menduga massa yang hadir punya preferensi politik beragam. Menurut Zaki setelah harapan umat muslim terpenuhi pada kasus Ahok, sebagian warga yang ikut serta dalam aksi sebelumnya lebih tertarik pada isu yang lebih subtansial.

"Misalnya soal kebijakan ekonomi dari masing-masing calon. Mustahil, sulit sekali aksi mobilisasi itu menarik suara masyarakat yang belum menentukan pilihan," kata dia.

Hal lain yang menambah keyakinan Zaki adalah polarisasi dukungan politik umat muslim di Pilpres 2019.

Kata Zaki, dukungan politik umat muslim sudah jelas terbagi pada dua kubu. Prabowo-Sandiaga banyak didukung oleh kalangan konservatif, formalis dan kader dari organisasi Muhammadiyah. Ini terlihat dari sejumlah tokoh yang ada di kubu tersebut.

Misalnya Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menjadi Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional. Kemudian Mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Amien Rais.

Sedangkan kubu Jokowi-Ma'ruf mendapatkan dukungan dari kalangan umat muslim tradisional dan Nahdlatul Ulama (NU).

Dengan polarisasi politik seperti itu, kata Zaki, maka aksi reuni 212 lebih menyoal unjuk kekuatan saja menjelang Pilpres 2019. Khususnya unjuk kekuatan dari kalangan umat Islam konservatif dan formalis yang merupakan pendukung Prabowo-Sandiaga.

"Artinya enggak ada hal besar yang diperjuangkan, tapi hanya kumpul-kumpul," kata Zaki.(cnn)




[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur

Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi

Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat

Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah

Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!

Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V

Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur

Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi

Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat

Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah

Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!

Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
  • 2 Menkeu Purbaya: Ekonomi Kita Kuat, Jangan Percaya 'Ekonom TikTok'!
  • 3 Riau Hari Ini, Potensi Hujan Ringan Lokal Tanpa Peringatan Cuaca Ekstrem
  • 4 PLN Selidiki Gangguan Kelistrikan, Sejumlah Wilayah di Sumbagut Terdampak Padam
  • 5 Guncangan Sesaat Demi Posisi Tawar Sawit yang Lebih Kuat
  • 6 ASN Kuansing Nyambi Bertani, Cuan Rp 31 Juta Modal Dua Jam Sehari
  • 7 Pusat Tolak Cabut Izin PT Wanasari, Humas: Jangan Cari-Cari Kesalahan
  • 8 Dishub Pekanbaru Kerahkan Tiga Regu Patroli Amankan U-Turn
  • 9 Pospera Riau Apresiasi Langkah Polda Riau Pidanakan PT MM
Terkini +INDEKS

Sekwan DPRD Riau Evaluasi Pejabat Baru, Penempatan Jabatan Belum Permanen

05 Juni 2026
Legalisasi Tambang Rakyat Kuansing Terkendala Aturan, Biaya Pascatambang Jadi Sorotan Ketua DPRD Riau
04 Juni 2026
PHR Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Perkuat Kemandirian Energi dan Kinerja Berkelanjutan
04 Juni 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan 48 Kegiatan Sosial untuk Warga Jelang Hari Jadi
04 Juni 2026
Pemko Pekanbaru Uji Efisiensi dan Ketepatan Waktu Bus Listrik
04 Juni 2026
BRK Syariah Gandeng Wakaf Warrior, Perluas Pengembangan Wakaf Uang ke Jakarta
04 Juni 2026
Kesaksian Dani M Nursalam, Komitmen Rp 1 Miliar untuk Abdul Wahid Kandas karena OTT
04 Juni 2026
Kecamatan di Pekanbaru Diwajibkan Normalisasi 200 Meter Drainase Saban Hari
04 Juni 2026
Disdik Riau Larang Sekolah Manipulasi Data dan Pungli dalam Penerimaan Murid Baru
04 Juni 2026
Desa Rawan Karhutla di Kampar Diinstruksikan Bangun Waduk Darurat
04 Juni 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved