PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Pose Satu Jari di Suramadu Disoal, Jokowi: Jangan di Balik-balik!
Jakarta, Riauin.com - Presiden Joko Widodo heran dengan aduan soal dirinya ke Bawaslu terkait kebijakan menggratiskan Jembatan Suramadu. Apalagi pelapor mengadukan Jokowi soal adanya pose satu jari di Suramadu.
"Bahwa saat kami di jembatan, biasa kanan-kiri ada kiai dan acungkan jari juga sudah saya ingatkan saat itu tidak usah. Beda kalau saya suruh. Justru saya ingatkan. Jangan di balik-balik," tegas Jokowi kepada wartawan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (31/10/20118).
Jokowi dilaporkan Forum Advokat Rantau (Fara) ke Bawaslu pada Selasa (30/10). Jokowi diadukan atas dugaan pelanggaran terkait kebijakan pemerintah menggratiskan fasilitas Jembatan Suramadu.
Anggota Fara, Rubby Cahyady, mengatakan orang-orang di sekeliling Jokowi membuat salam satu jari saat peresmian penggratisan Jembatan Suramadu. Menurutnya, hal ini merupakan salah satu bentuk kampanye dengan menampilkan citra diri.
"Terlebih pada saat peresmian tersebut banyak yang menunjukkan simbol salam satu jari, yang merupakan citra diri Pak Jokowi selaku capres," kata Rubby.
Momen pose satu jari terjadi usai peresmian pembebasan biaya jalan tol Suramadu, Sabtu (27/10). Jokowi dan para ulama dan tokoh masyarakat berjalan kaki beberapa meter meninjau kondisi jembatan. Setelah itu, rombongan berbalik arah.
Saat berbalik arah itu, beberapa tokoh ulama dan masyarakat langsung berteriak 'hidup Jokowi', 'hidup nomor 1', dan 'lanjutkan'. Beberapa di antara mereka juga tampak mengacungkan jari telunjuk.
Jokowi, yang berada di tengah para ulama dan tokoh masyarakat itu, tampak kaget dan tersenyum kecil. Dia meminta para tokoh itu berhenti melakukan tindakan tersebut.
"Sudah, sudah, jangan teriak begitu," kata Jokowi sambil tersenyum.
Jokowi juga meminta tokoh ulama tak berpose satu jari. Mereka pun menuruti permintaan Jokowi.(int/nol)
"Bahwa saat kami di jembatan, biasa kanan-kiri ada kiai dan acungkan jari juga sudah saya ingatkan saat itu tidak usah. Beda kalau saya suruh. Justru saya ingatkan. Jangan di balik-balik," tegas Jokowi kepada wartawan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (31/10/20118).
Jokowi dilaporkan Forum Advokat Rantau (Fara) ke Bawaslu pada Selasa (30/10). Jokowi diadukan atas dugaan pelanggaran terkait kebijakan pemerintah menggratiskan fasilitas Jembatan Suramadu.
Anggota Fara, Rubby Cahyady, mengatakan orang-orang di sekeliling Jokowi membuat salam satu jari saat peresmian penggratisan Jembatan Suramadu. Menurutnya, hal ini merupakan salah satu bentuk kampanye dengan menampilkan citra diri.
"Terlebih pada saat peresmian tersebut banyak yang menunjukkan simbol salam satu jari, yang merupakan citra diri Pak Jokowi selaku capres," kata Rubby.
Momen pose satu jari terjadi usai peresmian pembebasan biaya jalan tol Suramadu, Sabtu (27/10). Jokowi dan para ulama dan tokoh masyarakat berjalan kaki beberapa meter meninjau kondisi jembatan. Setelah itu, rombongan berbalik arah.
Saat berbalik arah itu, beberapa tokoh ulama dan masyarakat langsung berteriak 'hidup Jokowi', 'hidup nomor 1', dan 'lanjutkan'. Beberapa di antara mereka juga tampak mengacungkan jari telunjuk.
Jokowi, yang berada di tengah para ulama dan tokoh masyarakat itu, tampak kaget dan tersenyum kecil. Dia meminta para tokoh itu berhenti melakukan tindakan tersebut.
"Sudah, sudah, jangan teriak begitu," kata Jokowi sambil tersenyum.
Jokowi juga meminta tokoh ulama tak berpose satu jari. Mereka pun menuruti permintaan Jokowi.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK