PILIHAN
Sandiaga Uno: Politik Sontoloyo, Ekonomi Ojo Loyo
TANGERANG, Riauin.com - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno kampanye ke Kabupaten Tangerang. Dalam kegiatannya, Sandi sempat menyinggung ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal ungkapan 'politisi sontoloyo'.
"Politik sontoloyo, ekonomi ojo loyo (jangan lesu). Jadi kita menginginkan produk seperti yang ada di sini aman. OKE OCE, seperti olahan rengginang singkong ini bagus. Ekonomi akar rumput kita ini ojo loyo," ujar Sandi saat di Panongan, Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (1/11/2018).
Sandi datang mengenakan kemeja biru muda lengkap dengan peci hitam di kepala. Selain itu, penampilannya juga cukup santai dengan mengenakan sepatu kets warna hitam. Dalam agenda ini, dia datang ditemani dengan Presiden Partai PKS Mohammad Sohibul Iman.
Pada kesempatan ini, Sandi mengapresiasi antusiasme warga yang menyampaikan keinginannya untuk membangkitkan industri di Tangerang.
"Industri terbaik ada di Kabupaten dan Kota Tangerang, kita ingin juga bisa ada kebijakan yang bisa menghidupkan kembali industri kita. Kita harap masyarakat dapatkan lapangan pekerjaan dan ini menjadi fokus Prabowo-Sandi untuk melakukan suatu terobosan," jelasnya.
Dalam kegiatannya, Sandi akan memulai safari politiknya di Pendopo Islamic Center, Kelapa Dua, Tangerang. Dia akan bersafari di tujuh titik lokasi di Kabupaten Tangerang. Kegiatan safari ini dijadwalkan berakhir di Pasar Santiong Balaraja pada sore hari nanti.
Kejengkelan Jokowi sehingga menyebut 'politisi sontoloyo' ini antara lain disebabkan banyaknya praktik politik tak beradab dan tak beretika. Padahal, menurut Jokowi Indonesia memiliki tata krama dalam berpolitik. Ia menyayangkan sering munculnya politik adu domba dan fitnah serta memecah belah demi meraih banyak suara di kontestasi pemilu maupun Pilkada. (int/nol)
"Politik sontoloyo, ekonomi ojo loyo (jangan lesu). Jadi kita menginginkan produk seperti yang ada di sini aman. OKE OCE, seperti olahan rengginang singkong ini bagus. Ekonomi akar rumput kita ini ojo loyo," ujar Sandi saat di Panongan, Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (1/11/2018).
Sandi datang mengenakan kemeja biru muda lengkap dengan peci hitam di kepala. Selain itu, penampilannya juga cukup santai dengan mengenakan sepatu kets warna hitam. Dalam agenda ini, dia datang ditemani dengan Presiden Partai PKS Mohammad Sohibul Iman.
Pada kesempatan ini, Sandi mengapresiasi antusiasme warga yang menyampaikan keinginannya untuk membangkitkan industri di Tangerang.
"Industri terbaik ada di Kabupaten dan Kota Tangerang, kita ingin juga bisa ada kebijakan yang bisa menghidupkan kembali industri kita. Kita harap masyarakat dapatkan lapangan pekerjaan dan ini menjadi fokus Prabowo-Sandi untuk melakukan suatu terobosan," jelasnya.
Dalam kegiatannya, Sandi akan memulai safari politiknya di Pendopo Islamic Center, Kelapa Dua, Tangerang. Dia akan bersafari di tujuh titik lokasi di Kabupaten Tangerang. Kegiatan safari ini dijadwalkan berakhir di Pasar Santiong Balaraja pada sore hari nanti.
Kejengkelan Jokowi sehingga menyebut 'politisi sontoloyo' ini antara lain disebabkan banyaknya praktik politik tak beradab dan tak beretika. Padahal, menurut Jokowi Indonesia memiliki tata krama dalam berpolitik. Ia menyayangkan sering munculnya politik adu domba dan fitnah serta memecah belah demi meraih banyak suara di kontestasi pemilu maupun Pilkada. (int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V