PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Sekjen PDIP Ingatkan Kader tak Terlena dengan Hasil Survei
CIREBON, Riauin.com -- Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan para kader untuk tetap bekerja keras dan kompak. Ia mengingatkan kader jangan terlena dengan hasil survei yang menyimpulkan PDI Perjuangan sebagai pemenang pemilu 2019.
"Kader PDIP tidak boleh lengah dengan hasil survei. Meskipun hasil survei tidak salah, tapi jangan langsung dijadikan patokan. Kader PDIP harus tetap bekerja keras dan kompak," katanya di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (17/11).
Hasto Kristiyanto mengatakan hal itu di hadapan pengurus dan kader PDI Perjuangan Cabang Kabupaten Indramayu pada Rapat Kerja Pemenangan Pileg dan Pipres 2019 oleh DPC PDIP Indramayu dalam rangkaian Safari Kebangsaan. Menurut Hasto, berdasarkan hasil survei terbaru dari beberapa lembaga survei menyimpulkan bahwa elektabilitas PDIP mencapai angka 29,9 persen.
Hasto juga mengingatkan kader di semua tingkatan harus kompak. Tidak boleh ada kader yang berselisih paham dalam melakukan perjuangan, termasuk dalam upaya meraih kursi dan memenangi Pilpres 2019. "Sejatinya satu saudara perjuangan, satu saudara seideologi," kata Hasto.
Sebagai partai politik, kata dia, harus bisa menjadi satu kesatuan gerak, yakni memenangkan PDI Perjuangan pada Pemilu 2019 dan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Menurut Hasto, hal itu juga sesuai dengan amanah lima butir isi perintah harian dari Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Perintah harian menegaskan kembali bahwa partai tidak boleh ada keraguan mana lebih penting pileg atau pilpres. Dua-duanya penting bagai kepingan mata uang," ungkap Hasto.
Karena itu, Hasto mengatakan bahwa kerja kepartaian harus menunjukkan kekompakan partai dari Sabang sampai Merauke. "Kerja bersama rakyat adalah jati diri PDIP," katanya.
Hasto mendorong para kader menyosialisasikan keberhasilan Presiden Jokowi dalam melakukan pembangunan. Menurut Hasto, keberhasilan Presiden Jokowi selama 4 tahun pemerintahannya memberikan prestasi luar biasa. Akan tetapi, ada kelompok orang yang masih menganggap itu hal biasa.(int/nol)
"Kader PDIP tidak boleh lengah dengan hasil survei. Meskipun hasil survei tidak salah, tapi jangan langsung dijadikan patokan. Kader PDIP harus tetap bekerja keras dan kompak," katanya di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (17/11).
Hasto Kristiyanto mengatakan hal itu di hadapan pengurus dan kader PDI Perjuangan Cabang Kabupaten Indramayu pada Rapat Kerja Pemenangan Pileg dan Pipres 2019 oleh DPC PDIP Indramayu dalam rangkaian Safari Kebangsaan. Menurut Hasto, berdasarkan hasil survei terbaru dari beberapa lembaga survei menyimpulkan bahwa elektabilitas PDIP mencapai angka 29,9 persen.
Hasto juga mengingatkan kader di semua tingkatan harus kompak. Tidak boleh ada kader yang berselisih paham dalam melakukan perjuangan, termasuk dalam upaya meraih kursi dan memenangi Pilpres 2019. "Sejatinya satu saudara perjuangan, satu saudara seideologi," kata Hasto.
Sebagai partai politik, kata dia, harus bisa menjadi satu kesatuan gerak, yakni memenangkan PDI Perjuangan pada Pemilu 2019 dan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Menurut Hasto, hal itu juga sesuai dengan amanah lima butir isi perintah harian dari Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Perintah harian menegaskan kembali bahwa partai tidak boleh ada keraguan mana lebih penting pileg atau pilpres. Dua-duanya penting bagai kepingan mata uang," ungkap Hasto.
Karena itu, Hasto mengatakan bahwa kerja kepartaian harus menunjukkan kekompakan partai dari Sabang sampai Merauke. "Kerja bersama rakyat adalah jati diri PDIP," katanya.
Hasto mendorong para kader menyosialisasikan keberhasilan Presiden Jokowi dalam melakukan pembangunan. Menurut Hasto, keberhasilan Presiden Jokowi selama 4 tahun pemerintahannya memberikan prestasi luar biasa. Akan tetapi, ada kelompok orang yang masih menganggap itu hal biasa.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK