PILIHAN
PKB Sindir PSI: Yang Gembar-gembor Partai Bersih akan Malu Sendiri
Jakarta, Riauin.com - PSI bermanuver dengan berbicara soal 'dosa-dosa' partai lama terkait korupsi. PKB balas menyindir PSI.
"Biasanya yang gembar-gembor ngaku sebagai partai yang bersih, justru akan malu sendiri karena terbukti sebaliknya," ujar Wasekjen PKB Daniel Johan kepada wartawan, Jumat (26/10/2018).
Daniel meminta PSI untuk lebih berhati-hati dalam berbicara. Menurutnya, setiap parpol pasti berkomitmen dalam pemberantasan korupsi.
"Tak satupun partai di negeri ini yang mengajarkan kepada kadernya untuk melakukan korupsi. Setiap partai memiliki kebijakan terkait pakta integritas dalam rekrutmen kadernya. PKB sendiri memiliki tindakan yang tegas terkait komitmen pemberantasan korupsi, PKB menjadi partai terdepan yang menolak pencalegan kembali mantan koruptor," tuturnya.
Daniel meminta parpol yang ada untuk tak saling tuding. Menurutnya, ke depan, yang terpenting adalah membentuk kepemimpinan dan demokrasi yang efektif untuk mewujudkan pemerintahan maupun kepartaian yang bersih.
"Untuk mewujudkan pemerintahan maupun kepartaian yang bersih, bukan sekedar slogan, sistem ini menjadi tantangan yang besar utk kita semua, perlu kajian yang mendalam dari seluruh stakeholder," kata Daniel.
Sebelumnya, Ketua DPP PSI Tsamara Amany tiba-tiba bicara tentang 'dosa-dosa' partai yang sudah lama berdiri namun masih menjadi 'kebiasaan'. Setidaknya ada dua 'dosa' partai lama yang disebutkan Tsamara.
Pertama, Tsamara menyinggung soal komitmen partai lama terhadap pemberantasan korupsi. Kedua, soal proses rekrutmen partai lama tak jauh dari kata 'mahar politik'.
"Kita tidak tahu apa yang terjadi dan dibicarakan. Tapi kabar yang santer beredar selalu melibatkan sejumlah uang sebagai mahar. Tak ada uang, tak ada pencalonan," kata Tsamara alam keterangan tertulis, Kamis (25/10/2018). (int/nol)
"Biasanya yang gembar-gembor ngaku sebagai partai yang bersih, justru akan malu sendiri karena terbukti sebaliknya," ujar Wasekjen PKB Daniel Johan kepada wartawan, Jumat (26/10/2018).
Daniel meminta PSI untuk lebih berhati-hati dalam berbicara. Menurutnya, setiap parpol pasti berkomitmen dalam pemberantasan korupsi.
"Tak satupun partai di negeri ini yang mengajarkan kepada kadernya untuk melakukan korupsi. Setiap partai memiliki kebijakan terkait pakta integritas dalam rekrutmen kadernya. PKB sendiri memiliki tindakan yang tegas terkait komitmen pemberantasan korupsi, PKB menjadi partai terdepan yang menolak pencalegan kembali mantan koruptor," tuturnya.
Daniel meminta parpol yang ada untuk tak saling tuding. Menurutnya, ke depan, yang terpenting adalah membentuk kepemimpinan dan demokrasi yang efektif untuk mewujudkan pemerintahan maupun kepartaian yang bersih.
"Untuk mewujudkan pemerintahan maupun kepartaian yang bersih, bukan sekedar slogan, sistem ini menjadi tantangan yang besar utk kita semua, perlu kajian yang mendalam dari seluruh stakeholder," kata Daniel.
Sebelumnya, Ketua DPP PSI Tsamara Amany tiba-tiba bicara tentang 'dosa-dosa' partai yang sudah lama berdiri namun masih menjadi 'kebiasaan'. Setidaknya ada dua 'dosa' partai lama yang disebutkan Tsamara.
Pertama, Tsamara menyinggung soal komitmen partai lama terhadap pemberantasan korupsi. Kedua, soal proses rekrutmen partai lama tak jauh dari kata 'mahar politik'.
"Kita tidak tahu apa yang terjadi dan dibicarakan. Tapi kabar yang santer beredar selalu melibatkan sejumlah uang sebagai mahar. Tak ada uang, tak ada pencalonan," kata Tsamara alam keterangan tertulis, Kamis (25/10/2018). (int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V