PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Pengusaha Sayangkan Sikap Ragu-ragu Jokowi soal Harga Premium
Jakarta, Riauin.com
- Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan untuk
menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Sejurus
kemudian, pengumuman baru muncul yang isinya mengatakan bahwa kenaikan
harga BBM jenis premium ditunda.
Mengenai keputusan soal penundaan kenaikan harga Premium, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Danang Girindrawardana menyayangkan keputusan Presiden yang tampak ragu-ragu.
"Kami sayangkan hal ini dan ini yang membuat pemerintah ragu-ragu dan itu tampak sekali tidak bagus di mata publik," katanya kepada wartawan, Kamis (11/10/2018).
Ia menjelaskan, seharusnya pemerintah lebih hati-hati untuk memutuskan kebijakan mengenai kenaikan harga BBM. Hal ini kata Danang, bukan soal dampaknya pada sektor usaha, tapi pada pandangan masyarakat yang menilai pemerintah yang ragu untuk memberikan kejelasan dalam keputusan yang sudah dibuat.
"Harusnya lebih kukuh dan tidak berubah dalam waktu seketika. Kalau dari sisi pengusaha sih nggak terlalu pengaruh," katanya.
Sebagai informasi sebelumnya, pemerintah bisa dibilang plin-plan setelah mengumumkan kenaikan harga Premium sekitar 7%. Namun tak sampai satu jam kemudian keputusan sebelumnya langsung diralat.
Pengumuman dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Sofitel Luxury Hotel Nusa Dua Bali, dan dirinya pula yang mengabarkan penundaan kenaikan harga Premium.(int/nol)
Mengenai keputusan soal penundaan kenaikan harga Premium, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Danang Girindrawardana menyayangkan keputusan Presiden yang tampak ragu-ragu.
"Kami sayangkan hal ini dan ini yang membuat pemerintah ragu-ragu dan itu tampak sekali tidak bagus di mata publik," katanya kepada wartawan, Kamis (11/10/2018).
Ia menjelaskan, seharusnya pemerintah lebih hati-hati untuk memutuskan kebijakan mengenai kenaikan harga BBM. Hal ini kata Danang, bukan soal dampaknya pada sektor usaha, tapi pada pandangan masyarakat yang menilai pemerintah yang ragu untuk memberikan kejelasan dalam keputusan yang sudah dibuat.
"Harusnya lebih kukuh dan tidak berubah dalam waktu seketika. Kalau dari sisi pengusaha sih nggak terlalu pengaruh," katanya.
Sebagai informasi sebelumnya, pemerintah bisa dibilang plin-plan setelah mengumumkan kenaikan harga Premium sekitar 7%. Namun tak sampai satu jam kemudian keputusan sebelumnya langsung diralat.
Pengumuman dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Sofitel Luxury Hotel Nusa Dua Bali, dan dirinya pula yang mengabarkan penundaan kenaikan harga Premium.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK