PILIHAN
Prabowo Ubah Nama Program Karena Tak Digemari Kaum Milenial
Jakarta, Riauin.com -- Adik calon presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa istilah Revolusi Putih yang digagas kakaknya diganti menjadi Gerakan Emas yang merupakan akronim dari Gerakan Emak dan Anak Minum Susu.
Merujuk dari laman partaigerindra.or.id Revolusi Putih adalah gagasan Prabowo dan Partai Gerindra untuk membangun karakter bangsa yang sehat dan kuat.
"Ya Revolusi Putih diubah, karena ternyata setalah kita dapat feedback. Kaum muda di Indonesia tidak suka istilah revolusi," ucap Hashim di Media Center Prabowo-Sandi, Jumat (19/10).
"Ya kita ubah dengan istilah baru yang bisa diterima," lanjutnya.
Hashim menjelaskan bahwa generasi dirinya, yang lahir pada era 1950-an, memang suka dengan kata 'revolusi'. Menurutnya, kata revolusi identik dengan semangat mengusir penjajah Belanda. Hashim menilai itulah alasan kata tersebut disukai oleh generasinya.
Hal itu berbeda dengan kalangan anak muda saat ini. Bahkan, Hashim mengatakan fenomena itu pun berdampak kepada Revolusi Mental yang digalang Presiden Joko Widodo.
"Ya ini termasuk revolusi mental Pak Jokowi, kaum milenial tidak suka Karena ada istilah revolusi," kata Hashim.
Hashim menjelaskan bahwa Revolusi Putih sendiri adalah gerakan memberika susu kepada masyarakat. Hal itu dilakukan dalam rangka mencerdaskan masyarakat Indonesia.
Terlebih, kata Hashim, pemerintah menyatakan dalam seminar IMF-Bank Dunia mengenai 38 persen anak Indonesia kurang gizi. Menurutnya, Prabowo-Sandi prihatin dengan kondisi tersebut.
Dia mengatakan Gerakan Emas memiliki prinsip yang sama dengan Revolusi Putih. Bedanya, ada beberapa tambahan pemberian makanan yang mengandung protein selain susu.
"Tambahannya apa? Tambahan asupan gizi. Susu, telur, ikan, kacang ijo, dan lain-lain. Mungkin saudara ada lain-lain bisa tambah yang buat protein, silakan," kata Hashim. (int/nol)
Merujuk dari laman partaigerindra.or.id Revolusi Putih adalah gagasan Prabowo dan Partai Gerindra untuk membangun karakter bangsa yang sehat dan kuat.
"Ya Revolusi Putih diubah, karena ternyata setalah kita dapat feedback. Kaum muda di Indonesia tidak suka istilah revolusi," ucap Hashim di Media Center Prabowo-Sandi, Jumat (19/10).
"Ya kita ubah dengan istilah baru yang bisa diterima," lanjutnya.
Hashim menjelaskan bahwa generasi dirinya, yang lahir pada era 1950-an, memang suka dengan kata 'revolusi'. Menurutnya, kata revolusi identik dengan semangat mengusir penjajah Belanda. Hashim menilai itulah alasan kata tersebut disukai oleh generasinya.
Hal itu berbeda dengan kalangan anak muda saat ini. Bahkan, Hashim mengatakan fenomena itu pun berdampak kepada Revolusi Mental yang digalang Presiden Joko Widodo.
"Ya ini termasuk revolusi mental Pak Jokowi, kaum milenial tidak suka Karena ada istilah revolusi," kata Hashim.
Hashim menjelaskan bahwa Revolusi Putih sendiri adalah gerakan memberika susu kepada masyarakat. Hal itu dilakukan dalam rangka mencerdaskan masyarakat Indonesia.
Terlebih, kata Hashim, pemerintah menyatakan dalam seminar IMF-Bank Dunia mengenai 38 persen anak Indonesia kurang gizi. Menurutnya, Prabowo-Sandi prihatin dengan kondisi tersebut.
Dia mengatakan Gerakan Emas memiliki prinsip yang sama dengan Revolusi Putih. Bedanya, ada beberapa tambahan pemberian makanan yang mengandung protein selain susu.
"Tambahannya apa? Tambahan asupan gizi. Susu, telur, ikan, kacang ijo, dan lain-lain. Mungkin saudara ada lain-lain bisa tambah yang buat protein, silakan," kata Hashim. (int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V